Xi Jinping Ceritakan Tiongkok Dengan Dunia
http://indonesian.cri.cn/20181229/3e56859b-fb1e-8ccb-874e-ff15d410658a.html
2018-12-29 15:46:18
Tahun 2018, dunia mengalami “perubahan besar tak pernah ada selama 100
tahun”. Dalam perubahan besar ini, Tiongkok juga menemui berbagai
tantangan dan risiko baru. Tahun ini, diplomasi Tiongkok maju secara
mantap dan tegas menurut arah yang sudah ditentukan. Meninjau kembali
tahun ini, marilah kita bersama-sama mendengarkan Presiden Tiongkok, Xi
Jinping menceritakan hubungan Tiongkok dengan dunia.
Pada tanggal 9 Januari 2018, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan
pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron adalah
pemimpin negara lain yang pertama mengadakan kunjungan ke Tiongkok pada
tahun 2018, juga merupakan pemimpin negara Eropa yang pertama mengadakan
kunjungan ke Tiongkok sesudah Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis
Tiongkok (PKT). Mengenai pandangan Tiongkok atas situasi internasional,
Xi Jinping menyatakan, “Dunia internasional sedang mengalami perubahan
yang mendalam dan rumit dan tak pernah ada sebelumnya, hubungan berbagai
negara semakin ditingkatkan, kecenderungan damai dan pembangunan tidak
dapat diubah. Sementara itu, ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam
situasi internasional menjadi semakin menonjol, masyarakat umat manusia
menghadapi sejumlah tantangan bersama.”
Di depan Kongres Nasional Ke-19 PKT, Xi Jinping mengajukan pembangunan
hubungan internasional tipe baru dan pembangunan komunitas senasib
sepenanggungan umat manusia, itulah target diplomasi negara besar yang
berkarakteristik Tiongkok pada era baru.
Tahun 2018 adalah genap 40 tahun dilaksanakannya kebijakan reformasi dan
keterbukaan di Tiongkok. Pada April, event diplomatik pertama yang
diadakan di Tiongkok, yaitu Sidang Tahunan 2018 Forum Asia Boao digelar.
Xi Jinping di depan upacara pembukaan sidang itu memberi komitmen
Tiongkok kepada dunia. Dikatakannya, “Tiongkok mempertahankan
keterbukaan sebagai kebijakan pokok, mempertahankan pembangunan dengan
membuka pintu. Saya ingin menegaskan bahwa pintu keterbukaan Tiongkok
tidak akan ditutup, hanya akan dibuka lebih besar!”
Meningkat keterbukaan adalah kata yang sering disebut dalam ajang
diplomatik bilateral dan multilateral, juga merupakan melodi utama
diplomasi Tiongkok. Pada bulan November, Ekspo Impor Internasional
Tiongkok (CIIE) pertama berhasil diadakan di Shanghai. Itulah pameran
tingkat nasional pertama yang bertema impor di dunia, telah diikuti oleh
172 negara, daerah dan organisasi internasional serta lebih dari 3600
perusahaan luar negeri. Di depan CIIE, Presiden Xi Jinping mengumumkan
lima langkah penting tentang peningkatan keterbukaan Tiongkok. Tiongkok
sekali lagi memperlihatkan dukungan tegas kepada pembangunan ekonomi
dunia tipe terbuka, dan keinginan Tiongkok untuk membagikan peluang
pembangunan dengan berbagai pihak.
Pada Juli 2018, Xi Jinping mengadakan kunjungan pertama ke luar negeri
dalam tahun ini, Satu Sabuk Satu Jalan sekali lagi menjadi perhatian
berbagai pihak. Di Qatar, Xi Jinping dan Presiden Senegal Macky Sall
bersama-sama menyaksikan penandatanganan MoU kedua negara tentang
pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan. Dengan demikian, inisiatif
Satu Sabuk Satu Jalan sampai ke daerah Afrika Barat.
