https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.210481235.71155708.1547646341-1554468261.1547646341
Rabu 16 Januari 2019, 15:30 WIB
Terusan Kra Mengubah Tata Pelayaran Laut
Asia Tenggara
Ishadi SK - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.14274929.71155708.1547646341-1554468261.1547646341#>
Ishadi SK
<https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.14274929.71155708.1547646341-1554468261.1547646341#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.14274929.71155708.1547646341-1554468261.1547646341#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.14274929.71155708.1547646341-1554468261.1547646341#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.14274929.71155708.1547646341-1554468261.1547646341#>
0 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4387225/terusan-kra-mengubah-tata-pelayaran-laut-asia-tenggara?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.14274929.71155708.1547646341-1554468261.1547646341#>
Terusan Kra Mengubah Tata Pelayaran Laut Asia Tenggara Ishadi SK
(Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
*Jakarta* - Harian Singapura /The Straits Times/, Senin (20/3/2017)
membahas mengenai pembangunan kanal Kra di Thailand Selatan. Kalau kita
melihat peta Thailand yang berbatasan dengan Malaysia di selatan,
terdapat wilayah tanah genting Kra selebar 102 km yang membelah Laut
Andaman dan Laut China Selatan. Pemikiran untuk membuat terusan Tanjung
Kra telah ada sejak abad ke-17, tatkala Raja Thailand waktu itu
memerintahkan insinyur Prancis de Lamar melakukan survei tentang
kemungkinan membuat terusan laut yang menghubungkan Marit di sebelah
barat dan Songkhla di sebelah timur. Gagasan tersebut terus berkembang
terutama setelah Ferdinand de Lesseps berhasil membangun Terusan Suez
sepanjang 193,3 km yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah.
Terusan Suez dibangun selama sepuluh tahun (1859-1869). Terusan tersebut
membuat pelayaran dari Eropa dengan kapal barang maupun penumpang ke
Jazeerah Arab dan Kawasan timur jauh Asia, Australia, lebih singkat
dibanding sebelumnya ketika kapal barang dan penumpang dari Eropa harus
berlayar melewati Tanjung Harapan di selatan Benua Afrika. Terusan Suez
menjadi terusan paling berhasil mempersingkat jarak pelayaran kapal
penumpang dan kapal barang dari Eropa ke Asia dan sebaliknya.
Terusan Suez bukan satu-satunya pembangunan untuk lalu lintas kapal
penumpang dan barang yang berhasil. Terdapat sembilan terusan lainnya
yang tujuannya untuk mempersingkat lalu lintas kapal barang dan kapal
penumpang. Terusan Saimaa menghubungkan danau Saimaa dengan Teluk
Finlandia dekat Rusia. Terusan Saima (42,9 km) dibangun tahun 1845-1856.
Terusan Manchester di Inggris (57 km) menghubungkan Manchester dengan
Laut Irlandia tahun 1894. Terusan Alphonse XIII (85 km) tahun 1926
menghubungkan Seville dan Teluk Kadis.
Terusan Kei (98 km) menghubungkan Laut Utara Jerman dengan Laut Baltik.
Terusan Volga-don (100 km) menghubungkan Laut Hitam dan Laut Kaspia
tahun 1952. Terusan Houston (91 km), menghubungkan Teluk Houston Amerika
Serikat dengan Teluk Meksiko. Terusan Panama (82 km) di Tanah Genting
Panama, menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik.
Pembangunan berlangsung lama karena kesulitan alam pegunungan dan
batu-batu cadas, dimulai tahun 1500, selesai tahun 1914. Terusan Welland
(45 km), menghubungkan Laut Erie di Kanada dan Danau Ontario. Terusan
Baltik (227 km) menghubungkan Laut Putih Rusia dan Laut Baltik,
diresmikan tahun 1933.
Pembangunan Terusan Kra di Thailand menimbulkan kontroversi, pertama
karena pembangunan tersebut membutuhkan dana yang sangat besar, paling
sedikit diperlukan US$ 28 Miliar untuk membangun hanya terusan, belum
lagi pelabuhan maupun infrastruktur lainnya.
