https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-operasi-militer-tni-tembak-mati-presiden-fretilin-nicolao-lobato.html


*Operasi militer TNI tembak mati Presiden Nicolao Lobato*

Senin, 29 Januari 2018 06:35Reporter : Ramadhian Fadillah
<https://www.merdeka.com/reporter/ramadhian-fadillah/>

   - [image: Operasi militer TNI tembak mati Presiden Nicolao Lobato]*Operasi
   Militer di Timor Timur. ©2018 Merdeka.com*

*Merdeka.com - *"Tangkap Nicolao Lobato, hidup atau mati!"


Perintah itu tegas diberikan Panglima *TNI*
<https://www.merdeka.com/tag/tni/> Jenderal M Jusuf pada Brigjen Dading
Kalbuadi, komandan operasi pemulihan keamanan Timor Timur.

Nicolao Dos Reis Lobato adalah Presiden Frente Revolucionria de Timor-Leste
Independente atau Fretilin. Kelompok bersenjata yang terus melakukan
perlawanan pada tentara Indonesia di Timor Timur.

Anggota Fretilin kebanyakan adalah mantan tentara Tropas, pasukan lokal
semasa Timor Timur dijajah Portugis. Ada juga gerilyawan lokal yang
bergabung. Mereka sangat menguasai medan dan mempunyai kemampuan menembak
yang baik. Taktik hit and run serta perang gerilya yang diterapkan Fretilin
benar-benar membuat TNI kerepotan.

Maka untuk melemahkan semangat juang Fretilin, pemimpin mereka harus
ditangkap. Kolonel Dading Kalbuadi menjawab perintah itu dengan membentuk
pasukan air mobile atau mobile udara pertama di tubuh TNI. Demikian
dikisahkan dalam buku biografi Jenderal M Jusuf Panglima Para Prajurit yang
ditulis Atmadji Sumarkidjo dan diterbitkan Hasta Pustaka tahun 2006.

Pasukan gabungan yang diberi *nama*
<https://www.merdeka.com/gaya/nama-bayi-perempuan-kln.html> Batalyon
Parikesit ini berisikan pasukan elite dari Kopassus, Marinir dan Kopasgat.
Mereka dilatih khusus di pusat pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung.
Konsep mobile udara ini sendiri dikembangkan tentara AS semasa perang
Vietnam.

Batalyon Parikesit memburu Lobato dengan dua helikopter SA-330 Puma milik
TNI AU. Setiap ada info, pasukan akan diterbangkan helikopter ke lokasi
terdekat. Mereka akan turun menggunakan tali atau melompat dengan gesit
dari helikopter untuk kemudian mengejar Lobato.

Tahun 1978 tim mobile udara turun untuk pertama kali di wilayah Laklobar
dan Soibada. Pergerakan mereka terbukti efektif menekan lawan. Suara
helikopter yang menderu-deru di perbukitan juga menjadi pukulan psikologis
bagi pasukan pengawal Lobato.

Di darat, ada pasukan elite Nanggala-28 pimpinan Kapten *Prabowo Subianto*
<https://www.merdeka.com/prabowo-subianto-djojohadikusumo/> yang bertugas
menjepit pasukan Lobato. Tak cuma beranggotakan personel Kopassus, sejumlah
partisan lokal juga bergabung dengan tim Prabowo. Mereka dikenal sebagai
pencari jejak yang tangguh di medan tempur.

Lalu ada satu Kompi Yonif Linud 700 Kodam XIV dan satu kompi Yonif Linud
401 Banteng Raiders dari Kodam Diponegoro.

Yang tak kalah gigih adalah Batalyon 744 pimpinan Mayor Yunus Yosfiah.
Anggotanya semua putera asli Timor Timur yang masih muda dan memiliki
semangat tempur tinggi. Mereka memburu Lobato di sekitar wilayah Maubisse
Kecil.

Tanggal 30 Desember 1978 dini hari, Kapten Prabowo melapor pada Mayor Yusuf
Yosfiah anggota partisannya ada yang melihat pergerakan sejumlah besar
pasukan Fretilin ke arah selatan. Diduga kuat Lobato ada di tengah-tengah
mereka.

