Korban jiwa akibat tsunami Selat Sunda capai 281
Senin, 24 Desember 2018 09:54 WIB
Korban jiwa akibat tsunami Selat Sunda capai 281
Warga korban tsunami mendapat perawatan di Pukesmas Pagelaran,
Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). (ANTARA FOTO/Basarnas)
Jakarta (ANTARA News) - Tsunami yang pada 22 Desember malam melanda
kawasan sekitar Selat Sunda menurut data Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) pada Senin pukul 07.00 WIB telah menyebabkan 281 orang
meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 warga
mengungsi di Pandeglang dan Serang di Banten; serta Lampung Selatan,
Tanggamus dan Pesawaran di Lampung.
Menurut siaran pers BNPB, bencana itu juga menyebabkan kerusakan 611
rumah, 69 hotel-vila, 60 warung-toko, dan 420 perahu-kapal di
daerah-daerah tersebut.
"Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda.
Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak
jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain," kata Kepala
Pusat Data Informasi da Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Di Kabupaten Pandeglang, bencana itu menyebabkan 207 orang meninggal
dunia, 755 orang luka-luka, tujuh orang hilang, dan 11.453 orang
mengungsi. Tsunami juga merusak 611 rumah, 69 hotel dan vila, 60 warung
makan dan toko, 350 perahu/kapal rusak, dan 71 kendaraan di wilayah
tersebut.
Tsunami berdampak pada 10 kecamatan di Pandeglang. Kerusakan paling
banyak terjadi di daerah pesisir Pantai Carita, Pantai Panimbang, Pantai
Teluk Lada, Sumur, dan Tanjung Lesung.
"Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel
Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo," kata Sutopo.
Di Kabupaten Serang tsunami tercatat menyebabkan 12 orang meninggal
dunia, 30 orang luka-luka dan 28 orang hilang, juga kerusakan fisik yang
masih dalam pendataan.
Sementara di Kabupaten Lampung Selatan tsunami tercatat mengakibatkan 60
orang meninggal dunia, 230 orang terluka-luka, 22 orang hilang dan 30
rumah rusak berat.
Bencana itu juga singgah di Kabupaten Tanggamus, menyebabkan satu orang
meninggal dunia, empat rumah rusak berat, dan 70 perahu rusak. Tsunami
juga menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka-luka, 231
orang mengungsi, 134 rumah rusak dan 14 perahu rusak di Kabupaten Pesawaran.
Sutopo mengatakan kemungkinan jumlah korban dan kerusakan masih bisa
bertambah mengingat pendataan belum menjangkau seluruh daerah terdampak.
Petugas pun sampai sekarang masih melanjutkan pendataan.
Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Sosial, Kementerian
Kesehatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat pemerintah daerah, lembaga
swadaya masyarakat, sukarelawan dan warga masih melakukan penanganan
darurat pascabencana.
Alat berat termasuk tujuh ekskavator, 12/dump//truck/, dan
dua/loader/dikerahkan untuk mendukung evakuasi. Selain itu satu
ekskavator, satu/dozer/, satu/loader/, satu/grader/, dua tronton, dan
empat/dump truck/juga sedang dimobilisasi ke daerah terdampak bencana.
"Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Diduga
masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan dan material
yang dihanyutkan tsunami. Pos kesehatan, dapur umum, dan pengungsian
didirikan di beberapa tempat. Bantuan logistik terus disalurkan," kata
Sutopo.
*Baca juga:
LAPAN siapkan citra satelit untuk mendukung evakuasi korban tsunami
<https://www.antaranews.com/berita/780812/lapan-siapkan-citra-satelit-untuk-mendukung-evakuasi-korban-tsunami>
2.500 korban tsunami mengungsi di kantor gubernur Lampung
<https://www.antaranews.com/berita/780792/2500-korban-tsunami-mengungsi-di-kantor-gubernur-lampung>*
Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Maryati
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com