Rhttps://m.facebook.com/photo.php?fbid=754014638324848&id=100011489570980&set=gm.1028051934062802&source=57&refid=18&__tn__=EH-R
Citra Dewi > Ranah Minang MendukungPemerintahan Republik Indonesia . 30 nov.. 2018 Mohon dibaca sampai selesai, semoga kita dapat hikmahnya di Hari Jum'at YangPenuh Berkah Ini. MUNAFIK . . . ! "Isu utama di Indonesia sekarang adalahmaraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium 4," sebutprabowo. "MENEPUK AIR DIDULANG, TERPERCIK MUKASENDIRI". Berkacalah Dengan Fakta Sejarah, Jangan TerusMenerus Sembarangan Ngomong ! MENGAPA BUNG KARNO DILENGSERKAN DENGAN CARAFITNAH YANG SANGAT KEJI, DAN MENGAPA JOKOWI JUGA DIPERLAKUKAN SAMA DENGANFITNAH-FITNAH YANG SANGAT KEJI JUGA ? Ini Jawabannya: Bung Karno dilengserkan dengan fitnah yangsangat keji untuk mengkorupsi/merampok kekayaan alam Indonesia, Jokowi diserangdengan fitna-fitnah keji juga harus dilengserkan dengan segala cara untukmengamankan hasil korupsi/rampokan, sebab Jokowi adalah orang yang bersih danbukan bagian dari kejahatan masa lalu dan sekarang. Ini Penjelasan Fakta Sejarahnya: Suharto yang telah sukses mengkudeta BungKarno, mengirim satu tim ekonomi yang terdiri dari Prof.Dr SoemitroDjojohadikusumo, Prof. Dr Sadli dan sejumlah profesor ekonomi lulusan Berkeley UniversityAS. Sebab itu tim ekonomi ini juga disebut sebagai ‘Berkeley Mafia’ ke Swiss.Mereka hendak menggelar pertemuan dengan sejumlah konglomerat Yahudi dunia,yang dipimpin David Rockefeller. Di Swiss, tim ekonomi suruhan Suharto inimenggadaikan seluruh kekayaan alam negeri ini ke hadapan David Rockefeler cs.Dengan seenak perutnya, mereka mengkavling-kavling Bumi Nusantara danmemberikannya kepada pengusaha-pengusaha Yahudi tersebut. Gunung Emas di Papua diserahkankepada Freeport, Ladang Minyak dan Gas di Riau kepada Chevron, Ladang MinyakdanGas di Aceh kepada Exxon, dan sebagainya masih banyak lagi yang lainnya.Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967 pun dirancang di Swiss,menuruti kehendak para pengusaha Yahudi tersebut. Sampai detik ini, perampokan atas seluruhkekayaan alam negeri ini masih saja terus berjalan dan dikerjakan dengan sangatleluasa oleh berbagai Korporasi Yahudi Dunia. Hasilnya bisa kita lihat di mana-manadengan fakta-fakta tak terbantahkan jika negeri ini tengah meluncur ke jurang kehancuran,Suharto dan Sumitro Djojohadikusumo lah dalang dari semua ini. Sudah banyak sekali buku-buku ilmiah yangditulis para cendekia dari dalam dan luar negeri tentang betapa bobroknyakinerja pemerintahan di saat Suharto berkuasa selama lebih kurang 32 tahun, denganjutaan fakta dan dokumen yang tak terbantahkan. Sebab itu, tulisan ini memaparkan fakta apaadanya tentang Suharto. Agar setidaknya, mereka yang menganggap Suharto pahlawan,harus bisa bermuhasabah dan melakukan renungan yang lebih dalam, sudah benarkahtindakan tersebut. Fakta sejarah harus ditegakkan, siapasebenarnya Suharto sebelum dan sesudah menjadi presiden? Suharto lahir diKemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921, dari keluarga petani, karirnyadiawali sebagai karyawan di sebuah bank pedesaan,walau tidak lama. Dia sempat juga menjadi buruh dan kemudianmenempuh karir militer pertama kali sebagai prajurit KNIL yang berada di bawah kesatuan tentarapenjajah Belanda. Saat Jepang masuk di tahun 1942, Suharto bergabung