Lima Fasal Pidato Presiden Xi Merupakan Program Baru Penyatuan Kembali
Tiongkok secara Damai
http://indonesian.cri.cn/20190104/f25e92a4-3a8b-4b88-53ba-8a9c8ce2f20b.html
2019-01-04 12:21:02
Pada saat memasuki tahun baru, di Beijing telah digelar rapat untuk
memperingati genap 40 tahun dikemukakannya Surat kepada Saudara-saudara
Setanahair Taiwan oleh Komite Tetap KRN Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi
Jinping mengemukakan pidato penting mengenai hubungan kedua tepi Selat,
menekankan bahwa merealisasi penyatuan kembali Tiongkok secara
menyeluruh merupakan tugas historis pemerintah dan rakyat Tiongkok, dan
dalam proses kebangkitan mulia Bangsa Tionghoa, Tiongkok harus disatukan
kembali dan pasti akan disatukan kembali.
Analis menunjukkan, Xi Jinping dalam pidatonya menghimbau warga Tiongkok
di kedua tepi Selat dan masyarakat Tionghoa di dalam dan luar negeri
hendaknya mendorong bersama perkembangan damai hubungan kedua tepi Selat
dan mendorong porses penyatuan kembali damai Tiongkok di lima bidang
antara lain dengan bergandengan tangan mendorong kebangkitan nasional,
menjajaki konsep Taiwan dengan dua sistem, mempertahankan prinsip satu
Tiongkok, memperdalam penggabungan dan perkembangan kedua tepi Selat,
dan merealisasi persamaan keinginan saudara-saudara setanahair, dan ini
disebut sebagai “lima fasal Xi”.
Lima fasal Xi itu tak saja menyatakan bahwa tujuan penyatuan kembali
Tiongkok adalah mendorong kebangkitan Bangsa Tionghoa, juga menunjukkan
bahwa pihak Daratan bersedia berkonsultasi bersama secara sama derajat
dengan berbagai kalangan Taiwan mengenai konsep Taiwan “Satu Negara Dua
Sistem”, bersedia memperdalam perkembangan terintegrasi di bidang-bidang
ekonomi, kebudayaan, kedokteran dan jaminan sosial, menciptakan ruang
luas penyatuan kembali damai, sementara dengan serius memperingatkan
bahwa mutlak tidak ditinggalkan ruang apapun bagi kegiatan separatis
“Taiwan Merdeka”.
Belum lama berselang, Tiongkok merayakan genap 40 tahun reformasi dan
keterbukaan Tiongkok. 40 tahun ini tak saja telah mengubah Tiongkok juga
telah telah mengubah peta dunia. Daratan Tiongkok kini menjadi ekonomi
kedua terbesar di dunia, memiliki cadangan devisa terbesar di dunia dan
menjadi mitra dagang terbesar bagi 120 negara dan daerah, sementara
kontribusinya kepada pertumbuhan ekonomi global melampaui 30 persen.
Seiring dengan kembalinya Tiongkok menjadi negara besar tradisional
dalam sejarah, bagaimana menyelesaikan masalah Taiwan sewajarnya menjadi
agenda penting negara.
Publik dapat dengan gampang memahami nasehat Xi Jinping dalam pidatonya,
mempertahankan prinsip Satu Tiongkok, hubungan kedua tepi Selata dapat
diperbaiki dan dikembangkan, dan saudara-saudara setanahair Taiwan akan
mendapat keuntungan. Kalau membelakangi prinsip Satu Tiongkok, hubungan
kedua tepi Selat akan menjadi tegang dan bergoncang, dan itu akan
merugikan kepentingan saudara-saudara setanahair Taiwan.
Padahal, dilihat dari jangka panjang, Taiwan tak terlepas dari
perkembangan Daratan. Lima fasal Xi telah menuju arah bagi kerja sama
pragmatis kedua tepi Selat. Xi Jinping menunjukkan, harus akatif
mendorong sistematisasi kerja sama ekonomi kedua tepi Selat, membentuk
pasar bersama, kedua tepi hendaknya merealisasi konektivitas, dapat
terlebih dulu merealisasi konektivitas antara Jinmen dan Macu dengan
daerah pesisir Fujian di bidang-bidang pensuplaian air minum, tenaga
listrik, gas alam dan jembatan. Seiring dengan diperdalamnya dan
perpaduan hubungan ekonomi kedua tepi, penyatuan kembali pada taraf
tertentu akan menjadi tren sepastinya.
40 tahun yang lalu, taraf perkembangan ekonomi Taiwan jauh lebih tinggi
daripada Daratan. Kini, Daratan yang semakin perkasa kekuatan politik,
ekonomi dan militer tetap memikili keinginan, kesabaran dan keyakinan
penyatuan kembali damai terhadap Taiwan. Lima fasal Xi telah merancang
jalan dan konsep pragmatis bagi penyatuan kembali damai Tiongkok. Bagi
saudara-saudara setanahair di kedua tepi Selat, sejarah tak boleh
dipilih, maka marilah kita menguasai masa depan dan merintis masa depan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com