Rizal Ramli Sebut Saham Freeport Tak Perlu Dibeli Dengan Uang Pinjaman 
https://nusantaranews.co/rizal-ramli-sebut-saham-freeport-tak-perlu-dibeli-dengan-uang-pinjaman/
 
 
 Published
 9 hours ago  on
 December 26, 2018
 By
 Eriec Dieda https://nusantaranews.co/author/eriec/ 


 

 Presiden RI Joko Widodo di kawasan Freeport, Papua. (FOTO: Istimewa)

 NUSANTARANEWS.CO https://nusantaranews.co/, Jakarta – Ekonom senior Rizal 
Ramli https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramli menyoroti divestasi 50 persen 
saham Freeport https://nusantaranews.co/?s=saham+Freeport oleh pemerintahan 
Joko Widodo (Jokowi).
 Rizal Ramli  https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramlimengungkapkan bahwa setiap 
kontrak pertambangan yang habis berlakunya wajib dikembalikan ke pemerintah 
Indonesia https://nusantaranews.co/?s=pemerintah+Indonesia.
 “Pak Jokowi menerima pengembalian Blok Mahakam 
https://nusantaranews.co/?s=Blok+Mahakam dari Total Perancis tahun 2015, dan 
Blok Rokan https://nusantaranews.co/?s=Blok+Rokan di Riau dari Chevron, 
perusahaan AS. Kemudian memberikan hak pengelolaannya kepada Pertamina 
https://nusantaranews.co/?s=Pertamina. Langkah itu sangat tepat dan bagus,” 
kata Rizal Ramli https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramli, Jakarta, Rabu 
(26/12/2018).
 Baca juga: Divestasi 51 Persen Saham Freeport dan Kisah Perjuangan Evo Morales 
https://nusantaranews.co/divestasi-51-persen-saham-freeport-dan-kisah-perjuangan-evo-morales/
 Soal Freeport https://nusantaranews.co/?s=Freeport, kata eks Menko Kemaritiman 
https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramli ini, seharusnya berlaku pola yang sama. 
Yakni, dikembalikan dulu 100 persen gratis kepada Indonesia tahun 2021.
 “Kemudian kontraktor bisa ditunjuk BUMN https://nusantaranews.co/?s=BUMN 
bekerjasama dengan Freeport https://nusantaranews.co/?s=Freeport atau Rio Tinto 
https://nusantaranews.co/?s=Rio+Tinto. Tidak perlu dibeli 51 persen dengan 
ribet dan uang pinjaman yang berisiko tinggi,” paparnya.
 Rizal Ramli https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramli menjelaskan, kontrak 
pertama dengan Freeport https://nusantaranews.co/?s=Freeport di daft oleh US 
AID, diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Profesor Mohammad Sadli.
 Sedangkan kontrak kedua Freeport https://nusantaranews.co/?s=Freeport yang 
sangat merugikan Indonesia ditandatangani tahun 1991 oleh Ginanjar 
Kartasasmita, Menteri Pertambangan saat itu. Lalu mengapa Indonesia banyak 
dirugikan oleh kontrak-kontrak dengan asing?
 “Karena kontrak-kontrak tersebut di draft oleh orang asing seperti kontrak 
Freeport https://nusantaranews.co/?s=Freeport 1 & 2, Letter of Intent IMF. 
Pejabat yang katanya hebat-hebat bergelar prof tinggi tanda tangan. Mohon maaf, 
RR https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramli (Rizal Ramli 
https://nusantaranews.co/?s=Rizal+Ramli -red) satu-satunya pejabat yang 
men-draft revisi LOI tahun 2001,” pungkasnya.
 (gdn/wbn)
 
 Editor: Gendon Wibisono

Kirim email ke