denganPETA. Ketika Soekarno memproklamirkan kemerdekaan, Soeharto bergabung denganTKR. Salah satu ‘prestasi’ kemiliteran Suhartoyang sering digembar-gemborkannya semasa dia berkuasa adalah Serangan Umum 1Maret 1949 atas Yogyakarta. Bahkan ‘prestasi’ ini sengaja difilmkan dengan judul‘Janur Kuning’ (1979) yang memperlihatkan jika serangan umum itu diprakarsaidan dipimpin langsung oleh Suharto. Padahal, sesungguhnya serangan umum itudiprakarsai Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sri Sultan Hamengkubuwono IX lah yangmemimpin serangan umum melawan Belanda. Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalahseorang nasionalis yang memiliki perhatian terhadap nasib rakyatnya, karena ituia tidak mau untuk di jajah. (lihat biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX). Pada 1959, Suharto yang kala itu menjabatsebagai Pangdam Diponegoro dipecat oleh A.H.Nasution dengan tidak hormat karenaSuharto telah menggunakan institusi militernya untuk mengumpulkan uang dariperusahaan-perusahaan di Jawa Tengah. Suharto kala itu juga ketahuan ikutkegiatan ilegal berupa penyelundupan gula dan kapuk bersama Bob Hasan dan LiemSioe Liong. Untuk memperlancar penyelundupan ini,didirikan perusahaan perkapalan yang dikendalikan Bob Hasan. Konon, dalammenjalankan bisnis haramnya ini, Bob Hasan menggunakan kapal-kapal ‘IndonesianOverseas’ milik C.M. Chow. Siapa C.M. Chow ini? Dia adalah agen ganda. Pada1950 dia menjadi agen rahasia militer Jepang di Shanghai. Tapi dia punkepanjangan tangan Mao Tse Tung, dalam merekrut Cina perantauan dari orangJepang ke dalam jaringan komunis Asia. Pada 1943, Chow ditugasi Jepang keJakarta. Ketika Jepang hengkang dari Indonesia, Chow tetap di Jakarta danmembuka usaha perkapalan pertama di negeri ini. Chow bukan saja membina WNICina di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun juga di Sumatera, Kalimantan,Sulawesi dan Papua. Salah satu binaannya adalah ayah Eddy Tansil dan HendraRahardja yang bermarga Tan. Tan merupakan sleeping agent Mao di IndonesiaTimur. Pada pertengahan 1980-an, Hendra Rahardja dan Liem Sioe Liong mendirikansejumlah pabrik di Fujian, Cina. A.H.Nasution kala itu sangat marah sehinggaingin memecat Suharto dari AD dan menyeretnya ke Mahkamah Militer, namun atasdesakan Gatot Subroto, Suharto dibebaskan dan akhirnya dikirim ke SSKAD(Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat). Selain A.H.Nasution, Yani juga marahatas ulah Suharto dan di kemudian hari mencoret nama Suharto dari daftar pesertapelatihan di SSKAD, yang mana hal ini membuat Suharto dendam sekali terhadapYani. Terlebih Yani adalah anak kesayangan Bung Karno. Kolonel Pranoto Rekso Samoedro diangkatsebagai Pangdam Diponegoro menggantikan Suharto. Pranoto, sang perwira'santri', menarik kembali semua fasilitas milik Kodam Diponegoro yang dipinjamkan Suharto kepada para pengusahaCina untuk kepentingan pribadinya. Di SSKAD, Suharto dicalonkan untuk menjadiKetua Senat, namun D.I.Panjaitan menolak keras dengan menyatakan dirinya tidakpercaya dengan Suharto yang dinilainya tidak bisa dipercaya karena mempunyaibanyak catatan kotor dalam karir militernya, antara lain penyelundupan bersamapara pengusaha Cina dengan dalih untuk membangun kesatuannya, namun yangterjadi adalah untuk memperkaya dirinya. Atas kejadian itu Suharto sangat sakit hatidan dendam. Bertambah lagi dendam Suharto, selain kepada A.H.Nasution, AhmadYani, kini D.I. Panjaitan. Aneh tapi nyata, dalam peristiwa G30S 1965, musuh-musuhSuharto > A.H.Nasution, Ahmad Yani, dan D.I.Panjaitan, menjadi targetpembunuhan, sedangkan Suharto sendiri yang merupakan orang kedua di AD tidakmasuk dalam daftar kematian. Dan ketika Yani terbunuh, Bung Karnomengangkat Pranoto Rekso Samudro sebagai Kepala Staf AD, namun Pranoto dijegaloleh Suharto sehingga Suhartolah yang mengambil-alih kepemimpinan AD, sehinggauntuk menghindari pertumpahan darah dan perang saudara karena Siliwangi di JawaBarat (Ibrahim Adjie) dan KKO (Marinir) di JawaTimur telah bersumpah untuk berada di belakang Soekarno dan jika Soekarnomemerintahkan untuk ‘menyapu’ bersih semua kekuatan Suharto di Jakarta, maka merekamenyatakan siap untuk berperang. Namun untuk menghindari perang saudara danjatuhnya korban lebih banyak lagi Bung Karno tidak memerintahkan, jadilahSuharto sebagai KSAD. Pasca Perang Dunia II, AS melihat Uni Sovietsebagai satu-satunya pihak yang bisa menghalangi hegemoninya atas dunia.Diluncurkanlah Marshall Plan sebagai upaya membendung pengaruh komunisme yangkian lama kian meluas, dari Eropa Timur ke arah Asia Tenggara, sebuah wilayah yangsangat strategis dari sisi perdagangan dunia dan geopolitik, juga sangat kayaraya dengan sumber daya alam dan juga manusianya. AS sangat cemas jika wilayahtersebut dikuasai Uni Soviet. Dari semua negeri di wilayah itu, Indonesia lahnegara yang paling strategis dan paling kaya raya. AS sangat paham akan halini, sebab itu di wilayah ini Indonesia merupakan satu-satunya wilayah yang disebutdalam Marshall Plan. Namun untuk menundukkan Indonesia, AS jelaskesulitan karena negeri ini tengah dipimpin oleh seorang yang sukar diatur,cerdas, dan dicintai rakyatnya, dialah Bung Karno. Tiada jalan lain, orang ini harusditumbangkan, dengan berbagai cara. Sejarah telah mencatat dengan baikbagaimana CIA ikut terlibat langsung berbagai pemberontakan di Indonesia>PRRI, PKI dan pemberontakan yang lainnya. CIA juga membina kader-kadernya dibidang pendidikan (yang nantinya melahirkan Mafia Berkeley), mendekati danmenunggangi partai politik demi kepentingannya, membina sel binaannya di ketentaraan(local army friend) dan sebagainya. Setelah berkali-kali gagal menjatuhkan BungKarno dan bahkan sampai hendak membunuhnya, akhirnya pada paruh akhir 1965,Bung Karno berhasil disingkirkan CIA lewat Suharto dengan Gerakan 30 September1965 yang terjadi di tubuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, yang manadalangnya adalah Suharto dengan bantuan CIA. Setelah peristiwa 1 Oktober 1965,secara de facto, Suharto mengendalikan negeri ini. Pada pekan ketiga oktober1965, Suharto menugaskan para kaki tangannya membantai mungkin jumlahnyamencapai jutaan orang. Mereka yang dibunuh adalah orang-orang yang dituduhkader atau simpatisan komunis (PKI), tanpa melewati proses pengadilan yangfair. Media internasional bungkam terhadap kejahatan kemanusiaan yang luarbiasa itu, karena memang AS sangat diuntungkan. Jatuhnya Bung Karno dan naiknya Suhartodirayakan dengan penuh suka cita oleh Washington. Bahkan Presiden Nixonmenyebutnya sebagai “Hadiah terbesar dari Asia Tenggara”. Satu negeri denganwilayah yang sangat strategis, kaya raya dengan sumber daya alam, segenap bahantambang, dan