Selama tahun 2018, terdaapt lebih dari 50 lagi negara dan organisasi
internasional menandatangani dokumen kerja sama Satu Sabuk Satu Jalan
dengan Tiongkok, jumlah total dokumen yang sudah ditandatangani telah
tercatat lebih dari 140 buah. Prinsip dan semangat Satu Sabuk Satu Jalan
telah dicantumkan di dalam dokumen hasil mekanisme kerja sama
internasional yang penting, termasuk PBB, Forum Kerja Sama
Tiongkok-Afrika, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan Konferensi
Asia-Eropa. Selama 5 tahun ini, volume total perdagangan Tiongkok dengan
negara-negara sepanjang Satu Sabuk Satu Jalan telah melampaui 6 triliun
USD, investasi Tiongkok kepada negara-negara tersebut telah melampaui 80
miliar USD, dan telah menciptakan 240 ribu lowongan kerja di
negara-negara tersebut.
Xi Jinping mengatakan, “Sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok telah
memasuki era baru. Sementara itu, status Tiongkok sebagai negara
berkembang terbesar di dunia tidak pernah berubah. Bagaimana pun
Tiongkok berkembang, selalu termasuk negara berkembang, akan selalu
mendukung tegas negara berkembang yang luas, berupaya untuk
mengembangkan Kemitraan yang erat dengan mereka.”
“Membuka situasi baru kerja sama Selatan-Selatan” adalah salah satu
titik terang diplomasi Tiongkok 2018. Pertemuan Beijing Forum Kerja Sama
Tiongkok-Afrika yang diadakan September itu telah dihadiri oleh 40
presiden, 10 perdana menteri dan 1 wakil presiden dari negara-negara
Afrika serta ketua Uni Afrika.
Xi Jinping mengatakan, “Tiongkok bersikap tulus dan bersahabat dalam
kerja sama dengan Afrika, serta memperlakukan Afrika secara setara,
selalu menghormati Afrika, mencintai Afrika dan mendukung Afrika, tidak
mencampurtangani negara-negara Afrika dalam menemukan jalan pembangunan
yang sesuai dengan keadaannya sendiri, tidak mengintervensi urusan dalam
Afrika, tidak memaksakan keinginan sendiri kepada mereka, tidak menambah
prasyarat politik apa pun dalam bantuan kepada Afrika, tidak
mengupayakan keuntungan politik sendiri dalam investasi dan pendanaan
kepada Afrika.”
Menghadapi situasi internasional dan regional yang rumit tahun 2018,
Tiongkok tidak saja memelihara hubungan yang stabil pada umumnya denagn
negara-negara besar, dan juga memperbaiki dan mengembangkan hubungan
dengan negara-negara di sekitar Tiongkok.
Sebagai dua ekonomi besar di dunia, hubungan Tiongkok-Amerika menaruh
perhatian dunia dan berkaitan dengan kepentingan berbagai negara. Pada
malam tanggal 1 Desember, Xi Jinping atas undangan makan malam dan
mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Donald Trump di Buenos
Aires. Xi Jinping menunjukkan, “Tiongkok dan Amerika sebagai dua negara
besar sama-sama memiliki pengaruh penting, dan memikul tanggung jawab
untuk mendorong perdamaian dan kemakmuran. Kerja sama adalah pilihan
yang paling baik. Saya bersedia bertukar pendapat mengenai
masalah-masalah yang telah menjadi perhatian bersama, dan merencanakan
hubungan Tiongkok-Amerika pada periode mendatang.”
Xi Jinping dalam kunjungan terakhirnya ke luar negeri pada tahun 2018
menyatakan kepada media, “Saya dapat merasai keinginan rakyat berbagai
negara atas perdamaian dan kemakmuran dunia, pembangunan dan kemakmuran
negara serta kesejahteraannya sendiri. Meskipun dunia ini tetap
menghadapi berbagai masalah dan tantangan, Tiongkok akan selalu menaati
prinsip yang saling menghormati dan berkonsultasi secara setara,
mempertahankan pembangunan secara damai serta kerja sama dan kemenangan
bersama, akan pula bersama dengan berbagai negara untuk memajukan
perdamaian dunia dan pembangunan bersama seluruh umat manusia.”
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com