*Pasti pensiunan Jendral Zain dan konco bin sahabatnya marah besar, karena
buku propaganda PKI dibolehkan. Masih kurang, sebaiknya juga dibolehkan
simbol palu arit sebagai logo dilindungi hukum untuk bebas dipakai.*

*Apakah setelah tahun politik pesta demonkrasi “STOP” ini akan
dipertiadakan?*

https://nasional.kompas.com/read/2019/01/07/11424351/klarifikasi-video-jokowi-instruksikan-kapolri-panglima-tni-stop-sweeping#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=instruksi_jkw_pki_070119_13.30&webPushId=MzQxMA
==



*[KLARIFIKASI] Video Jokowi Instruksikan Kapolri-Panglima TNI Stop
"Sweeping" Buku PKI*


RETIA KARTIKA DEWI Kompas.com - 07/01/2019, 11:42 WIB


Ilustrasi buku(Thinkstock/Encrier) KLARIFIKASI! Berdasarkan verifikasi
Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com — Belum lama ini beredar video yang menginformasikan bahwa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada Kapolri dan Panglima
TNI untuk menghentikan sweeping buku bertema komunisme dan Partai Komunis
Indonesia (PKI).

Adapun dua pejabat tersebut adalah Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian
dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kepolisian RI kemudian menanggapi
video tersebut.

*Narasi yang beredar: *

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video ini beredar di situs YouTube, dan
diunggah oleh salah satu pengguna pada Selasa (1/1/2019).


Video berdurasi 1 menit ini mengabarkan bahwa Jokowi telah memberikan
instruksi melalui telepon kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk
menghentikan aksi sweeping buku PKI.

Adapun penghentian sweeping dinilai karena anggota TNI sudah berlebihan
menangani isu komunisme di berbagai daerah. Dinarasikan dalam video yang
diambil dari salah satu berita dalam televisi nasional, Jokowi menilai aksi
sweeping tidak cocok dilakukan di era demokrasi.


Dalam video juga disebutkan bahwa Jokowi sangat menghormati kebebasan
berpendapat di masyarakat. Video menampilkan Sekretaris Kabinet Indonesia
Pramono Agung, yang memberikan penjelasan bahwa Jokowi memang memberikan
kebebasan berpendapat bagi pers dan akademik dalam pembahasan komunisme dan
PKI.


"Karena ini substansi dari negara demokrasi, maka tidak bisa kemudian
polisi dan juga aparat TNI itu overacting atau berlebihan melakukan
sweeping," ujar Pramono dalam video.


"Tidak bisa. Ini negara demokrasi, dan untuk itu presiden secara tegas
menyampaikan kepada panglima TNI dan Kapolri untuk segera menertibkan
aparatnya," kata dia. Penelusuran Kompas.com: Kompas.com mengetahui bahwa
video itu merupakan cuplikan berita dari BeritaSatu yang diunggah pada 13
Mei 2016.

Meski diunggah sekitar dua tahun lalu, namun narasi dalam video itu
seolah-olah mengaitkan dengan aksi sweeping buku yang terjadi di Kediri,
Jawa Timur, pada Desember 2018. Adapun Pramono Anung memang pernah
menanggapi aksi sweeping terhadap buku PKI dan ajaran komunisme pada 13 Mei
2016.

Baca pernyataan Pramono dalam tautan ini: Baca juga: Seskab: Tidak Bisa
Polisi atau TNI Berlebihan Lakukan Sweeping Kepala Biro Penerangan
Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menegaskan bahwa video itu
termasuk hoaks.

"Video yang beredar di beberapa media sosial tersebut hoaks," ujar Dedi
saat dihubungi Kompas.com pada Senin (7/1/2019). Menurut Dedi, kepolisian
mendapatkan informasi video tersebut pada Jumat (4/1/2019) melalui tim
siber Polri.

Setelah melakukan analisis, diketahui bahwa video itu berasal dari tahun
2016. Dengan alasan tersebut, Polri mengategorikan video itu dalam kategori
hoaks. Meski begitu, Polri belum mengetahui motif penyebaran video ini.

"Karena ini adalah tahun politik, konotasi politik ini merugikan bagi
orang-orang tertentu. Memanaskan situasi," ujar Dedi. Sementara Polri masih
melakukan pencarian pelaku penyebaran video ini. Polri juga telah
mengklarifikasi unggahan yang tersebar ini melalui akun Twitter resmi
Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri.


*Video Pilihan*

Kirim email ke