sebagainya ini telah berhasil dikuasai dan dalam waktu singkatakan dijadikan ‘sapi perahan’ bagi kejayaan imperialisme Barat. Benar saja, Nopember 1967, Suharto menugaskansatu tim ekonom pro-AS menemui para 'bos' Yahudi Internasional di Swiss. Dalambulan November 1967 menyusul tertangkapnya ‘hadiah terbesar’ (istilahpemerintah AS untuk Indonesia setelah Bung Karno jatuh dan digantikan olehSoeharto), maka hasil tangkapannya itu dibagi-bagi. The Time Life Corporationmensponsori konferensi istimewa di Jenewa, Swiss, yang dalam waktu tiga harimembahas strategi pengambilalihan Indonesia. Para pesertanya terdiri dari seluruhkapitalis yang paling berpengaruh di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua Raksasa KorporasiBarat diwakili perusahaan-perusahaan minyak dan bank, Freeport, Chevron, Exxon,General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British AmericanTobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International PaperCorporation, US Steel, ICI, Leman Brothers, Asian Development Bank, ChaseManhattan, dan sebagainya.” Di seberang meja, duduk orang-orang Soehartoyang oleh Rockefeller dan pengusaha-pengusaha Yahudi lainnya disebut sebagai ‘ekonom-ekonomIndonesia yang korup’. “Di Jenewa, Tim Indonesia terkenal dengansebutan ‘The Berkeley Mafia’ karena beberapa di antaranya pernah menikmatibeasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas Californiadi Berkeley. Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkanoleh para majikannya yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual darinegara dan bangsanya. Tim Ekonomi Indonesia menawarkan tenaga buruh yang banyakdan murah, cadangan dan sumber daya alam yang melimpah, dan pasar yang besar.”Ekonomi Indonesia telah dibagi sektor demi sektor.” Prof. Jeffrey Wintersmenyebutnya, “Ini dilakukan dengan cara yang amat spektakuler.” “Mereka membaginya dalam lima seksi:pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamarsatunya, perbankan dan keuangan di kamar yang lain lagi, yang dilakukan olehChase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakanyang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan parapemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja lainnya,mengatakan, ‘Ini yang kami inginkan, itu yang kami inginkan, ini, ini, dan ini.’Dan mereka pada dasarnya merancang infrastruktur hukum untuk berinvestasi.Tentunya produk hukum yang sangat menguntungkan mereka. Saya tidak pernah mendengarsituasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan wakil darinegara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buatmasuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri. Freeport mendapatkan Gunung Emas di Papua(Henry Kissinger, pengusaha Yahudi AS, duduk dalam Dewan Komisaris). Exxon mendapatkan Minyakdan Gas di Aceh, Chevron mendapatkan Minyak dan Gas di Riau, sebuah konsorsium Eropamendapatkan Nikel di Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapatkan bagianterbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Perancis mendapatkan hutan-hutan tropis diKalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Sebuah undang-undang tentang penanaman modalasing yang dirancang oleh Sumitro Djojohadikusumo dan disetujui langsung olehSoeharto, membuat perampokan negara yang direstui pemerintahan Suharto. OlehSuharto, rakyat dijejali