Apakah perusahaan Luhut tidak mendapat jatah impor?

On Tue, Jan 15, 2019 at 4:50 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Faisal Basri Kritik Impor Gula Meroket, Ini Reaksi Menteri Luhut
> Reporter:  Caesar Akbar
> Editor:  Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
> Selasa, 15 Januari 2019 09:28 WIB
> 0 KOMENTAR
> <https://bisnis.tempo.co/read/1164998/faisal-basri-kritik-impor-gula-meroket-ini-reaksi-menteri-luhut/full&view=ok#comments>
> 000
>
>    -   Arial   Roboto   Times   Verdana
>    -
>    -
>    -
>
> [image: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.
> Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo]
> <https://statik.tempo.co/data/2018/04/17/id_698759/698759_720.jpg>
>
> Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok.
> TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Menteri Koordinator Bidang
> Kemaritiman Luhut
> <https://bisnis.tempo.co/read/1164786/tarif-tiket-pesawat-luhut-maskapai-jangan-semaunya>
>  Binsar Pandjaitan enggan berkomentari kritik dari ekonom Faisal Basri
> mengenai melonjaknya impor gula Indonesia. "Faisal Basri itu
> kadang-kadang... Kalau dia komentar, saya enggak mau komentar," ujar dia di
> Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Senin, 14 Januari 2019.
>
> *Baca: *Luhut Ajak Apple, Huawei, dan Samsung Buka Pabrik di Indonesia
> <https://bisnis.tempo.co/read/1164883/luhut-ajak-apple-huawei-dan-samsung-buka-pabrik-di-indonesia>
>
> Kendati demikian, Luhut memastikan pemerintah selalu mengetahui langkah
> apa yang mesti dilakukan untuk masyarakat. "Kami enggak bodoh-bodoh amat,"
> kata dia. Ia menjamin pemerintah tidak pernah membodoh-bodohi rakyat.
>
> Luhut mengatakan sepanjang masa jabatannya ia hanya ingin memberi contoh
> ketauladanan kepada anak buahnya. Salah satunya dengan tidak
> memanfaatkannya untuk meminta duit kepada pengusaha. "Kalau diisukan begini
> begitu, saya sudah kaya, ngapain minta duit sama orang lain," tutur mantan
> Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu. "Kami memang
> enggak sempurna, tapi kami jamin kami tidak akan manipulasi yang begitu."
>
> Sebelumnya, Faisal Basri mengaku kaget dengan data teranyar bahwa
> Indonesia telah menjadi importir gula terbesar di dunia. Pasalnya, selama
> ini, ia biasa melihat Indonesia bertengger di posisi ke-3 atau ke-4.
>
> Berdasarkan data statista, Indonesia menjadi juara impor gula pada periode
> 2017-2018 dengan besar impor 4,45 juta metrik ton. Angka itu diikuti oleh
> Cina di posisi kedua dengan 4,2 juta metrik ton dan Amerika Serikat dengan
> 3,11 juta metrik ton.
>
> Faisal lantas mengutip tren lonjakan impor gula melalui data dari Badan
> Pusat Statistik. Data tersebut menunjukkan bahwa impor gula ke Indonesia
> mulai melonjak sejak 2009 setelah sebelumnya berhasil merosot. Kala itu,
> Indonesia mengimpor 1,4 juta ton gula ke dalam negeri.
>
> Angka impor itu naik perlahan sebelum akhirnya meroket pada 2016. Pada
> periode tersebut Indonesia mengimpor 4,8 juta ton gula atau naik 1,4 juta
> ton ketimbang tahun sebelumnya. "Itu meroket, kalau dilihat grafiknya,
> panjat tebing saja kalah," ujar Faisal Basri. Selepas periode itu sampai
> sekarang angka impor gula Indonesia selalu di atas 4,5 juta ton per tahun..
>
> Yang membuat Faisal heran adalah adanya kenaikan impor yang signifikan
> pada periode tersebut. Padahal grafik konsumsi domestik tidak ada
> peningkatan secara taja,. "Naik, tapi tidak tajam," kata dia. Walau, di
> sisi lain ada penurunan produksi di dalam negeri.
>
> Faisal menduga adanya praktek rente di balik melonjaknya impor gula
> Indonesia tersebut. Di samping, ia melihat ada perbedaan harga yang cukup
> signifikan antara harga gula mentah dunia dengan harga gula di pasaran.
>
> Berdasarkan data yang ia peroleh dari beberapa sumber, harga gula di pasar
> dalam negeri bisa mencapai tiga kali harga dunia. Misalnya saja pada
> November 2018, harga gula dunia adalah Rp 4.078 per kilogram sementara
> harga di pasar adalah Rp 12.163 per kilogram.
>
> Padahal, berdasarkan hitungan Faisal, harga gula rafinasi di pabrik
> mestinya hanya sebesar Rp 7.352 per kilogram dengan asumsi harga gula dunia
> per 11 Januari 2019 adalah US$ 282 per metrik ton dan ongkos pengolahan
> adalah US$ 200-250 per ton, serta nilai tukar rupiah Rp 14.500 per dolar AS.
>
> Adapun Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan keputusan impor
> gula diambil pemerintah karena produksi gula dalam negeri selama ini tidak
> cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri.
>
> "Membaca twit dari orang ya? Jadi begini, saya sampaikan kita impor
> berdasarkan kebutuhan," kata Enggartiasto di kantornya, Kamis, 10 Januari
> 2019. "Produksi gula dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan baik
> konsumsi, apalagi industri."
>
> *Baca:* Luhut Sebut Buruh Asal Cina di Morowali Hanya 3.000-an Orang
> <https://bisnis.tempo.co/read/1164692/luhut-sebut-buruh-asal-cina-di-morowali-hanya-3-000-an-orang>
>
> Enggartiasto menjelaskan pertimbangan pemerintah melakukan impor gula
> terutama dari ketidaksesuaian kebutuhan dan pasokan itu. Selain itu,
> kondisi di lapangan menunjukkan bahwa dari pasokan gula yang ada di
> lapangan ternyata tak semuanya sesuai dengan kebutuhan.
>
> Simak berita lainnya terkait Luhut <https://www.tempo.co/tag/luhut> di
> Tempo.co.
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-1610121187713251501_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke