----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: GELORA45 <[email protected]>Terkirim:
Jumat, 21 Desember 2018 17.20.47 GMT+1Judul: [GELORA45] Bos Freeport McMoRan
Buka-Bukaan Soal Divestasi!
sekarang Indonesia melalui Inalum dan pemerintah provinsimemiliki 51% saham PT
FI.
Kami berkomitmen membangun smelter tersebut dan dibawah ketentuan IUPK kami
berkomitmen menyelesaikannya dalam lima tahun.
Sekarang kami mendapatkejelasan bahwa kami akan berhak beroperasi hingga 2041
Kami sekarang memiliki IUPKdan ketentuan IUPK akan memberi hak operasional dan
hak perpanjangan.
---
Simak, Bos Freeport McMoRan Buka-Bukaan Soal Divestasi!
News - AnastasiaArvirianty, CNBC Indonesia 21 December2018 18:55
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah polemik panjang selamabertahun-tahun, PT
Freeport Indonesia resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi,Jumat (21/12/2018)..
Upaya divestasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo telah membuahkan
hasildengan ditandatanganinya dokumen dan pelunasan transaksi tersebut di
penghujungtahun ini. Indonesia melalui PT Inalum (Persero) kini resmi menguasai
51% sahamPT Freeport Indonesia.
Penandatanganan dokumen penyelesaiantransaksi ditandatangani oleh Direktur
Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin danCEO Freeport McMoRan Richard Adkerson di
kantor Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral (ESDM) hari Jumat.
Dalam konferensi pers di kantor kementerian setelah sebelumnya bertemu
denganJokowi di Istana Negara, Adkerson mengungkapkan rasa terima kasihnya
kepadasemua pihak yang terlibat dalam proses panjang divestasi perusahaan
yangmemiliki cadangan emas terbesar dunia itu.
"Ini adalah hari baru, ini adalah kerja sama baru dan tidak ada hal lainselain
hal-hal positif yang terjadi dari ini semua," ujarnya.
"Setelah bertahun-tahun kontroversi dan semuanya, kami akhirnyamenyelesaikan
ini semua," tambahnya.Berikut adalah pernyataan lengkapAdkerson.
Makna dari transaksi ini,dirangkum dengan sederhana, adalah ini konsisten
dengan heads of agreement,atau kesepakatan kerangka kerja yang kami umumkan 18
bulan lalu. Benar-benarbelum mengubah struktur dasar, dan rumit untuk
merundingkan seluruh aspeknegosiasi.
Dan saya ingin memulaidengan mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Minerba dan
seluruh staf ESDM danorang-orang di pemerintahan yang telah bekerja dengan
sangat tekun dan kerasbersama kami.
Ini situasi yang sangatkompleks, seperti yang Anda tahu, dan perundingannya
menghabiskan waktu yangpanjang. Namun, di sinilah kita hari ini dengan
penyelesaian yang sukses untukproses ini.
Dan di inti mendasarnya adaempat aspek dalam transaksi ini. Pertama, kami telah
melakukan serangkaianlangkah sehingga sekarang Indonesia melalui Inalum dan
pemerintah provinsimemiliki 51% saham PT FI.
Joint venture sebelumnyaantara PT FI dan Rio Tinto berakhir dan Rio Tinto telah
menjual seluruhkepemilikannya.
Presiden juga sangat jelaskepada saya bahwa itulah tujuan utama dari seluruh
transaksi ini.
Kedua, pemerintah berkerassmelter baru harus dibangun. Kami berkomitmen
membangun smelter tersebut dan dibawah ketentuan IUPK kami berkomitmen
menyelesaikannya dalam lima tahun.
Dan Inalum akan mendapat hakuntuk mengekspor produksi yang tidak disalurkan ke
Smelter Gresik yang sudahada.
Dari posisi pemerintah 51%smelter, dari posisi Freeport kami perlu mendapat
kejelasan terkait hak operasikami.
Sekarang kami mendapatkejelasan bahwa kami akan berhak beroperasi hingga 2041
dan kami perlumendapatkan stabilitas dalam hal keuangan dan hukum yang
menentukan operasionalkami. Melalui IUPK ini, kami akan mencapai seluruh tujuan
tersebut. Dan inijelas hasil dari kesepakatan itu.
Kontrak Karya kami, yangdibuat di 1991, dihapuskan, tidak ada lagi kontrak.
Kami sekarang memiliki IUPKdan ketentuan IUPK akan memberi hak operasional dan
hak perpanjangan.
Kami sekarang memilikiInalum sebagai rekan, ini akan menjadi keuntungan besar
bagi operasionalkarena ini akan benar-benar menjadi pengambilalihan bersama
oleh pemerintahatau Indonesia melalui Inalum dan Freeport, dengan pemerintah
mendapatkan lebihbanyak keuntungan finansial dibandingkan apa yang mereka
dapatkan di bawahketentuan Kontrak Karya. Jadi, akan ada manfaat yang lebih
besar bagi masyarakatIndonesia dan Papua.
Kami yakin kami akanmemiliki operasi yang stabil karena kerja sama ini dan itu
akan menjadi kabarbaik bagi para pekerja kami dan baik bagi orang-orang dan
komunitas di sekitartambang kami, masyarakat Indonesia, dan Papua secara umum.
Jadi, ini adalah hari baru,ini adalah kerja sama baru dan tidak ada hal lain
selain hal-hal positif yangterjadi dari ini semua. Setelah bertahun-tahun
kontroversi dan semuanya, kamiakhirnya menyelesaikan ini semua.
(prm/gus)