Capaian program satu juta rumah tembus 1.132.621 unit
Rabu, 9 Januari 2019 10:36 WIB
Capaian program satu juta rumah tembus 1.132.621 unit
Jakarta, 9/1 (ANTARA News) – Data Kementerian PUPR per 31 Desember 2018
mencatat capaian program Satu Juta Rumah (PSR) mencapai 1.132.621 Unit
atau melebihi target. foto PUPR
Jakarta, 9/1 (ANTARA News) – Kementerian PUPR menyatakan per 31 Desember
2018 mencatat capaian program Satu Juta Rumah (PSR) mencapai 1.132.621
Unit atau melebihi target.
Dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Rabu, sejak dicanangkan
oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, secara bertahap capaian
program ini terus meningkat yakni; pada tahun 2015 sebanyak 699.770
unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit.
Secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah
terbangun 3.542.318 unit rumah.
“Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di
Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah persisnya 1.132, 621 unit
rumah. Dalam penyediaan hunian kemampuan pemerintah melalui dana APBN
hanya sekitar 20 persen terutama untuk rumah MBR. Kemudian sekitar 30
persen berasal dari subisidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sisanya merupakan rumah yang dibangun oleh
masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal,” kata
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.
Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku
kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan antara lain REI dan Apersi,
Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan _corporate social
responsibility_ (CSR) dan masyarakat.
Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian
perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit
menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.
Selain untuk memperkecil backlog yang ada, kebutuhan rumah per tahunnya
juga terus bertambah sekitar 800 ribu unit.
Disamping itu, pemerintah juga berupaya mengurangi rumah tidak layak
huni di Indonesia yang mencapai 3,4 juta pada tahun 2015 menjadi 1,9
juta unit pada tahun 2019. Oleh karena melalui Program Satu Juta Rumah,
setiap tahunnya ditargetkan terbangun rumah sebanyak 1 juta unit dengan
proporsi 70% rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30%
merupakan hunian non MBR.
Jakarta, 8/1 (ANTARA News) – Capaian Program Satu Juta Rumah Per 31
Desember 2018 Tembus 1.132.621 Unit. foto PUPR
Dari capaian 1.132.621 Unit, terbagi 69% atau 785.641 unit merupakan
rumah MBR dan 31% atau 346.980 unit rumah non MBR.
Lebih lanjut dijelaskan untuk kategori rumah MBR, kontribuasi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui
Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berhasil membangun sebanyak
217,064 unit rumah bagi MBR.
Angka ini terdiri dari rumah susun (Rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah
khusus 4,525 unit, rumah swadaya sejumlah 200.884 unit. Kontribusi
Pemerintah Daerah (Pemda) tercatat 111,821 unit rumah MBR terdiri
pembangunan Rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan
Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan
Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.
Rumah MBR yang dibangun pengembang sebanyak 447.364 unit, CSR 458 unit
dan masyarakat sebanyak 8.934 unit. Untuk rumah non-MBR sebanyak 290,656
unit dibangun oleh pengembang dan 56,324 unit dibangun masyarakat.
Pada tahun 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan
Rusun sebanyak 6.873 unit, Rumah Swadaya 206.500 unit, Rumah Khusus
2.130 unit dan bantuan Prasarana Sarana Umum bagi 13.000 unit seperti
jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum. ***3***
Pewarta: Jaka Sugiyanta
Editor: Jaka Sugiyanta
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com