Termasuk o'on mereka yang percaya Ma'ruf Amin mendadak berubah jadi moderate 
atau bahkan pluralis hanya dari 1x ucapan natal.---
Ma’ruf Amin: Ente O’on Ya ?


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Ma’ruf Amin: Ente O’on Ya ? | TubasMedia.com


 |

 |

 |



Head10 Januari 2019Dibaca : 10 kali




PALEMBANG, (tubasmedia.com) – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin 
geram dengan masyarakat yang masih percaya dengan isu soal anti-Islam dan PKI 
yang ditujukan kepada pasangannya, Joko Widodo alias Jokowi. Ma’ruf menyebut 
orang yang masih percaya dengan hoaks tersebut adalah o’on atau bodoh.

“Namanya oon kalau percaya hoaks. Udah jelas fitnah masih percaya, oon. Apa di 
Sumsel masih banyak orang o’on? Buyan (bodoh) kalau bahasa di sini katanya. 
Buyan ente,” ujar Ma’ruf disela peresmian posko TKD KIK Sumatera Selatan, di 
Palembang, Kamis (10/1).

Ma’ruf mengatakan masyarakat harus pintar mengolah dan mempercayai informasi 
yang diterima agar tidak termakan hoaks.

“O’on ente. Hoaks kok percaya, fitnah kok percaya. Harus pintar jangan buyan, 
buyan ente,” kata mantan Rais Aam PBNU ini.

Dirinya mencontohkan eks politikus Partai Gerindra La Nyalla Mattaliti yang 
pernah terlibat dalam penyebaran isu bernuansa Suku, Agama, Ras, dan 
Antargolongan (SARA) terhadap Jokowi pada Pilpres 2014 lalu.

“Katanya Jokowi PKI, yang bikin itu, sumbernya itu La Nyalla. Dia bilang ‘saya 
yang bikin isu itu’. Dia bilang ‘saya tobat, minta ampun tidak mau nyebarkan 
lagi’. Yang bikin saja sudah tobat, kok yang nyebarin enggaktobat-tobat?” ucap 
Ma’ruf.

Presiden Jokowi berulangkali membantah dirinya keturunan ataupun anggota PKI. 
Menurut Ma’ruf, ketika adanya gerakan PKI, Jokowi saat itu masih balita berusia 
empat tahun. Usia tersebut sangat tak masuk akal jika dikaitkan keterlibatan 
Jokowi dengan PKI.

Soal isu anti-Islam, Ma’ruf meminta masyarakat untuk melihat jasa Jokowi dalam 
menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional serta memilih 
dirinya sebagai cawapres.

“Penetapan Hari Santri Nasional oleh siapa? Jokowi. Beliau mencintai santri kok 
anti-Islam, kemana pikiran ente?” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Ma’ruf, Jokowi juga sudah membentuk Komite Nasional 
Keuangan Syariah (KNKS), bank wakaf, RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

“Pak Jokowi sudah bentuk KNKS. Ente (penyebar isu anti Islam) sudah berbuat apa 
untuk Islam? Ente sudah ngerjain apa untuk Islam? Pak Jokowi sudah banyak 
(berbuat untuk Islam). Sudah buat bank wakaf mikro di pondok pesantren,” ungkap 
dia.

“Nanti pesantren dapat anggaran di APBN karena sudah ditetapkan di UU. Ente 
sudah berbuat apa untuk Islam? Belum apa-apa, ngelindur, ngigau. Ini orang 
ngigau atau apa? (Isu anti-Islam dan PKI) itu hoaks dan provokasi yang 
disebar,” kata Ma’ruf. (red)

Kirim email ke