Laporan ini diteruskan pada Komandan Resimen Pertempuran Kolonel Sahala
Radjagukguk yang langsung memerintahkan pengepungan diperketat.

Kapten Prabowo diberi tugas mengkoordinasi pengepungan dengan seluruh
kekuatan yang ada di sektor tengah tersebut.

Pasukan Nanggala bergerak cepat menyergap pasukan pengawal Lobato. Baku
tembak sengit segera terjadi. Sejumlah pengawal Lobato tewas dalam
penyergapan ini, namun sang presiden Fretilin menolak menyerah.

Dengan sisa-sisa pengawal yang tersisa Lobato mencoba lari. Namun nahas,
mereka dihadang oleh Pasukan Yonif 744 tanggal 31 Desember 1978.
Pertempuran jarak dekat terjadi. Lobato tewas ditembak oleh Sersan Satu
Jacobus Maradebo, seorang prajurit asli Timor Timur. Peluru itu tepat
bersarang di dada Lobato. Ada juga yang mengatakan Lobato tertembak di
perut.

Setelah dipastikan jika yang tewas adalah Nicolao Lobato, tim segera
memberikan laporan pada Panglima ABRI Jenderal M Jusuf yang langsung
meneruskannya pada Presiden Soeharto.

Jenderal Jusuf langsung terbang ke Dili untuk menyaksikan *jenazah*
<https://www.merdeka.com/peristiwa/tata-cara-sholat-jenazah-perempuan-dan-laki-laki-lengkap-beserta-bacaannya-kln.html>
Lobato.
Dia juga terbang ke lokasi pasukan Nanggala dan 744 berada. Secara khusus
Jenderal Jusuf memberikan ucapan selamat pada Sertu Jacobus Maradebo atas
prestasinya.


Inilah puncak pencapaian operasi militer TNI di Timor Timur. Semua personel
yang terlibat dalam misi itu mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Kelak setelah Timor Leste merdeka, Nicolao Lobato diangkat menjadi pahlawan
nasional. Namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang internasional di
Kota Dili. Patungnya menenteng senjata dan mengibarkan bendera Timor Leste
berdiri gagah di ibu kota negara tersebut.

Namun tak diketahui hingga kini dimana jenazah Nicolao Lobato setelah
dibawa ke*Jakarta* <http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>. Jenderal (Purn)
Agum Gumelar sempat memimpin Tim Pencari Fakta untuk mencari jenazah
Lobato. Namun belum diketahui hasilnya.

Ada juga yang menyebut jenazah Lobato dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
Kalibata Jakarta di deretan Pahlawan Tak Dikenal. Tak ada kepastian soal
itu. *[ian]*


Baca Juga:

Lebih jago dari Delta Force, Kopassus tak rugi dilarang berlatih di AS
<http://www.merdeka.com/peristiwa/lebih-jago-dari-delta-force-kopassus-tak-rugi-dilarang-berlatih-di-as.html>

Operasi senyap 13 Kopassus-Raider serang KKB & akhiri penyanderaan Papua
<http://www.merdeka.com/peristiwa/operasi-senyap-13-kopassus-raider-serang-kkb-akhiri-penyanderaan-papua.html>

Operasi Mapenduma, kisah tim Kostrad & Kopassus bebaskan sandera di Papua
<http://www.merdeka.com/peristiwa/operasi-mapenduma-kisah-tim-kostrad-kopassus-bebaskan-sandera-di-papua.html>

Kisah Jenderal TNI larang Kopassus latihan di AS karena bisa bikin manja
<http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-jenderal-tni-larang-kopassus-latihan-di-as-karena-bisa-bikin-manja.html>Misi
rahasia
<http://www.merdeka.com/peristiwa/misi-rahasia-kopassus-menyusup-ke-garis-musuh-dengan-kapal-selam.html>

Kopassus menyusup ke garis musuh dengan kapal selam
<http://www.merdeka.com/peristiwa/misi-rahasia-kopassus-menyusup-ke-garis-musuh-dengan-kapal-selam.html>

Kirim email ke