Prabowo dan Agama
*Oleh: Emmy Hafild*
http://redaksiindonesia.com/read/prabowo-dan-agama.html*
*
Posisi saya sebenarnya agama seseorang tidak menjadi penentu buat saya
untuk memilih seseorang untuk menjadi pemimpin. Melihat Prabowo
dipersoalkan kemampuannya sholat, membaca Al-Qur’an atau menjadi Imam
itu juga saya tidak peduli. Ketika beredar video dan foto Prabowo
berjoget ria dalam acara perayaan Natal, saya juga berfikiran “so what?”.
Saya juga tidak heran misalnya ketika melihat video, seorang Prabowo,
yang mengikuti ritual Natal agama Nasrani dengan menyalakan lilin dan
menyanyikan lagu-lagu rohani, yang nota bene adalah bagian dari ritual
agama Kristen, menurut teman saya yg Kristen.Tetapi membuat tak urung
saya bertanya-tanya juga: Prabowo Kristen atau Islam yg ultra moderat?
Tetapi kemudia saya sadar, apa hak saya dan kita semua menghakimi ke
Islaman Prabowo? Sama seperti apa hak orang menghakimi ke Islaman saya
karena saya tidak pakai jilbab?
Bagi saya, dan saya percaya ini berlaku bagi publik di negara manapun,
untuk memilih pemimpin, yang paling penting adalah karakter seseorang.
Pemimpin yang baik bagi saya adalah yang jujur, bekerja keras, memberi
perhatian detil pada pekerjaannya untuk menjamin kesuksesan, secara
“genuine” peduli pada rakyatnya, terutama yang dari kelompok lemah,
terbuka, transparan, sederhana, rendah hati, “acessible” dan mampu
menyelesaikan konflik. Yang paling penting dari semua karakter adalah
sikap yang demokratis, yang terbuka pada kritikan dan masukan, bergerak
dalam koridor hukum, bahkan menghormati oposisi. Agama seharusnya tidak
jadi faktor penentu.
Menjadi masalah besar soal agama ini apabila hal itu dijadikan alat
untuk meraih kekuasaan. Lebih parah lagi, apabila agama seseorang
dimanipulasi sedemikian rupa, seolah-olah Calon Pemimpin itu merupakan
simbol dari agama tertentu. Prabowo sudah dan sedang dijadikan simbol
agama Islam sejak Pilpres tahun 2014 berlanjut ke Pilgub DKI 2017 sampai
sekarang oleh kelompok Ultra kanan dan radikal, yang kita tahu siapa mereka.
Prabowo tahu bahwa dijadikannya dia menjadi seolah-olah simbol Islam
adalah kebohongan publik yang luar biasa. Tampilan dia yang tidak bisa
baca Al-Qur’an, salam Islam yang dia ucapkan belepotan, yang menyebabkan
dia tidak mampu jadi Imam, bukanlah tampilan seorang simbol Islam
seperti yang dimengerti publik. Oleh karena itu dia marah waktu ditanya
ulama apakah dia mampu baca Al-Qur’an atau tidak dan apakah dia mampu
jadi Imam dalam sholat berjamaah. Dia marah dan mengatakan bahwa dia
bukan santri, dia tidak belajar Islam di pesantren, ada orang yang lebih
baik dari dia, apa salahnya orang lain yang jadi Imam sholat? Dia
berteriak: Kenapa itu jadi persoalan?
Bagi saya dan bagi publik Indonesia, yang menjadi persoalan seharusnya
bukanlah Prabowo yang tidak bisa baca Al-Qur’an sehingga tidak bisa
menjadi Imam, atau mengikuti ritual kebaktian agama Kristen, tetapi
kebohongan publik yang Dia ciptakan dengan membiarkannya menjadi simbol
Islam dan menuduh lawannya anti Islam. Dia memanipulasi agama untuk
memenangkan pertarungan menjadi Presiden.
Persoalan terbesar dari semua cara Prabowo untuk meraih kekuasaan
Presiden adalah dengan menghalalkan segala cara. Bahkan dia menutup mata
bahwa cara-cara yang dia pakai menjadikan bangsa kita terpecah belah,
antar umat beragama diadu domba, dan umat sesama agama pun diadu domba.
Saya khawatir ramalannya bahwa Indonesia akan punah tahun 2030 justru
akan menjadi kenyataan, tapi bukan karena kalau Jokowi kembali menjadi
Presiden, tetapi apabila Prabowo memenangkan Pilpres dengan cara-cara
yang dia lakukan sekarang.
Prabowo, yang ultra moderat, barangkali berfikir bahwa suatu saat
apabila dia memenangkan pertarungan kursi Presiden, dia akan mampu
mengendalikan kelompok ultra kanan yang dia jadikan kenderaan untuk
tidak melaksanakan agenda mereka : menjadikan Indonesia sebuah khilafah
dan mengganti dasar-dasar negara kita dan menerapkan syariat agama
tertentu. Mana mungkin seorang yang ultra moderat Islam membiarkan hal
itu terjadi? Ini yang sekarang berusaha ditampilkan oleh
pendukung-pendukungnya dengan mengeluarkan videonya mengikuti perayaan
Natal itu untuk meyakinkan publik bahwa dia bukanlah seorang yang ultra
kanan.
Seorang aktifis perempuan teman saya yang berada di kubu Prabowo pernah
mengatakan bahwa strategi dia adalah sebaiknya bergabung dengan suatu
kekuatan yang tidak bisa dilawan, lalu kemudian pimpinlah kekuatan itu
untuk dikendalikan. Mungkin ini salah satu halusinasi Prabowo yang dia
camkan ke pendukung moderatnya, untuk memimpin Indonesia dengan
memanfaatkan kelompok agama ultra kanan itu.
Apakah Prabowo mampu mengendalikan kelompok ultra kanan dan radikal
apabila dia menjadi Presiden? Apakah Prabowo yakin, bahwa gerakan yang
sedang dia kendarai saat ini akan tunduk pada dia dan tidak akan
memindahkan dukungannya kepada seseorang lain, (yang saat ini belum
kelihatan), untuk terus menggulirkan agenda mereka? Apakah tuduhan yang
sama kepada Jokowi sekarang sebagai anti Islam dan kriminalisasi ulama
tidak akan dikenakan kepada Prabowo apabila dia berusaha mengendalikan
kekuatan penghancur NKRI ini?
Bagi saya dan publik Indonesia, jelas bahwa Prabowo adalah seorang
Machiavelis, dia tidak malu-malu berbohong, dia tidak segan-segan
memanipulasi agama, bahkan mungkin membelakangi imannya sendiri, demi
memenangkan pertarungan kekuasaan. Dugaan saya, berdasarkan rekam
jejaknya, yang menghalalkan segala cara, dia tidak akan segan-segan
melakukan kekerasan termasuk menculik dan menyiksa orang-orang yang
kritis, dia akan melakukan cara yang sama yang dilakukan Orde Baru untuk
mempertahankan kekuasaan dan melemahkan kekuatan-kekuatan yang melawan
dia. Itu adalah gambaran yang hampir pasti terjadi apabila Prabowo
menjadi Presiden. Karakternya yang Machiavelis akan menjadi karakter ke
Presidenannya.
Jadi, bagi kelas menengah Indonesia, yang saat ini belum menentukan
pilihan, pelajari karakter Calon Presiden kita. Jatuhkan pilihan pada
seseorang yang sudah terbukti jujur, sederhana, terbuka, aksesibel,
demokratis, pekerja keras, mampu memberikan perhatian pada hal-hal detil
dan genuinely peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Jangan salah pilih,
karena kucing sudah diluar karung ...
Jakarta, 29 Des 2018.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com