KPKIkut Usulkan Materi Debat Capres, Tapi Absen Bahas Soal Novel



| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
KPK Ikut Usulkan Materi Debat Capres, Tapi Absen Bahas Soal Novel

IDN Times

KPU akan ditanyakan publik kalau tidak memasukan isu Novel
 |

 |

 |


-

KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Pilpres, Beragam Repons Muncul

Reporter:Ryan Dwiky Anggriawan
Editor:Rina Widiastuti
Senin, 7 Januari 2019 06:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi 
(Perludem),Titi Anggraini, menuturkan kelebihan dan kekurangan jika daftar 
pertanyaanuntuk debat capres diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke 
masing-masingcalon.


Sebelumnya, KPU menyatakan akanmemberikan daftar pertanyaan ke pasangan Joko 
Widodo dan Ma’ruf Amin danpasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelum 
pelaksanaan debat pilpres. KPUberalasan hal ini dilakukan agar setiap pasangan 
capres-cawapres dapatmenyampaikan visi-misi secara maksimal, dan menjawab 
pertanyaan dengan detail.




Menurut Titi, berikut kelebihandebat dengan format pertanyaan yang telah 
diketahui masing-masing paslon:




1. Penyampaian visi-misidan program yang lebih holistik dan komprehensif




Menurut Titi, kampanye adalahpenyampaian visi-misi, program, dan atau citra 
diri peserta pemilu untukmeyakinkan para pemilih. Penyampaian program dan 
visi-misi itu, kata Titi,dapat membantu pemilih untuk mengidentifikasi 
kebutuhan dirinya ataukomunitasnya dengan apa yang ditawarkan oleh para 
pasangan calon.




2. Basis untuk menagihjanji kampanye pasca terpilih




"Pemilih juga tentu dapatmembandingkan program yang ditawarkan dengan rekam 
jejak si pasangancalon," ujar Titi saat dihubungi, Ahad, 6 Januari 2019.





Dengan penyampaian program sertavisi-misi yang lebih konkret, dalam, dan 
spesifik, Titi menuturkan para pemilihdapat menggunakan apa yang telah 
disampaikan paslon sebagai kontrol pascaketerpilihan. Menurut dia, masyarakat 
akan semakin mudah menggunakanpenyampaian program dan visi-misi yang spesifik 
sebagai basis referensi untukmenagih pemenuhan janji-janji kampanye itu.




3. Memicu diskursus yanglebih dalam dan lebih substantif




"Ketimbang kemudian konsep ituditawarkan secara mengambang, abstrak, dan juga 
tidak komprehensif," ujardia.




Titi menuturkan penyampaian programyang dalam dan spesifik dapat memicu 
diskursus yang lebih dalam dan substantifpula di masyarakat. Menurut dia, 
masyarakat dapat menggali lebih dalam tentangapa yang telah dipersiapkan para 
calon dalam menyampaikan program-programnya.




"Misalnya data yang digunakanitu valid atau tidak? Apakah sesuai dengan 
kebutuhan yang dikehendaki olehmasyarakat? Yang ketiga, (program) itu sejalan 
tidak dengan rekam jejak paslon?Dia punya komitmen 'A' ternyata rekam jejaknya 
memperlihatkan jauh dari janji-janjiyang disampaikan," kata dia.

Lantas apa kekurangannya?


Sedangkan, dalam aspek kelemahan,Titi menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:




1. Publik belum terbiasa




Titi mengatakan debat capres denganformat pertanyaan yang telah dipersiapkan 
baru dilakukan pada Pilpres 2019.Sejak pilpres langsung pertama 2004 hingga 
2014, kata dia, pertanyaan debatselalu disampaikan ketika hari H, bukan 
pertanyaan yang disampaikan darijauh-jauh hari.




2. Kurang otentik




"Apalagi setelah Pilkada 2018dan pertanyaan pilkada pun seperti itu (spontan). 
Jadi pasti ada kegamangan dankebingungan di publik 'Kok untuk tingkat Pilkada 
saja pertanyaannya spontan,diterima spontan oleh para peserta, tetapi pilpres 
yang kepemimpinan skalanasional pertanyaannya disampaikan sebelumnya?'," kata 
Titi.




Selain dari visi-misi dan programpara pasangan calon, kata Titi, pemilih perlu 
melihat pemahaman mendalam darimasing-masing paslon terhadap programnya 
sendiri. Menurut dia, jawaban terhadappenguasaan konsep, program, dan 
kepemimpinan masing-masing calon akan menjadikurang otentik jika pertanyaan itu 
telah diketahui masing-masing paslon sejakjauh-jauh hari.




"Apalagi dikatakan kalaupemimpin itu harus siap bekerja dalam berbagai medan 
dengan situasi yang tidakterduga, dengan kondisi di bawah tekanan. Nah 
harapan-harapan itu akan sulittercapai kalau memang si calon itu memang sudah 
melalui pra-kondisi penguasaanatas pertanyaan-pertanyaan yang sudah disampaikan 
terlebih dahulu," katadia.




Kirim email ke