dengan propaganda pembangunan, Pancasila, dan trickledown effect terhadap peningkatan kesejahteraannya, tapi fakta yang terjadi dilapangan sesungguhnya adalah proses pemiskinan bangsa secara sistematis yangdilakukan rezim Suharto. Pada 12 Maret 1967, Soeharto dilantik sebagai PresidenRI ke-2. Tiga bulan kemudian, dia membentuk Tim Ahli Ekonomi Kepresidenan yangterdiri dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Prof Dr. Widjojo Nitisastro,Prof. Dr. Ali Wardhana, Prof Dr. Moh. Sadli, Prof Dr. Subroto, Dr. Emil Salim,Drs. Frans Seda, dan Drs. Radius Prawiro. Seluruhnya pro kapitalisme. Nopember 1967, Suharto mengirim tim ekonomiini ke Swiss menemui para CEO Yahudi Internasional. Lahirlah UU PMA 1967 yangsangat menguntungkan imperialis Barat. Prinsip kemandirian ekonomi Indonesiayang dijaga mati-matian oleh Bung Karno, oleh Suharto dihabisi denganmenjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat tergantung pada barat sebagaikekuatan kapitalis dunia. David Ransom dalam artikelnya yang populerberjudul “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia, Kuda Troya Barudari Universitas-Universitas AS Masuk ke Indonesia” (Ramparts, 1970) memaparkanjika AS menggunakan dua strategi untuk menaklukkan Indonesia, tentu saja denganmenyingkirkan Bung Karno. Pertama, membangun satu kelompok intelektual yangberpikiran Barat. Dan kedua, membangun satu sel dalam tubuh ketentaraan yangsiap bekerjasama dengan AS. Yang pertama didalangi oleh berbagai yayasanbeasiswa seperti Ford Foundation dan Rockeffeler Foundation, juga berbagaiuniversitas ternama AS seperti Berkeley, Harvard, Cornell, dan juga MIT. DavidRansom menulis, dua tokoh Partai Sosialis Indonesia, sebuah partai kecil yangberhaluan sosialis-kanan, yakni Sumitro Djojohadikusumo dan Soedjatmoko menjadiujung tombak pembentukan jaringan intelektuil pro-Barat di Indonesia, merekadibina oleh AS sejak akhir tahun 1949-an. Sedang tugas kedua dilimpahkan kepada CIA.Salah satu agennya bernama Guy Pauker yang bergabung dengan RAND Corporationmendekati sejumlah perwira tinggi lewat salah seorang yang dikatakan berhasildirekrut CIA, yakni Deputi Dan Seskoad Kol. Soewarto. Dan Intel Achmad Soekendrojuga dikenal dekat dengan CIA. Lewat orang inilah, komplotan AS, mendekatimiliter. Suharto adalah murid dari Soewarto di Seskoad. Di Seskoad inilah para intelektuil binaan ASdiberi kesempatan mengajar para perwira. Terbentuklah jalinan kerjasama antarasipil-militer yang pro-AS. Paska tragedi 1965 dan pembantaian rakyat Indonesia,yang dituduh komunis, dan kelompok ini mulai membangun ‘Indonesia Baru’. Paradoktor ekonomi yang mendapat binaan dari Fordkembali ke Indonesia dan segera bergabung dengan kelompok ini, di antaranyaEmil Salim. Suharto membentuk Trium-Virat (pemerintahanbersama tiga kaki) dengan Adam Malik dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ransommenulis, “Pada 12 April 1967, Sultan mengumumkan satu pernyataan politik yangamat penting yakni garis besar program ekonomi rezim baru itu yang menegaskanmereka akan membawa Indonesia kembali ke pangkuan Imperialis. Kebijakan tersebutditulis oleh Widjojo dan Sadli.” Ransom melanjutkan, “Dalam merinci lebihlanjut program ekonomi yang baru saja digariskan Sultan, para teknokratdibimbing oleh AS. Saat Widjojo kebingungan menyusun program stabilisasiekonomi, AID