Ninuk Setya Utami 17 jam · Hobi laki-laki Dua (2) rombongan laki-laki lewat depan rumah. Tidak beringingan. Masing-masing punya hobi berbeda.
Rombongan yang depan pulang dari arena sabung ayam. Dari beberapa orang yang ketika berangkat mengempit ayam, pulang hanya seorang yang tinggal mengempit jago. Di atas, arena sabung buka lagi, info yang kudapat. Rombongan kedua, laki-laki yang hobi berburu babi. "Dapat dua (2) -ekor," jawab Kak Yudi yang membawa anjing pit bull putih saat ditanya Dani. -- Pilihan hobi laki-laki di sini menarik dicermati. Empat (4) tahun lalu, kami masih bulan-bulan awal tinggal di sini, pernah menyapa seorang lelaki yang menggendong anaknya. Malam sudah lebih pukul 21. Hujan pula! "Au pulang nyabung. Dide dapat (tidak menang). Ayam matek, uang habis," ujarnya ringan. Hobi judi sabung ayam ayam selamanya merusak. Ada saja orang bangkrut karena hobi satu ini. Ada juga yang bercerai dengan istri karena uang lenyap begitu saja di arena. Padahal uang didapat dari bekerja berdua. Tetangga kami ada yang mengalihkan keinginan judi sabung ayam ke hobi berburu babi. Sekalipun istrinya tetap mengeluh. "Kubilang jangan banyak-banyak miara anjing. Kan aku juga capek masak nasi untuk anjing, Nuk. Anak banyak, anjing banyak ige (juga). E malah ngomong, 'Kamu mau aku seperti si x yang dilarang istrinya ikut berburu, jadi hobi nyabung sampai rumahnya habis dijual,' katanya. Ya sudah, aku ngalah. Asal kamu di rumah ada beras, kataku," keluhnya waktu itu. Hobi berburu, meskipun tidak murah, sebab anjing-anjing pun kerap beli dengan harga jutaan rupiah, tetap lebih baik ketimbang hobi masuk arena sabung ayam. Setidaknya ikut mengurangi populasi babi yang kerapkali menghabiskan tanaman pangan petani.
