http://www.balipost.com/news/2019/01/01/64986/Ditemukan-Perhiasan-Perunggu-Dalam-Sarkofagus.html
Ditemukan Perhiasan Perunggu Dalam
Sarkofagus
Selasa, 1 Januari 2019 | 19:11:15
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F01%2F01%2F64986%2FDitemukan-Perhiasan-Perunggu-Dalam-Sarkofagus.html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Ditemukan+Perhiasan+Perunggu+Dalam+Sarkofagus&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F01%2F01%2F64986%2FDitemukan-Perhiasan-Perunggu-Dalam-Sarkofagus.html&via=balipostcom>
*
*
GIANYAR, BALIPOST.com – Pasca dilaporkan pada Minggu (3/12), temuan
sarkofagus di subak Amping, Banjar Gelgel, Desa Keramas, Kecamatan
Blahbatuh, kini sudah dibawa ke Balai Pelestarian Cagar Budaya
(BPCB) Bali. Berdasarkan hasil pengecekan di dalam Sarkofagus itu,
petugas BPCB menemukan perhiasan yang terbuat dari perunggu.
Kepala BPCB Bali, Wayan Muliarsa, menyatakan tim dari BPCB Bali, sudah
turun ke lokasi pada Senin pagi dipimpin Kepala Seksi BPCB, Komang Anik
Purniti. Berdasarkan hasil pengecekan, pihaknya menemukan perhiasan
berupa gelang yang diperkirakan terbuat dari bahan perunggu. Menurutnya
memang biasa terdapat perhiasan sebagai bekal kubur pada Sarkofagus.
“Gelang itu bekal kuburnya,” ucapnya dikonfirmasi Selasa (1/1).
Secara terpisah Kepala Seksi Perlindungan dan Pengembangan BPCB Bali,
Komang Anik Purniti, menyatakan telah mengorek isi sarkofagus dengan
panjang sekitar 50 centimeter lebih itu. “Berisi beberapa gelang, saya
lupa jumlahnya, sekitar 4 atau 5. Gelangnya berwarna perunggu tapi sudah
korosi,” jelasnya.
Mengenai gelang itu, pihaknya tidak berani mendiskripsikan apakah
termasuk gelang atau cincin. “Diameter gelang kalau dibilang gelang
terlalu kecil, tapi kalau dibilang cincin, terlalu besar. Ukurannya
seperti diameter telor. Kami tidak berani bilang itu dipakaikan ke
tangan atau hanya diletakkan saja di dalam sarkofagus,” jelasnya.
Baca juga: Besok, Presiden Jokowi akan Kunjungi Lokasi Bencana Lotim
<http://www.balipost.com/news/2018/07/29/51538/Besok,Presiden-Jokowi-akan-Kunjungi...html>
Sementara untuk kondisi tulang di dalam Sarkofagus itu dipastikan sudah
rapuh. Pihaknya pun cukup kesulitan melakukan identifikasi. Namun
beruntung pihaknya menemukan gigi pada Sarkofagus tersebut. “Kami
temukan gigi, perkiraan itu orang dewasa,” jelasnya.
Kini atas persetujuan pemilik lahan dan warga desa, sepakat menyerahkan
sarkofagus yang terbuat dari batu itu sebagai koleksi BPCB yang
berkantor di Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh. ” Sarkofagus sudah
langsung dipindahkan ke kantor di Bedulu, ” katanya.
Diterangkan bahwa jasad orang yang dimasukkan dalam sarkofagus, dominan
adalah mereka yang memiliki status sosial tinggi. Komang Anik
menambahkan, sejauh ini ada 4 sarkofagus yang sudah ditemukan di Desa
Keramas. “Temuan ini setipe dengan temuan yang dulu, dari bentuk dan
ukirannya,” ujarnya.
Sebelumnya Sarkofagus memang sempat ditemukan di Subak Abang Desa
Keramas, Kecamatan Blahbatuh pada 2009. Sarkofagus yang kala itu
ditemukan oleh pembuat batu bata, diduga berasal dari jaman Megalitikum.
(manik astajaya/balipost)