Bung Sunny, itu kejadian di tahun 2010. Biarpun lambat, setelah kejadian itu ada perbaikan sedikit demi sedikit. Juga dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Karena gaji pegawai rendah, mereka tidak perlu bayar pajak. Pegawai suka bekerja lembur yang per jamnya dibayar 1.5 kali lipat. Ini seperti di Nederland. Tetapi di sana hari Saptu kerja, yang di Nederland harus dibayar 2 kali lipat. Dengan kerja lembur baru bisa hidup agak longgar (rata2 10 jam per minggu di atas jam kerja 40 jam seminggu). 50 jam kerja seminggu dengan kerjaan sama seperti pasang sekrup, itu bisa rasanya berat secara psychis. Lain dengan orang yang senang dengan pekerjaannya, gajinya cukup. Malah di rumah masih kerjakan ini itu untuk perusahaan yang tidak dibayar. Perusahaan terpaksa memperbaiki kondisi kerja karena tekanan dari konsumen, tekanan dari perusahaan induk, dan pembeli jumlah besar, yang takut perusahaannya diboikot oleh konsumen. Pemerintah daerah memperbaiki kondisi di luar pabrik, takut kehilangan pemasukan pajak klau Foxconn pindah tempat. Selain itu Foxconn ingin supaya pekerjanya kuat bekerja beberapa tahun, karena kalau setiap tahun, orang2 minta berhenti, perusahaan terpaksa merekrut orang baru dan harus lama dilatih dulu supaya kecepatannya bisa sama dengan yang sudah lama berpengalaman. Salam, KH
Pada tanggal Kam, 6 Des 2018 pukul 03.05 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Saya kira tahun lalu pernah ada berita tentang beberap pekerja Foxconn > bunuh diri,karena kondisikerjadan upah. > > >
