Hehe, ada-ada saja PDIP ini. 
Setelah ikut-ikutan merapat ke Rizieq, sekarang 
ikut-ikutan tuntut pulangkan Dubes AS (Arab Saudi). 

Apa dibarter saja sekalian?
Hahaha..


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
PDIP Akui Cari Dukungan Rizieq Shihab Lewat Ma'ruf Amin

Bimo Wiwoho

Ma'ruf Amin dinilai bisa menjembatani pihak yang selama ini kurang menyukai 
kepemimpinan Presiden Joko Widodo, t...
 |

 |

 |



--- 


PDIP Ikut Tuntut Dubes Saudi Diganti Terkait Reuni 212 

CNNIndonesia | Kamis, 06/12/2018 18:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia – PartaiDemokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan 
pernyataan Duta Besar ArabSaudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah 
al-Shuaibi melanggar kodeetik serta prinsip diplomatik.
Hal itu menanggapi cuitan Osama di Twitter mengenai aksi Reuni 212 
merupakanreaksi keras terhadap pembakaran bendera tauhid oleh organisasi sesat. 
KetuaDPP PDIP Hamka Haq menilai Osama telah mencampuri urusan dalam negeri 
bangsaIndonesia.
"(Osama) telah mencampuri urusan dalam negeri bangsa Indonesia dan 
melanggarkode etik serta prinsip-prinsip diplomatik," ujar Hamka dalam 
keterangantertulis, Kamis (6/12).
Hamka menuturkan Osama secara implisit telah menuduh Gerakan Pemuda 
Ansor,selaku organisasi yang bernaung di bawah ormas Islam terbesar di 
Indonesia PBNUsebagai organisasi yang sesat.

Tuduhan implisit itu, kata dia,berpotensi mengganggu hubungan baik yang selama 
ini sudah terjalin.

"Bukan hanya antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan SaudiArabia, 
tetapi juga antara bangsa Indonesia dengan bangsa Saudi Arabia,"ujarnya..
Atas dasar itu, Hamka mengklaim PDIP mendukung sikap tegas PBNU yang 
memintaKerajaan Arab Saudi memulangkan dan mengganti Osama.

Ia berkata PDIP meminta Dubes Arab Saudi yang baru memahami kode etikdiplomatik 
dan menghargai, serta tidak mencampuri urusan dan kedaulatanpemerintah 
Indonesia.
Lebih dari itu, ia menegaskan PDIPmeyakini pemerintahan presiden Joko Widodo 
bekerja responsif dan memegang teguhetika diplomasi politik internasional, 
serta akan menindaklanjuti sikap dariPBNU.

Sebelumnya, GP Ansor meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia 
menggunakankorespondensi diplomatiknya untuk meminta klarifikasi dan permintaan 
maaf DubesArab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi.

Permohonan maaf lantaran cuitan Osama yang menyebut secara tidak langsung 
GPAnsor sebagai organisasi sesat atas pembakaran bendera tauhid bulan lalu.
"Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakanpersatuan 
umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhidoleh 
seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan 
yanglalu," demikian isi cuitan Osamah yang diterjemahkan oleh GP Ansor.
(jps/DAL)

Kirim email ke