mendatangkan David Cole, ekonom Harvard yang baru saja membuatregulasi perbankan di Korea Selatan untuk membantu Widjojo. Sadli juga sama,meski sudah doktor, tapi masih memerlukan “bimbingan”. Menurut seorang pegawaiKedubes AS, “Sadli benar-benar tidak tahu bagaimana seharusnya membuat suaturegulasi Penanaman Modal Asing. Dia harus mendapatkan banyak dari KedutaanBesar Amerika Serikat. Ini merupakan tahap awal dari programRancangan Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) Suharto, yang disusun oleh paraekonom Indonesia didikan AS, yang masih secara langsung dibimbing oleh paraekonom AS sendiri dengan kerjasama dari berbagai yayasan yang ada. Juni 1968, Suharto secara diam-diam danmendadak mengadakan reuni dengan orang-orang binaan Ford, yang dikenal sebagai “MafiaBerkeley” (untuk merancangkan susunan Kabinet Pembangunan dan badan-badan pentingtingkat tinggi lainnya). Sebagai Menteri Perdagangan ditunjuk Dekan FEUI Prof.Dr.Sumitro Djojohadikusumo (Doctor of Philosophy dari Rotterdam), Ketua BPPNditunjuk Widjojo Nitisastro (Doctor of Philosophy Berkeley, 1961), Wakil KetuaBPN ditunjuk Emil Salim (Doctor of Philosophy, Berkeley, 1964 ), DirjenPemasaran dan Perdagangan ditunjuk Subroto (Doctor of Philosophy dari Harvard,1964), Menteri Keuangan ditunjuk Ali Wardhana (Doctor of Philosophy, Berkeley,1962), Ketua Team PMA Moh. Sadli (Master of Science, MIT, 1956), SekjenDepartemen Perindustrian ditunjuk Barli Halim (MBA Berkeley, 1959), sedang Sudjatmoko,penasehat Adam Malik, diangkat jadi Duta Besar di Washington, posisi kunciporos Jakarta-Washington. Tim ekonomi “Indonesia Baru” ini bekerjadengan arahan langsung dari Tim Studi Pembangunan Harvard (Development AdvisoryService, DAS) yang dibiayai Ford Foundation. “Kita bekerja di belakang layar,”aku Wakil Direktur DAS Lister Gordon. AS segera membackup penguasa baru ini dengansegenap daya sehingga stabilitas ekonomi Indonesia yang sengaja dirusak oleh ASpada masa sebelum 1965 bisa sedikit demi sedikit dipulihkan. Mereka inilah yang berada dibelakang Repelitayang mulai dijalankan pada awal 1969, dengan mengutamakan penanaman modal asingdan swasembada hasil pertanian. Dalam banyak kasus,pejabat birokrasi pusatmengandalkan pejabat militer di daerah-daerah untuk mengawasi kelancaran programFord ini. Mereka bekerjasama dengan para tokoh daerahyang terdiri dari para tuan tanah dan pejabat administratif. Terbentuklahkelompok baru di daerah-daerah yang bekerja untuk memperkaya diri dan keluarganya.Mereka, kelompok pusat dan kelompok daerah, bersimbiosis-mutualisme. Merekajuga menindas para petani yang bekerja di lapangan. Benih Orde Baru tumbuh di atas genangan darahdan tetesan air mata rakyatnya.. Arah pembangunan (Repelita) didesain sesuaidengan keinginan Washington dengan mengutamakan eksploitasi segenap kekayaanalam bumi Indonesia yang dikeruk habis-habisan dan diangkut ke luar guna memperkayanegeri-negeri Barat. Inti pergantian kekuasaan dari Bung Karno ke Suhartoadalah berubahnya prinsip pembangunan ekonomi Indonesia, dari kemandirianmenjadi ketergantungan. Mei 1966, Suharto mengumumkan kita Indonesiamenggandeng IMF. Padahal Bung Karno pernah mengusir mereka dengan kalimatnyayang terkenal: “Go to hell with your aid!” Jika Anda Suka Like, Lebih Suka Lagi Share. Semoga FaktaSejarah Ini Jadi Pencerahan Bagi Kita!
