https://www.antaranews.com/berita/783252/menkeu-pendapatan-negara-
tembus-1025-persen-dari-target-apbn-2018
Menkeu: Pendapatan negara
tembus 102,5 persen dari target
APBN 2018
Rabu, 2 Januari 2019 20:25 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan konferensi pers
tentang Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, di
Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Kementerian
Keuangan menyatakan realisasi APBN 2018 sangat baik dan optimal dengan
Pendapatan Negara mencapai Rp1.942,3 triliun atau 102,5 persen dari APBN
2018, sedangkan untuk Belanja Negara totalnya Rp2.202,2 triliun atau
99,2 persen dari target APBN 2018. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Realisasi pendapatan ini tumbuh 16,6 persen dari capaian tahun 2017
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
memastikan realisasi pendapatan negara dalam APBN 2018 telah mencapai
Rp1.942,3 triliun, menembus 102,5 persen dari target Rp1.894,7 triliun.
"Realisasi pendapatan ini tumbuh 16,6 persen dari capaian tahun 2017,"
ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN 2018 di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan realisasi ini berasal dari penerimaan pajak Rp1.315,9
triliun, kepabeanan dan cukai Rp205,5 triliun, serta Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP) Rp407,1 triliun.
Penerimaan pajak didukung oleh penerimaan Pajak Penghasilan (PPh)
NonMigas Rp686,8 triliun, PPh Migas Rp64,7 triliun, dan Pajak
Pertambahan Nilai Rp538,2 triliun.
"Penerimaan pajak ini tumbuh 14,3 persen atau merupakan pertumbuhan yang
tertinggi sejak 2012, sebesar 12,5 persen," ujarnya.
Capaian realisasi pajak merupakan kombinasi dari membaiknya kinerja
perekonomian serta meningkatnya kemampuan pungutan pajak sebagai hasil
perbaikan basis pajak, kepatuhan wajib pajak, dan intensifikasi pajak.
"Peningkatan konsumsi dan impor, menggambarkan adanya perbaikan ekonomi
rumah tangga, korporasi, serta seluruh kegiatan masyarakat dibandingkan
tahun lalu," kata Sri Mulyani.
Dalam kesempatan ini, rasio pajak tercatat mencapai 11,5 persen atau
meningkat 0,8 persen dibandingkan 2017 karena membaiknya kinerja
reformasi perpajakan.
Sedangkan, realisasi kepabeanan dan cukai disumbangkan penerimaan cukai
Rp159,7 triliun, bea masuk Rp39 triliun, dan bea keluar Rp6,8 triliun.
Realisasi penerimaan yang tumbuh 6,7 persen, didukung oleh membaiknya
aktivitas perdagangan internasional, penertiban cukai berisiko tinggi,
dan reformasi institusi bea dan cukai.
Sementara itu, realisasi PNBP ikut mencatatkan pertumbuhan tinggi sejak
2009 atau sebesar 30,8 persen, karena pengaruh meningkatnya harga minyak
dan batu bara.
"Realisasi PNBP sebesar Rp407,1 triliun atau 147,8 persen dari target,
ini tumbuh lebih tinggi dari PNBP tahun 2017 sebesar 18,8 persen," ujar
Sri Mulyani.
*Baca juga: Misbakhun apresiasi pencapaian target penerimaan negara 2018
<https://www.antaranews.com/berita/783108/misbakhun-apresiasi-pencapaian-target-penerimaan-negara-2018>*
Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019