Sebut Akuisisi Freeport Bahaya Bagi RI, Said Didu pun Dicopot 
https://www.cnbcindonesia.com/news/20181229080209-4-48412/sebut-akuisisi-freeport-bahaya-bagi-ri-said-didu-pun-dicopot
 NEWS - Redaksi, CNBC Indonesia
  

 29 December 2018 08:10
 

 Foto: Said Didu (Detikcom)
 
 
 Jakarta, CNBC Indonesia - Pencopotan Said Didu 
https://www.cnbcindonesia.com/tag/said-didu sebagai komisaris di PT Bukit Asam 
Tbk (PTBA) https://www.cnbcindonesia.com/tag/ptba memunculkan banyak spekulasi. 
Salah satu dugaan kuat adalah terkait sikap kritis Said terkait akusisi 51% 
saham PT Freeport Indonesia oleh pemerintah.

Saat ditanyakan soal itu, Said mengakui dirinya punya pandangan berbeda terkait 
akuisisi Freeport. Pasalnya, ada potensi menimbulkan permasalahan bagi PT 
Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dalam jangka pendek. 

Inalum dinilai tidak memiliki keuangan yang cukup untuk membayar utang baik 
pokok dan bunga.
 
 
 Baca:Said Didu Buka Suara: Bahaya Bagi Inalum Akuisisi Freeport! 
https://www.cnbcindonesia.com/market/20181228154000-17-48346/said-didu-buka-suara-bahaya-bagi-inalum-akuisisi-freeport


 

"Untuk membeli 51% saham Freeport, Inalum sudah utang US$ 4 miliar. Lalu Inalum 
akan pinjam lagi untuk membangun smelter dan tambang bawah tanah. Dengan 
kondisi seperti ini, pada 2019 Inalum berpotensi mengalami kesulitan keuangan," 
kata Said kepada CNBC Indonesia, Jumat (28/12/2018).

Jika kondisi seperti ini, lanjut Said, ada kemungkinan Inalum akan meminta 
porsi dividen yang lebih tinggi kepada anak usaha seperti, PT Aneka Tambang Tbk 
(ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS). 

"Ujung-ujungnya, dividen untuk setoran ke negara menjadi berkurang karena 
membayar utang," kata Said.

Menurut Said, transaksi pembelian 51% saham tersebut cenderung menguntungkan 
Freeport McMoRan. Apa saja yang keuntungang yang didapat Freeport, Said 
menguraikan:
* Mendapatkan kepastian operasi hingga 2041
* Dapat uang tunai US$ 4 miliar dari penjulan 51% saham
* Mendapatkan kepastian pengelolaan tambang
* Mendapat Kepasatian pajak
* Denda atas kerusakan lingkungan hidup tidak dikenakan

"Sementara, pemerintah Indonesia tidak mendapatkan keuntungan maksimal dari 
pembelian Freeport. Jadi kita jangan euforia sesaat saja," kata Said.

Sederet masalah yang disebutkan Said Didu tersebut membuat dirinya harus ikhlas 
merelakan jabatan Komisaris di Bukit Asam. 

Dicopot Menteri Rini?

Said Didu dicopot tanpa alasan yang jelas. Dan memang pencopotan dilakukan oleh 
Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Menurut saya ini hak dari otoritas pemegang saham. Kementerian BUMN," kata 
Dirut PTBA Arviyan Arifin saat berbincang dengan CNBC Indonesia TV.

Menanggapi hal ini Said Didu justru bingung. Said Didu mengatakan, berdasarkan 
UU BUMN, seseorang yang dicopot dari jabatannya sebagai komisaris, harus diberi 
tahu alasannya. "Saat saya diberi tahu belum ada alasannya," kata Said yang 
dihubungi langsung oleh CNBC Indonesia TV.

Secara rinci, perseroan mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai 
Komisaris Independen menggantikan Johan O Silalahi serta mengangkat Taufik 
Madjid dan Jhoni Ginting sebagai Komisaris menggantikan Purnomo Sinar Hadi dan 
Muhammad Said Didu. 

Dalam cuitannya di Media Sosial Twitter, Said Didu memang mengakui ada yang 
tidak sejalan. Ia pun menumpahkannya melalui media sosial.

"Sesuai keputusan RUPSLB PTBA hari ini saya diberhentikan sbg Komisaris PTBA 
dengan alasan saya sudah TIDAK SEJALAN dg pemegang saham Dwi Warna (Menteri 
BUMN)," kata Said Didu.


 Baca:Siapa Said Didu dan Kenapa Tiba-Tiba Dicopot dari Bukit Asam? 
https://www.cnbcindonesia.com/market/20181228114242-17-48306/siapa-said-didu-dan-kenapa-tiba-tiba-dicopot-dari-bukit-asam



(dru)

Kirim email ke