Selama ratusan tahun pelabuhan Singapura menikmati arus lalu lintas di
Selat Malaka dari Eropa ke Asia dan Pasifik. Selat Malaka menjadi jalur
perdagangan terpadat di dunia, menjadi jalur angkutan minimum 11 juta
barel minyak per hari melewati selat ini, dari Timur Tengah menuju Asia
Timur dan Pasifik, serta 90 ribu kapal setiap tahun. Itu berarti Selat
Malaka dilewati 1/3 barang perdagangan dan separuh perdagangan minyak dunia.
Malaysia lebih cerdik. Pada tahun 1997 Malaysia membangun pelabuhan
khusus kontainer seluas 5000 hektar di Tanjung Pelepas negara bagian
Johor, hanya 100 km jaraknya dari Pelabuhan Singapura, dan mengundang
Maersk Lines sebagai /partner/ yang akan menggunakan Kawasan baru
tersebut secara sendirian. Maersk Lines perusahaan pengangkut kontainer
terbesar di dunia selama ini menggunakan Singapura sebagai pelabuhan
utamanya. Maersk Lines mulai beroperasi di Tanjung Pelepas pada Oktober
1999. Pada Maret 2000, kurang dari setahun setelah beroperasi, Tanjung
Pelepas berhasil mencapai peningkatan bongkar muat 1 juta kontainer TEU
(Twenty-foot Equivalent Unit), rekor dunia pertumbuhan pelabuhan laut
tercepat.
Pelabuhan Singapura untuk mencapai tingkat bongkar muat satu juta
kontainer TEU memerlukan sepuluh tahun. Tahun 2002, Evergreen Marine
Corporation, perusahaan pengangkut kontainer terbesar di dunia menyusul
memindahkan operasi hariannya dari Pelabuhan Singapura ke tanjung Pelepas.
Keberadaan Tanjung Pelepas telah "memaksa" mimpi Thailand untuk
membangun terusan di Semenanjung Kra terhenti. Sementara itu mengikuti
kisah sukses Tanjung Pelepas, pemerintah Indonesia sejak lima tahun
terakhir telah memprakarsai pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung di
Sumatera Utara. Kalau kelak pelabuhan ini beroperasi secara penuh dia
akan berfungsi untuk menampung kapal-kapal dari seluruh wilayah
Indonesia dan memberangkatkannya ke berbagai tujuan di Asia, Vietnam,
Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Taiwan, Jepang, Korea dan
negara-negara Pasifik tanpa harus berlabuh dan bongkar muat di Pelabuhan
Singapura seperti yang selama ini dilakukan.
Di masa depan pelabuhan Kuala Tanjung, Tanjung Pelepas, Pelabuhan
Singapura dan kemungkinan Pelabuhan Sabang akan menjadi Pelabuhan
pengumpul dan pengirim barang-barang produksi Asia dan Australia ke
negara-negara Asia dan Pasifik. Kalau hal itu terjadi barangkali gagasan
membangun Terusan Kra akan tertunda karena membangun Terusan Kra
mempunyai masalah-masalah internal, khususnya buat negara Thailand yang
kemudian akan terbelah dua. Terusan Kra akan membelah 5 provinsi di
selatan semenanjung Thailand: Krabi, Trang, Phatthalung, Nakhon Si
Thammarat, dan Songkhla.
Sejauh ini memang China yang bersemangat untuk membangun Terusan Kra
sebagai bagian dari ambisi membangun jalan lintas benua Eropa, Asia, dan
Australia dalam proyek OBOR (One Belt One Road). Proyek ini memang dari
sisi politik strategis memang merupakan ambisi China untuk membangun
jalan dan lalu lintas laut dari Eropa hingga Asia dan Australia,
sementara di sisi lain proyek OBOR bisa menimbulkan masalah baru, tidak
hanya sisi ekonomi namun juga politik terhadap negara-negara Asia
Tenggara maupun Australia.
*Ishadi SK* /Komisaris Transmedia
/
*(mmu/mmu)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*