Sandiwara apa lagi ini, "OPM Tantang Jokowi" ...
Naik Motor Trail, Jokowi Pernah Lewati Lokasi Penembakan di Papua 

Tentu saja dengan kawalan paspampres yang 
didukung Kodam & Polda Papua, bukan dikawal 
pekerja konstruksi tak bersenjata. 

Jokowi sebaiknya jelaskan saja kisruh antara 
Pemda Papua (Gubernur) dan Inalum soal 
pembentukan BUMD penampung 10% sahamFreeport. 

Intelijen bekerja di mana?
--- jonathangoeij@... wrote:
Penyerangan itu, kata Sebby, sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu. TPNPB 
telah memantau proyek itu ternyata dikerjakan oleh pekerja TNI dari Jayapura. 
"Itu salah satunya yang kemarin bebas melarikan diri kami identifikasi ternyata 
anggota TNI."...
Tanggung Jawab Pembunuhan 31 Pekerja di Papua, OPM Tantang Jokowi
Reporter: 
Syafiul Hadi
Editor: 
Endri Kurniawati
Kamis, 6 Desember 2018 10:23 WIB



Prajurit TNI berdoa sebelum menaiki helikopter dengan tujuan di Wamena, Papua, 
Rabu, 5 Desember 2018. Dikabarkan empat orang pekerja yang sempat disandera KKB 
berhasil meloloskan diri dan selamat. ANTARA/Iwan Adisaputra

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat 
(TPNPB), Sebby Sambom menantang Presiden Jokowi yang memerintahkan TNI dan 
Polri untuk menangkap kelompok penembak pekerja proyek jembatan di Nduga, 
Papua. Sayap militer Organisasi Papua Merdeka yang bertanggungjawab atas 
pembunuhan 31 pekerja proyek PT Istaka Karya itu tak gentar karena kelompoknya 
akan lebih jago mengusai medan ketika berperang melawan TNI dan Polri. "OPM tak 
gentar dengan perintah itu, kami tidak takut," kata Sebby melalui telepon 
kepada Tempo, Kamis, 6 Desember 2018.

Sebby mengatakan TPNPB memang sengaja menyerang para pekerja yang ada dalam 
proyek pembangunan jembatan Trans Papua. Sebab, kata dia, TPNPB menolak 
pembangunan yang ada di Papua Barat. "Prinsipnya kami berjuang menolak semua 
program pembangunan di Papua Barat. Kami hanya menuntut kemerdekaan."

Baca: Pembunuhan di Papua, Jokowi: Kejar dan ...
Sebelumnya, 31 orang pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja 
membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua, 
dibunuh kelompok bersenjata TPNPB pada Senin malam, 3 Desember 2018. Sebby 
mengatakan penyerangan itu dipimpin Egianus Kogoya sebagai Panglima Komando 
Daerah Operasi III TPNPB.Menurut Sebby, TPNPB sebelumnya sudah pernah menyerang 
anggota TNI karena tak senang dengan pembangunan proyek itu. Namun, kata dia, 
pembangunan proyek itu masih saja tetap dilakukan. "Mereka tak mengindahkan, 
mereka kembali ke Yigi dan proyek itu masih tetap jalan. Jadi mereka harus 
diberi peringatan."
Baca: Jokowi Sebut Korban Penembakan di Papua ...

Penyerangan itu, kata Sebby, sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu. TPNPB 
telah memantau proyek itu ternyata dikerjakan oleh pekerja TNI dari Jayapura. 
"Itu salah satunya yang kemarin bebas melarikan diri kami identifikasi ternyata 
anggota TNI."
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi 
Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk menangkap 
anggota gerombolan bersenjata Papua yang menyerang pekerja Trans-Papua. Jokowi 
meminta agar tidak ada satu orang pun yang lolos. "Saya juga telah 
memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap 
seluruh pelaku tindakan biadab tersebut," kata Presiden dalam konferensi pers 
di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Jokowi menuturkan Panglima 
TNI dan Wakil Kapolri sudah berada di Papua.  

Kirim email ke