Kesinambungan Tiongkok dalam Pelaksanaan Cetak Biru Pembangunan

http://indonesian.cri.cn/20181222/f2996f6d-2faa-79d2-a571-80e31079bcae.html
2018-12-22 11:04:27

Bertepatan dengan peringatan 40 tahun reformasi dan keterbukaan Tiongkok, masyarakat internasional beramai-ramai bertanya apa yang dilakukan Tiongkok sehingga bisa menciptakan “keajaiban manusia”. Kesimpulannya terutama berfokus pada inovasi, keberanian, penyempurnaan diri sendiri, serta rajin bekerja dan kecerdasan. Akan tetapi, mereka mengabaikan satu poin yang penting, yakni kesinambungan dan kebulatan hati Tiongkok dalam melaksanakan cetak biru pembangunan ekonomi, yang pada akhirnya menjamin Tiongkok dapat berjalan jauh dan mantap dalam perjalanan menuju targetnya yang ditetapkan.

Reformasi dan keterbukaan Tiongkok berawal dari reformasi di pedesaan. Cetak biru Tiongkok mengenai reformasi pedesaan bertarget yang jelas, yakni membangkitkan produksi, melestarikan lingkungan, menertibkan sosial dan menyejahterakan rakyat.

Langkah keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar dimulai di kota Shenzhen dan sejumlah kota lainnya di Provinsi Guangdong. Mereka merintis keterbukaan regional satu per satu. Dari pengolahan bahan mentah bagi perusahaan asing sampai pusat inovasi global saat ini, Shenzhen dan Shanghai serta kota-kota lainnya terus meningkatkan reformasi ekonomi dan metropolitan Tiongkok di tengah keterbukaan. Belum lama yang lalu, Presiden Xi Jinping sekali lagi melakukan inspeksi ke Shenzhen dan berpesan: Langkah reformasi dan keterbukaan Tiongkok untuk selama-lamanya tidak akan berhenti! Tiongkok pada 40 tahun kemudian pasti akan mencapai hasil baru yang mengagumkan bagi dunia!

Reformasi pedesaan dan kota adalah dua aspek reformasi penting dalam proses 40 tahun yang lalu, di mana pemerintah pusat melaksanakan satu per satu Repelita sebagai cetak biru yang menjamin perkembangan stabil di seluruh negeri.

Mengapa Tiongkok bisa menyelamatkan diri dari jurang bangkrut dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia? Ternyata Tiongkok memiliki daya kuat dan kebulatan hati dalam pelaksanaan cetak birunya untuk terus mendorong maju reformasi dan keterbukaan.

Reformasi dan keterbukaan Tiongkok sudah berlangsung selama 40 tahun tanpa berhenti. Kesinambungan itu adalah berkat sistem unggul yang dijalankan di Tiongkok. Hal itu tampaknya semakin berharga lebih-lebih di tengah lingkungan internasional yang penuh ketidakpastian.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke