8 Meninggal, 4 Hilang dan Ribuan Mengungsi Akibat Banjir di Sulsel

SM Said
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:08 WIBviews: 3.488Banjir di 53 kecamatan pada 
sembilan kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan telah 
mengakibatkan delapan orang meninggal, empat orang hilang dan ribuan lainnya 
mengungsi. Foto banjir dari udara/BNPB 

MAKASSAR - Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang 
pasang telah menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga banjir di wilayah 
Sulawesi Selatan pada Selasa siang 22 Januari 2019. Data sementara tercatat 53 
kecamatan di sembilan kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang 
mengalami banjir yaitu di Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, 
Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 
dampak sementara akibat banjir, longsor dan angin kencang yang berhasil 
dihimpun Posko BNPB berdasarkan laporan dari BPBD, tercatat delapan orang 
meninggal dunia, 4 orang hilang, ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga 
mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan 10.021 hektare sawah terendam banjir.. 

"Korban meninggal dunia ditemukan di Jeneponto 5 orang dan Gowa 3 orang, 
sedangkan korban hilang terdapat di Jeneponto 3 orang dan Pangkep 1 orang. 
Hingga Rabu (23/1/2019) pukul 14.00 WIB banjir masih banyak melanda di daerah.. 
Penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan sehingga update data 
akan berubah," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews.

Di Kabupaten Jeneponto, kata dia, banjir melanda 21 desa di 10 kecamatan yaitu 
Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, 
Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter. 

Menurut Sutopo, banjir akibat hujan deras sehingga sungai-sungai meluap, 
diantaranya Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang.   
   -    



"Dampak yang ditimbulkan adalah 5 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 5 
rumah hanyut, 51 rumah rusak berat, ribuan warga mengungsi dan ribuan rumah 
terendam banjir. Evakuasi, pencarian, penyelamatan dan distribusi bantuan masih 
terus dilakukan. Banyak warga yang mengungsi sementara di atap rumah sambil 
menunggu dievakuasi. Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, 
PMI, Tagana, relawan dan lainnya melakukan penanganan darurat," paparnya.

Di Kota Makassar, ungkap dia, banjir melanda 14 kecamatan yaitu Kecamatan 
Biringkanaya, Bontoloa, Kampung Sangkarang, Makassar, Mamajang, Manggala, 
Mariso, Pankkukang, Rampocini, Tallo, Tamalanrea, Tamalate, Ujung Pandang, dan 
Ujung Tanah. Sekitar 1.000 jiwa warga mengungsi. Banjir juga disebabkan hujan 
deras kemudian sungai-sungai yang bermuara di Kota Makassar meluap.

Sedang di Kabupaten Gowa, banjir melanda 7 kecamatan yaitu Somba Opu, 
Bontomanannu, Pattalasang, Parangloe, Palangga, Tombolonggo, dan Manuju. Sekain 
hujan deras, banjir juga disebabkan dibukanya pintu Waduk Bili-Bili karena 
terus meningkat volume air di waduk sehingga untuk mengamankan waduk maka debit 
aliran keluar dari Waduk Bili-Bili ditingkatkan.

"Tercatat 3 orang meninggal dunia, 45 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi 
yang tersebar di 13 titik pengungsian, lebih dari 500 unit rumah terendam 
banjir setinggi 50 – 200 centimeter ddari dampak banjir di Gowa. Banjir juga 
menyebabkan 2 jembatan rusak berat sehingga tidak dapat digunakan yaitu 
jembatan Jenelata di Desa Moncong Loe Kecamatan Manuju dan jembatan di Dusun 
Limoa Desa Patalikang Kecamatan Manuju. Hujan deras juga memicu longsor di 
beberapa tempat sehingga menutup jalan dan merusak beberapa rumah," paparnya.

Sementara itu banjir di Kabupaten Marros melanda 11 kecamatan. Lebih dari 
1..400 orang mengungsi. Pendataan masih dilakukan. Listrik padam sehingga 
komunikasi juga putus. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD. 

"Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD. Penanganan darurat masih terus 
dilakukan oleh tim gabungan. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, 
Tagana, relawan dan lainnya melakukan penanganan darurat," timpalnya.

Menurut dia, perahu karet dan bantuan permakanan untuk pengungsi masih 
diperlukan. Korban hilang masih dilakukan pencarian. Kondisi hujan yang masih 
berlangsung dan luasnya wilayah yang terkena banjir cukup menyulitkan dalam 
penanganan.

Kirim email ke