https://www.antaranews.com/berita/784091/presiden-china-minta-
tentaranya-siap-bertempur
Presiden China minta tentaranya
siap bertempur
Sabtu, 5 Januari 2019 11:37 WIB
Profil tentara Angkatan Darat China (idrw.org)
Shanghai (ANTARA News) - Angkatan bersenjata China harus memperkuat
kewaspadaan soal keadaan darurat dan melakukan apa saja yang mereka
dapat perbuat untuk siap menghadapi peperangan, kata Presiden Xi Jinping
kepada jajaran tinggi militer pada Jumat (4/1).
China sangat ingin meningkatkan angkatan bersenjatanya di tengah-tengah
perselisihan kewilayahan di Laut China Selatan serta ketegangan yang
meningkat dengan Amerika Serikat terkait berbagai masalah, mulai
perdagangan hingga status Taiwan.
Kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa Xi dalam pertemuan itu
mengatakan China menghadapi peningkatan risiko dan tantangan, dan
angkatan bersenjata harus bekerja untuk menjamin kebutuhan keamanan dan
pembangunan.
Xi, yang juga ketua Komisi Militer Pusat, mengatakan angkatan bersenjata
harus menyusun strategi bagi era baru dan mengambil tanggung jawab bagi
persiapan dan melakukan peperangan.
"Dunia menghadapi periode perubahan-perubahan besar yang tak pernah
terlihat dalam satu abad, dan China masih berada dalam periode penting
menyangkut peluang strategis bagi pembangunan," kata Presiden China
seperti dikutip.
Menurut dia, angkatan bersenjata perlu dapat menanggapi dengan cepat
situasi darurat, perlu meningkatkan kemampuan operasi bersama mereka
serta memelihara tipe-tipe baru pasukan tempur.
Komentar-komentar Xi muncul setelah ia mengatakan pada Rabu bahwa China
masih siap menggunakan kekuatan untuk mencapai "reunifikasi" dengan
Taiwan dan mencegah kemerdekaan pulau itu.
Pidato Xi tentang Taiwan disampaikan hanya beberapa hari setelah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani "the Asia
Reassurance Initiative Act" menjadi undang-undang, yang menegaskan
kembali komitmen AS kepada keamanan pulau itu.
Presiden China pada Rabu menyatakan tak seorangpun dapat mengubah fakta
bahwa Taiwan adalah bagian China, dan rakyat di kedua sisi dari Selat
Taiwan hendaknya mengusahakan "reunifikasi",
Xi mengeluarkan komentar itu dalam pidato mengenai ulang tahun ke-40
pernyataan kebijakan kunci yang akhirnya mengarah kepada cairnya
hubungan dengan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.
*Baca juga: Panama, China tandatangani perjanjian saat kunjungan
Presiden Xi
<https://www.antaranews.com/berita/774314/panama-china-tandatangani-perjanjian-saat-kunjungan-presiden-xi>*
Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni/Chaidar Abdullah
Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019