https://politik.rmol.co/read/2018/12/06/369608/PMKRI:-Orang-Papua-Bukan-Bangsa-Terjajah,-Tarik-Pulang-Militer!-
PMKRI: Orang Papua Bukan Bangsa Terjajah, Tarik Pulang Militer*!*

 KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 14:53:00 WIB | *LAPORAN*: WIDYA VICTORIA


<https://rmol.co/images/berita/normal/2018/12/266829_02553006122018_opm2.jpg>Foto:
Net

*RMOL. *Potret kekerasan dan kematian akan terus terjadi di Tanah Papua
jika pendekatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia masih
bersifat militeristik.


Berita Terkait
<https://politik.rmol.co/read/2018/12/06/369608/PMKRI:-Orang-Papua-Bukan-Bangsa-Terjajah,-Tarik-Pulang-Militer!-#>

Australia Berharap Dilakukan Investigasi Atas Pembunuhan Di Papua
<https://dunia.rmol.co/read/2018/12/06/369605/Australia-Berharap-Dilakukan-Investigasi-Atas-Pembunuhan-Di-Papua->

Senator Papua: Bukan Membenarkan Tapi Kita Hargai Peringatan 1 Desember
<https://politik.rmol.co/read/2018/12/06/369604/Senator-Papua:-Bukan-Membenarkan-Tapi-Kita-Hargai-Peringatan-1-Desember->

Pemerintah Tidak Boleh Kalah Dengan OPM
<https://keamanan.rmol.co/read/2018/12/06/369587/Pemerintah-Tidak-Boleh-Kalah-Dengan-OPM->



Oleh karena itu, pemerintah harus memperlakukan setiap warga negara di
wilayah NKRI dengan pendekatan manusiawi.

"Kami menyayangkan adanya kasus pembantaian di Nduga dan meminta pemerintah
untuk menghentikan seluruh proyek pembangunan yang menggunakan pendekatan
militeristik di Papua," tegas Ketua Umum Presidium Pengurus Pusat
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Juventus Prima.

Juventus menekankan, orang Papua bukanlah bangsa terjajah yang setiap saat
diintimidasi dengan kekuatan militer. Mereka adalah bagian dari Indonesia
merdeka.

"Harusnya menggunakan pendekatan dari hati ke hati, dialog, dan bukan atas
nama pemerataan pembangunan lantas segala hal boleh termasuk mencabut nyawa
warga sipil," lanjutnya.

Pembantaian 21 orang pekerja di Kabupaten Nduga, menurut dia, adalah reaksi
orang Papua terhadap represivitas yang mereka alami selama ini di tanah
mereka sendiri. Peristiwa di Nduga seperti fenomena gunung es. Ini yang
tampak ke permukaan.

"Ada masalah serius yang berada di akar rumput sana yakni ketidakadilan,
kemiskinan, intimidasi, pelangggaran HAM, dan sebagainya," terangnya.

Juventus berharap, pemerintah secara tegas dan serius menyelesaikan
persoalan di Papua bukan dengan jalan kekerasan, tetapi dengan pendekatan
kultural dan dialog.

"Tarik pulang militer dari tanah Papua, dan mulailah dengan dialog yang
penuh kasih sehingga tidak ada korban baik di kalangan warga sipil maupun
aparat keamanan," tandasnya.*[wid] *

Kirim email ke