Yg dikatakan PSI tepat sekali, tetapi menjadi bertolak belakang dengan kubu 
Jokowi-Ma'ruf yg antusias sekali dengan test baca Alquran ini, bahkan cawapres 
Ma'ruf Amin-lah yg awal mulanya menantang tes baca Alquran.
 ---
 "PSI tetap konsisten bahwa tes membaca kitab suci agama apapun tidak relevan 
karena itu tidak termaktub di dalam konstitusi kita. Capres diharapkan membaca 
dan paham ayat-ayat konstitusi bukan ayat-ayat suci. Sedangkan agama adalah 
ranah personal, jauh lebih mulia dari sekadar alat meraih suara," kata Juru 
Bicara PSI, Dedek Prayudi, dalam keterangan persnya, Senin (31/12/2018).

 ...
 Senin 31 Desember 2018, 08:34 WIB
 PSI: Tes Baca Alquran Bagi Capres Tak Relevan 
https://news.detik.com/berita/4365015/psi-tes-baca-alquran-bagi-capres-tak-relevan
 
 Danu Damarjati - detikNews
 

 Jubir PSI, Dedek Prayudi (Dok Istimewa)
 

 Jakarta - PSI menolak usulan tes baca Alquran 
https://www.detik.com/tag/tes-baca-alquran/?_ga=2.10464629.1746960012.1545961211-1659285558.1512636997
 untuk capres dan cawapres. Soalnya, tes baca Alquran tidak relevan dengan 
proses pemilihan capres, dan agama merupakan ranah personal yang tak pantas 
direndahkan menjadi alat meraih suara.

"PSI tetap konsisten bahwa tes membaca kitab suci agama apapun tidak relevan 
karena itu tidak termaktub di dalam konstitusi kita. Capres diharapkan membaca 
dan paham ayat-ayat konstitusi bukan ayat-ayat suci. Sedangkan agama adalah 
ranah personal, jauh lebih mulia dari sekadar alat meraih suara," kata Juru 
Bicara PSI, Dedek Prayudi, dalam keterangan persnya, Senin (31/12/2018).

Tak ada aturan yang mengahruskan capres untuk bisa membaca ayat-ayat Alquran. 
Yang lebih relevan bagi capres adalah memahami konstitusi dan punya program 
yang baik.

 

 Baca juga: PA 212: Keislaman Capres Rendah, Tes Baca Alquran Belum Perlu 
https://news.detik.com/read/2018/12/31/070816/4364946/10/pa-212-keislaman-capres-rendah-tes-baca-alquran-belum-perlu
 
"Di negara Pancasila ini tidak ada kewajiban calon presiden bisa baca ayat-ayat 
Quran. Yang penting paham ayat-ayat konstitusi, punya visi, misi dan program 
kongkret untuk rakyat. Ini yang tidak dimiliki Pak Prabowo." kata Uki, sapaan 
akrab Dedek Prayudi.

Dia melihat politik identitas telah diterapkan oleh kubu Prabowo 
Subianto-Sandiaga Uno. Namun kini strategi politik identitas berbalik 
menyudutkan kubu Prabowo-Sandi lewat isu tes baca Alquran. Isu bernuansa 
politisasi agama yang dicontohkan Uki adalah pernyataan Amien Rais soal sebutan 
tertentu untuk koalisi partai politik.



 Baca juga: Tim Jokowi Dukung Tes Baca Quran: Pemimpin Tak Paham Agama, Bahaya! 
https://news.detik.com/read/2018/12/31/064703/4364940/10/tim-jokowi-dukung-tes-baca-quran-pemimpin-tak-paham-agama-bahaya
 
"Masih segar rasanya ketika Pak Amien mengelompokkan koalisi partai politik 
dengan sebutan partai Allah dan partai setan. Juga beliau menganalogikan 
pilpres ini dengan perang agama, yakni perang badar dan perang uhud. Apalagi 
kalau kita bicara soal Capres Cawapres pilihan Ijtima Ulama yang seolah 
mewakili pilihan agama tertentu," kenang Uki. Namun dia menjelaskan, kalapun 
Prabowo tak bisa membaca Alquran, itu sama sekali tak membatalkan 
pencapresannya.

Usulan tes baca Alquran ini diajukan oleh Dewan Ikatan Dai Aceh. Harapannya, 
tes itu bisa menyudahi polemik keislaman capres dan cawapres. Dewan Ikatan Dai 
Aceh mengusulkan tes baca Alquran digelar di Masjid Baiturrahman Banda Aceh 
pada 15 Januari 2019.

Kirim email ke