Anies Baswedan Minta Pusat Kaji Ulang Proyek Tanggul Laut Raksasa
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Dwi Arjanto
Kamis, 17 Januari 2019 05:07 WIB
0KOMENTAR
<https://metro.tempo.co/read/1165691/anies-baswedan-minta-pusat-kaji-ulang-proyek-tanggul-laut-raksasa/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Gubernur
DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengikuti rapat terbatas pengelolaan
transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Komplek Istana
Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018. TEMPO/Subekti.
<https://statik.tempo.co/data/2019/01/08/id_809982/809982_720.jpg>
Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Gubernur
DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengikuti rapat terbatas pengelolaan
transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Komplek Istana
Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018. TEMPO/Subekti.
*TEMPO.CO*,*Jakarta*-Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan
<https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan>meminta pemerintah pusat untuk
mengkaji ulang proyek tanggul laut raksasa atau/giant sea wall/. Menurut
Anies, pengkajian ulang itu agar proyek tersebut tak bermasalah di
kemudian hari.
"Harus dikaji lagi karena banyak studi yang mempertanyakan kembali
kemanfaatan dari Giant Sea Wall," ujar Anies Baswedan di Balai Kota,
Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.
*Baca :Muslimat NU Hadirkan 1.000 Ibu-ibu, Anies Diminta Siapkan Ini
<https://metro.tempo.co/read/1165572/muslimat-nu-hadirkan-1000-ibu-ibu-anies-diminta-siapkan-ini>*
Anies Baswedan tak menerangkan hasil studi mana yang ia maksud tersebut.
Tetapi, ia mengatakan kondisi teluk di Jakarta berbeda dengan wilayah
lain. Menurut dia ada 13 sungai yang bermuara di bagian utara Jakarta,
sehingga membutuhkan kajian yang betul-betul matang dalam menentukan
kebijakan.
Selain itu, Anies khawatir tanggul raksasa akan membuat air yang masuk
ke daratan tak bisa keluar lagi karena terhalang dinding raksasa. Hal
tersebut ,yang menurut Anis, dapat menimbulkan potensi masalah ke depannya.
"Jadi yang sudah jelas kami dukung dan laksanakan itu tanggul pantai.
Kalau yang di luar itu (tanggul raksasa), kami harus matangkan dulu,"
kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah
mengembangkan giant sea wall menjadi national capital integrated coastal
development (NCICD).
Pembangunan itu dibangun dalam tiga tahapan, yakni tahap A berupa
penguatan sistem tanggul laut dan sungai yang telah ada, tahap B akan
dimulai pada periode 2018-2025 berupa konstruksi tanggul laut lepas di
pantai bagian barat Teluk Jakarta, dan tahap C akan ditandai dengan
pembangunan tanggul laut lepas pantai di Timur Teluk Jakarta.
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang
Air dan Sumber Daya Air Firdaus Ali mengatakan pihaknya tengah
mematangkan kajian soal tanggul itu.
*Simak pula :*
*Khofifah dan Yenny Wahid Temui Anies Baswedan di Balai Kota*
<https://metro.tempo.co/read/1165501/khofifah-dan-yenny-wahid-temui-anies-baswedan-di-balai-kota>
ADVERTISEMENT
"Studi harusnya sudah selesai akhir tahun 2018, tapi kemungkinan akan
berlanjut studi desainnya sampai ke akhir tahun 2019. Tahun 2020
harusnya sudah groundbreaking," ujar Firdaus saat dihubungi pada Selasa,
11 Desember 2018.
Ali menjelaskan, dalam proses kajian itu, tak hanya Pemprov DKI saja
yang dilibatkan, tetapi juga Pemprov Banten dan Pemprov Jawa Barat.
Selain itu, tenaga ahli dari Belanda, Korea, Jepang, dan Indonesia juga
duduk bersama mengkaji tanggul laut raksasa, seperti disebut
jugaAnies<https://metro.tempo.co/read/1165492/tangani-penurunan-permukaan-tanah-dki-kerja-sama-dengan-jepang>Baswedan
<https://metro.tempo.co/read/1165492/tangani-penurunan-permukaan-tanah-dki-kerja-sama-dengan-jepang>,
yang diperlukan untuk menanggulangi banjir rob di Jakarta.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com