https://www.antaranews.com/berita/782727/ekonom-paparkan-
capaian-kinerja-perekonomian-2018
Ekonom paparkan capaian
kinerja perekonomian 2018
Senin, 31 Desember 2018 20:26 WIB
Usulan APBN Jokowi-JK Pengamat ekonomi Sri Adiningsih (kiri) bersama
Arif Budimanta berdiskusi dengan sejumlah pakar ekonomi lainnya di
Jakarta, Senin( 1/9). Pertemuan yang diikuti puluhan pakar ekonomi
tersebut untuk merumuskan usulan APBN capres dan cawapres terpilih
Jokowi-Jusuf Kalla. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Khususnya prestasi ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan sosial,
keadilan ekonomi, dan stabilitas harga.
Jakarta (ANTARA News) - Ekonom Arif Budimanta menilai capaian
pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla di bidang perekonomian
menunjukkan kinerja yang baik khususnya yang berorientasi pada
kesejahteraan sosial, keadilan ekonomi, dan stabilitas harga.
"Di era pemerintahan Presiden Jokowi, harga bahan bakar minyak tidak
lagi timpang, karena sudah satu harga di seluruh Indonesia," kata Arif
yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri
Nasional (KEIN) melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Arif menyebutkan keberhasilan perekonomian lainnya yakni kenaikan harga
yang relatif terjaga. Inflasi hanya di kisaran 3 persen yang menunjukkan
tidak ada gejolak berarti.
Selain itu, pada Maret 2018, tingkat kemiskinan tercatat sebagai yang
terendah sepanjang masa, yaitu 9,82 persen. Begitu juga dengan
pengangguran terbuka yang hanya 5,13 persen.
Menurut Arif, kondisi ini menunjukkan bahwa rakyat semakin sejahtera
karena makin banyak yang bekerja.
Kehidupan warga pun kian terjamin. Pemerintah mendorong program jaminan
sosial. Lebih dari 92 juta warga menerima Kartu Indonesia Sehat yang
dijamin negara.
Layanan kesehatan pun, kata dia, semakin merata dan mudah dijangkau.
Tingkat pendidikan warga semakin baik dengan tingkat harapan lama
sekolah sudah mencapai 12,85 tahun.
Dari sisi pemerataan, proporsi total kekayaan nasional yang dikuasai 1
dan 10 persen warga makin berkurang. Hal ini, ungkap Arif,
memperlihatkan bahwa seluruh transformasi struktural yang dilakukan
pemerintah pada ujungnya mampu menekan konsentrasi penguasaan aset oleh
sekelompok orang.
Bahkan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak lagi ada disparitas yang
tinggi karena implementasi kebijakan BBM Satu Harga. Selain itu, Arif
mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi membuktikan pembangunan
infrastruktur terus dilakukan. Begitu juga dengan pembangunan kawasan
perbatasan yang telah berjalan, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara
Timur dan Papua.
Hal ini sangat bagus untuk jangka panjang karena ekonomi wilayah akan
bergerak positif. Apalagi, lanjutnya, didorong oleh realisasi kebijakan
poros maritim
"Mobilitas warga semakin mudah, ekonomi daerah mulai bergerak dan pada
akhirnya akan menopang kesejahteraan masyarakat sekitar," kata dia.
Dalam rangka mendukung perekonomian rakyat, Presiden Jokowi juga
merealisasikan kebijakan reforma agraria. Dengan demikian, rakyat
memiliki akses terhadap aset, yaitu berupa lahan. Dalam jangka panjang,
kebijakan ini akan membantu rakyat semakin berdaya.
Akses pembiayaan juga terus didorong, misalnya melalui kredit usaha
rakyat dengan suku bunga yang rendah, yaitu 7 persen. Usaha mikro, kecil
dan menengah (UMKM) diharapkan makin berdaya.
Begitu juga dukungan untuk membangun perdesaan, pemerintah terus
meningkatkan alokasi dana desa. Jika pada 2018 sebesar Rp60 triliun,
pada 2019 dianggarkan Rp73 triliun.
*Baca juga: Projo Karya apresiasi kinerja Jokowi bangun Indonesia
<https://www.antaranews.com/berita/781789/projo-karya-apresiasi-kinerja-jokowi-bangun-indonesia>
Baca juga: Presiden umumkan kenaikan tunjangan Babinsa
<https://www.antaranews.com/berita/778397/presiden-umumkan-kenaikan-tunjangan-babinsa>*
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2018
* TAGS:
* Arif Budimanta <https://www.antaranews.com/tag/arif-budimanta>
* Kinerja perekonomian
<https://www.antaranews.com/tag/kinerja-perekonomian>
* Pemerintahan Jokowi-JK
<https://www.antaranews.com/tag/pemerintahan-jokowi-jk>