Berilmu tanpa akal..?
-

PresidenJokowi: Tumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sampai Akarnya! 


Peristiwapembantaian tersebut tak menyurutkan semangat pemerintah untuk terus 
membangun Papua.




IndriWulandari, Majalah Kartini | 06/12/2018- 10:00




MajalahKartini.co.id – Mengetahui peristiwa pembantaianpara pekerja Trans Papua 
di Papua membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram.Orang nomor satu di 
Indonesia tersebut pun perintahkan pimpinan TNI dan Polriuntuk mengusut tuntas 
kasus ini guna menumpas KKB hingga ke akar-akarnya.“




Marikita bersama-sama mendoakan agar arwah para pahlawan pembangunan Trans 
Papuatersebut diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Presiden Jokowi 
dalamjumpa pers di Istana Negara (5/12). “Saya juga telah memerintahkan 
PanglimaTNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan 
biadab dantidak berperikemanusiaan tersebut. Kita akan tumpas mereka 
sampaiakar-akarnya,” tegasnya.




Presidenjuga mengatakan kalau insiden ini tak membuat pemerintah takut atau 
menyurutkansemangatnya untuk terus melangsungkan pembangunan di Papua.




“Sayategaskan tidak ada tempat untuk kelompok kriminal bersenjata di tanah 
Papuamaupun di seluruh pelosok Indonesia. Dan kita tidak akan pernah takut,” 
pungkasPresiden Jokowi. “Bahkan membuat tekad saya membara untuk melanjutkan 
tugasbesar kita… untuk membangun tanah Papua… serta untuk mewujudkan keadilan 
sosialbagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya mantap. (*)



    On Thursday, December 6, 2018, 12:47:51 PM GMT+7, ajeg wrote:

PastorYohanes Jonga yakin Gubernur Papua dan 
Bupati Nduga dapat berbicara dari hatike hati 
kepada KKB untuk segera menghentikan aksinya.
-

Tokoh Agama Desak Bupati Nduga dan Gubernur Papua Selesaikan Masalahdi Nduga


Bernadetta Febriana

05-12-2018 17:54




Jayapura, Gatra.com - Bupati Nduga, Yarius Gwijangge danGubernur Papua, Lukas 
Enembe diminta untuk segera menyelesaikan aksi brutalkelompok kriminal 
bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga.




Keduapejabat di Papua ini diyakini memiliki kapasitas untuk berbicara dan 
mendekatiKKB yang saat ini berada di Nduga.




PastorYohanes Jonga yakin Gubernur Papua dan Bupati Nduga dapat berbicara dari 
hatike hati kepada KKB untuk segera menghentikan aksinya. "Bupati dan 
gubernurharus turun ke lokasi,” jelas pastor yang pernah menerima penghargaan 
Yap ThiamHien 2019.




Johnmengakui nama Egianus Kogeya disebut-sebut bertanggung jawab atas insiden 
yangdialami pekerja Istaka Karya di Nduga. “Egianus ini memang yang 
menguasaidaerah itu. Apalagi Distrik Yall berbatasan dengan Mapenduma,” jelas 
John.




Dalamkejadian ini, Pastor John berharap semua pihak, KKB, OPM dan aparat 
keamananuntuk meletakkan senjata, berbicara dengan baik, terlebih menjelang 
Natal diPapua yang selalu dipenuhi dengan damai dan sukacita dan tidak 
dicemariperistiwa seperti ini.




Sementaraitu, anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir memina aparat kepolisian 
untukmengambil tindakan hukum kepada KKB di Nduga. Alasannnya, kejadian di 
Ndugabukan hanya terjadi satu kali, namun sudah beberapa kali, 
diantaranyapenembakan pesawat jelang Pilkada lalu, penembakan warga sipil di 
Kenyam, hinggakasus pemerkosaan terhadap guru dan tenaga medis di Mapenduma.




“Aksikelompok ini adalah pelanggaran HAM berat dan DPR Papua harus mengambil 
sikapatas kejadian ini,” jelas Boy. 





Reporter:Khatarina Lita

Editor :Bernadetta Febriana

  

Kirim email ke