Pemimpin Sejumlah Negara Fokuskan Pembangunan Negara dan Kerja Sama
Internasional
http://indonesian.cri.cn/20190102/fff5181c-788c-d021-4dfd-b29bf9f7b51f.html
2019-01-02 10:57:15
XINHUA: Menjelang tahun 2019, pemimpin sejumlah negara dalam pesan tahun
baru mereka menyatakan akan aktif menangani tantangan, memajukan
pembangunan negara dan kerja sama internasional, membangun masa depan
yang semakin indah.
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sambutan tahun barunya mengatakan,
jika ingin diri, sanak keluarga dan negara menjadi semakin baik, hanya
dapat mengandalkan sumbangan diri sendiri, saling koordinasi dan upaya
bersama. Rusia masih memiliki serangkaian tugas di bidang ekonomi,
iptek, medis, pendidikan dan kebudayaan perlu diselesaikan, maka perlu
terus melakukan upaya untuk mendorong kemakmuran negara serta
meningkatkan taraf kehidupan rakyat.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Jerman kini sedang menghadapi
masalah-masalah krusial termasuk pengendalian perubahan iklim,
pengontrolan imigran dan pemberantasan terorisme internasional. Jerman
harus menegaskan keyakinan, harus memikul semakin banyak tanggung jawab
internasional demi kepentingannya sendiri. Hanya Jerman bersatupadu dan
bekerja sama dengan negara lain, baru dapat berhasil menangani tantangan
era ini.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengimbau rakyat Prancis memiliki
harapan dan keyakinan terhadap “masa depan kita bersama”. Mengenai
tindakan kekerasan yang baru-baru ini terjadi di Prancis, ia “akan
secara tegas menjaga ketertiban republik”.
Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan harapan agar Inggris yang
pecah belah oleh karena referendum “Brexit” itu dapat membentuk hubungan
baru yang kuat dengan negara tetangga di Eropa pada tahun 2019.
Perdana Menteri Australia Scott John Morrison menyatakan, ekonomi
Australia tahun lalu adalah kuat, telah mendukung reformasi dalam negeri
Australia yang meningkakan kesejahteraan rakyat.
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mengatakan, pewujudan
denuklirisasi Semenanjung Korea adalah pendirian tegas partai dan
pemerintah Korea Utara. Untuk itu, pihak penguasa Korea Utara tidak
menbikin atau mencoba senjata nuklir , tidak menggunakan atau
memproliferasi senjata nuklir. Ia menyatakan kesdiaannya untuk
mengadakan lagi pertemuan dengan Presiden Amerika Donald Trump.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan, ia akan berupaya
mewujudkan “perdamaian ireversibel” di Semenanjung Korea, agar bonus
perdamaian dapat menyejahterakan semua orang.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dalam pesan tahun barunya mengatakan,
masalah paling besar yang dihadapi Jepang tahun ini adalah penuaan.
Selain itu, hubungan Jepang-Tiongkok akan memasuki era baru pada tahun 2019.
Presiden El Salvador, Salvador Sanchez Ceren menyatakan, penggalangan
hubungan diplomatik El Salvador-Tiongkok telah membuka pintu peluang
yang penting demi pembangunan negaranya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com