Jalan raya adalah sebahagian dari apa yang dinamakan infrastruktur,  harus
disertai hubungan timbal baliknya dengan sektor ekonomi produktif di
sekitarna,misalnya industri, pertambangan, pertanian dll disamping
kepentingan transport hilir mudik penduduk.

Dalam hal ini supaya jalan itu mempunyai makna ekonomi wilayah dan/atau
negara, dengan lain kata hasil exploatai jalan yang dibangun bisa dapat
menutupi ongkos pembuatan jalan dan jembatan-jembatannya. Kalau tidak
demikian, maka jalan yang dibuat akan berfungsi seperti jalan antara Anyer
ke Panarukan yang dibuat oleh gubernur jenderal Dandeals atau seperti
digambarkan dalam film The bridge over river Kwai” yaitu untuk kepentingan
operasi militer.


Jalan-jalan yang dibuat seperti di pulau Jawa memenuhi syarat
infrastruktur, karena pulau Jawa seperti diketahui adalah pusat kegiatan
perekonomian NKRI, disana sini terdapat berbagai sektor industri dan
pertanian, selain itu penduduknya banyak.


Kurang lebih demikian.



https://bisnis.tempo.co/read/1157411/kwik-kian-gie-keuangan-negara-era-jokowi-terbebani-infrastruktur/full&view=ok
*Kwik Kian Gie: Keuangan Negara Era Jokowi Terbebani Infrastruktur*

Reporter:
*Bisnis.com*

Editor:
*Rr. Ariyani Yakti Widyastuti*

Kamis, 20 Desember 2018 19:30 WIB

[image: Kwik Kian Gie. Dok.TEMPO/ Usman Iskandar]
<https://statik.tempo.co/data/2017/10/09/id_653734/653734_720.jpg>

*Kwik Kian Gie. Dok.TEMPO/ Usman Iskandar*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Kwik Kian Gie
<https://bisnis.tempo.co/read/1126020/prabowo-sebut-kader-pdip-kwik-kian-gie-jadi-penasihat-ekonominya>
menilai
pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi telah membangun
infrastruktur secara masif tapi tidak memperhitungkan kemampuan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dalam mendanai proyek tersebut.
Akibatnya, menurut ekonom senior tersebut, keuangan negara semakin
terbebani.

*Baca:* Kekecewaan Kwik Kian Gie ke Jokowi Berawal dari Buku
<https://bisnis.tempo.co/read/1127684/kekecewaan-kwik-kian-gie-ke-jokowi-berawal-dari-buku>

Kondisi perekonomian nasional, menurut Kwik, semakin diperparah dengan
makin merajalelanya praktik-praktik korupsi oleh para penyelenggara negara.
Ia yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan
Industri (Ekuin) ini menilai pembangunan infrastruktur yang digencarkan
oleh pemerintahan Jokowi tidak tepat waktu.

Kwik menilai pembangunan infrastruktur ini juga terlihat main hantam saja
tanpa memperhitungkan berbagai aspek. Ia mencontohkan pembangunan ruas
jalan di Papua yang sangat bagus dan menelan biaya sangat besar tercatat
hanya dilalui oleh kendaraan dalam jumlah sedikit, sekitar 500 unit dalam
sehari.


"Memang terlihat pembangunannya luar biasa. Tetapi keuangan negara sangat
terbebani oleh utang-utang untuk mendanai proyek-proyek tersebut," ujar
Kwik, dalam Diskusi Rabu Biru bertemakan Nestapa Ekonomi 2018 di Media
Center Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 19
Desember 2018. "Pembangunan infrastruktur ini dilakukan dalam waktu yang
tidak tepat."

Selain Kwik Kian Gie, tampil juga dalam diskusi publik dalam acara diskusi
Rabu malam lalu adalah Fuad Bawazier dan pelaku usaha Rifda Ammarina. Fuad
Bawazier yang dulu pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan kini merupakan
anggota Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan selama Pemerintahan
Jokowi - Jusuf Kalla selama empat tahun belakangan ini sudah membangun
jalan tol sepanjang 671 kilometer. Sementara bila dibandingkan dengan di
masa orde baru, 216 kilometer jalan tol yang terbangun


Hal tersebut, kata Luhut, menunjukkan bahwa pemerintah berupaya
melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat
pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sementara pada 2019, Presiden Jokowi akan
memfokuskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk mengimbangi
pembangunan infrastruktur saat ini. "Pembangun infrastruktur dan SDM harus
seimbang supaya saling mengisi," katanya.

*Baca: *

Luhut melanjutkan, pembangunan jalan tol sangat penting karena dapat
memangkas biaya logistik dan pada akhirnya menekan laju inflasi daerah.
"Kalau jalan tol tidak ada, harga pangan naik karena biaya transportasi
mahal. Jadi infrastruktur itu merupakan hal yang sangat vital dalam suatu
negara supaya ekonominya maju," ucapnya.

*BISNIS | ANTARA*

Kirim email ke