http://mediaindonesia.com/read/detail/210120-ekonomi-tiongkok-lebih-dikhawatirkan-daripada-amerika
/*Ekonomi Tiongkok Lebih Dikhawatirkan daripada Amerika */
Penulis: *Angga Bratadharma * Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 20:20 WIB
Internasional <http://mediaindonesia.com/internasional>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/210120-ekonomi-tiongkok-lebih-dikhawatirkan-daripada-amerika>
<http://twitter.com/home/?status=Ekonomi Tiongkok Lebih Dikhawatirkan
daripada Amerika
http://mediaindonesia.com/read/detail/210120-ekonomi-tiongkok-lebih-dikhawatirkan-daripada-amerika
via @mediaindonesia>
Ekonomi Tiongkok Lebih Dikhawatirkan daripada Amerika
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/01/8334e198e209d0d6a81bf04cc9894681.jpg>
/AFP/
KONDISI perekonomian Tiongkok merupakan kekhawatiran yang lebih besar
sekarang ini jika dibandingkan dengan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Adapun perang dagang yang terjadi di antara kedua negara terus
memberikan tekanan terhadap ekonomi dunia, terutama dari sisi ambruknya
pasar saham.
Kepala Solusi Investasi VP Bank yang berbasis di Liechtenstein, Felix
Brill, mengatakan, investor melihat lebih banyak volatilitas di pasar
keuangan karena negosiasi perang perdagangan yang sedang berlangsung
antara Washington dan Beijing. Meski demikian, dia optimistis para
pemimpin Tiongkok akan menjaga ekonomi secara bersama.
"Ekonomi Tiongkok, pada saat ini, merupakan penyebab kekhawatiran yang
lebih besar jika dibandingkan dengan ekonomi AS," kata Brill, seperti
dilansir dari /CNBC/, Sabtu (12/1).
Dia menilai ada tanda-tanda yang jelas bahwa ekonomi Tiongkok sedang
melambat dalam jangka pendek. Bahkan, ada beberapa hal yang bisa
menyeret lebih dalam perlambatan ketika Tiongkok berencana mengubah
model ekonominya dari mengedepankan kinerja ekspor ke pendekatan yang
lebih didorong oleh konsumsi.
Adapun pertempuran tarif yang dilakukan Amerika Serikat dan Tiongkok
dinilai Brill akan membuat Beijing lebih sulit memaksimalkan pertumbuhan
ekonomi. Namun, kata Brill, bukan berarti Tiongkok tidak mampu melewati
tantangan-tantangan itu.
"Ini adalah beberapa alasan untuk kekhawatiran dalam jangka pendek,
tetapi saya yakin bahwa otoritas Tiongkok, sekali lagi, akan turun
tangan dan menerapkan langkah-langkah tambahan untuk mendukung
perekonomian," tegasnya.
Lebih lanjut, Brill mengatakan, pelaku pasar akan mengharapkan lebih
banyak perubahan terhadap kelanjutan perang perdagangan yang terus
terjadi hingga sekarang ini. Adapun Washington dan Beijing tengah
melakukan pembicaraan untuk mencapai kata sepakat usai gencatan senjata
dan memberikan waktu 90 hari.
"Sentimen pasar akan sangat tergantung pada apa yang terjadi dalam
pembicaraan perdagangan. Kami telah melihat beberapa kemajuan minggu
ini, beberapa kabar baik, tapi itu baru permulaan. Saya pikir masih ada
beberapa kendala di sepanjang jalan dan kami jauh dari solusi,"
pungkasnya. (Medcom/OL-1)