https://pilpres.tempo.co/read/1168107/282-persen-pemilih-dari-partai-koalisi-prabowo-pilih-jokowi/full&view=ok


 28,2 Persen Pemilih dari Partai Koalisi Prabowo


 Pilih Jokowi

Reporter:


       Syafiul Hadi

Editor:


       Juli Hantoro

Rabu, 23 Januari 2019 19:01 WIB
(Dari kanan) Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, peneliti senior Indikator Politik Muhammad Dahlan, dan pakar komunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskrido Ambardi dalam acara rilis survei bertema <https://statik.tempo.co/data/2019/01/08/id_809913/809913_720.jpg>

(Dari kanan) Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, peneliti senior Indikator Politik Muhammad Dahlan, dan pakar komunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskrido Ambardi dalam acara rilis survei bertema "Media Sosial, Hoaks, dan Sikap Partisan dalam Pilpres 2019" di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Lembaga survei Indikator Politik merilis hasil sigi teranyar soal pemilih pasangan capres-cawapres berdasarkan partai politik pilihannya dalam Pilpres 2019. Peneliti Indikator, Rizka Halida menyebutkan para pemilih dari basis partai koalisi pendukung Prabowo <https://pilpres.tempo.co/read/1168005/indikator-pemilih-dari-partai-koalisi-jokowi-terpecah-ke-prabowo> - Sandiaga masih terpecah memilih pasangan Jokowi - Ma'ruf.

Baca juga: Prabowo akan Fokus Isu Ekonomi Lingkungan di Debat Pilpres II <https://nasional.tempo.co/read/1167352/prabowo-akan-fokus-isu-ekonomi-lingkungan-di-debat-pilpres-ii>

"Basis koalisi Prabowo - Sandiaga sedikit lebih besar yang keluar dari arah dukungan partainya, sekitar 28,2 persen," ujar Rizka di kantor Indikator Politik, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019. Untuk pendukung Jokowi - Ma'ruf, ucap dia, ada 24,1 persen yang terpecah ke oposisi.

Menurut Rizka, ada split-ticket voting atau dukungan pemilih yang tak sejalan dengan partai pilihannya di koalisi Prabowo - Sandiaga. Dari data Indikator, untuk Partai Gerindra, masih ada 14,1 persen pemilih yang terbelah mendukung capres petahana. "Sedangkan 81,5 persen searah dengan dukungan partai," katanya.

Adapun, untuk Partai Keadilan Sejahtera, sebanyak 73,7 persen memilih Prabowo dan 21,1 persen mendukung Jokowi. Sedangkan dari Partai Amanat Nasional, sebanyak 71,9 persen searah dengan dukungan partai ke Prabowo dan 26 persennya mendukung Jokowi.

Rizka mengatakan partai pendukung Prabowo dengan pemilih terpecah paling besar ada di Partai Demokrat dan Partai Berkarya. Sigi Indikator merekam sebanyak 54,1 persen pemilih Demokrat mendukung Prabowo dan 40,5 persen ke arah Jokowi.

Baca juga: Ini Visi Prabowo dalam Debat Capres Bertema Lingkungan Hidup <https://pilpres.tempo.co/read/1167362/ini-visi-prabowo-dalam-debat-capres-bertema-lingkungan-hidup>

Sedangkan di Partai Berkarya, ucap Rizka, sebanyak 44,8 persen pemilihnya mendukung Prabowo <https://pilpres.tempo.co/read/1167708/kubu-prabowo-usulkan-format-debat-capres-kedua-tarung-bebas>dan 42,1 persen lainnya memilih Jokowi. "Basis Demokrat dan Berkarya memang paling banyak terbelah kepada petahana," ucap Rizka.

Survei Indikator Politik ini dilakukan pada 16-26 Desember 2018. Metode samplingnya menggunakan multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka. Adapun tingkat margin of error penelitian ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



============


https://pilpres.tempo.co/read/1168093/pemilih-ppp-dan-hanura-tak-solid-dukung-jokowi/full&view=ok


 Pemilih PPP dan Hanura Tak Solid Dukung


 Jokowi

Reporter:


       Syafiul Hadi

Editor:


       Juli Hantoro

Rabu, 23 Januari 2019 18:24 WIB
Kader PPP kubu Muktamar Jakarta usai menggelar musyawarah kerja nasional atau Mukernas III di Gedung Galery Jalan Talang Nomor 3 Menteng, Jakarta Pusat pada 15-16 November 2018. Hasil Mukernas memutuskan mendukung pasangan Capres dan Wapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. TEMPO/Dewi <https://statik.tempo.co/data/2018/11/16/id_797351/797351_720.jpg>

Kader PPP kubu Muktamar Jakarta usai menggelar musyawarah kerja nasional atau Mukernas III di Gedung Galery Jalan Talang Nomor 3 Menteng, Jakarta Pusat pada 15-16 November 2018. Hasil Mukernas memutuskan mendukung pasangan Capres dan Wapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. TEMPO/Dewi

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pemilih Partai Persatuan Pembangunan atau PPP dan Hanura tak solid mendukung Jokowi - Ma'ruf. Hal itu terlihat dari sigi teranyar yang dilakukan Lembaga Survei Indikator Politik.

Peneliti Indikator, Rizka Halida mengatakan ada split-ticket voting atau dukungan pemilih yang tak sejalan dengan partai pilihannya dalam Pilpres 2019. Seperti diketahui PPP dan Hanura adalah partai pengusung Jokowi - Ma'ruf.

Menurut Rizka, ada basis pemilih dari partai pendukung pasangan Jokowi -Ma'ruf yang terbelah ke pasangan Prabowo - Sandiaga. Basis pemilih yang terbelah ini, kata dia, paling besar ada di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura.

"Sebagian basis pemilih dari partai ini tak searah dengan dukungan partai ke Jokowi - Ma'ruf," ujar Rizka di kantor Indikator Politik, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Survei Indikator merekam hampir separuh basis pemilih PPP terbelah ke capres oposisi. Menurut Rizka, dari data itu, sebanyak 53,7 persen pemilih PPP mendukung Jokowi dan 43,2 persen ke arah Prabowo.

Adapun, untuk Partai Hanura, sebanyak 59,1 persen pemilihnya mendukung Jokowi dan 39,6 persen lainnya memilih Prabowo. "Basis PPP dan Hanura memang paling banyak terbelah memilih oposisi," ucap Rizka.

Rizka menuturkan, partai yang pemilihnya paling solid mendukung Jokowi - Ma'ruf adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang kepala banteng ini memiliki persentase sebesar 90,1 persen memilih Jokowi sesuai arah dukungan. "Yang 6 persen pemilih lainnya memilih Prabowo," tuturnya.

Survei Indikator Politik ini dilakukan pada 16-26 Desember 2018. Metode /sampling/-nya menggunakan /multistage random sampling/ dengan 1.220 responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka. Adapun tingkat /margin of error/ penelitian ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

------------------------------------------------------------------------









Kirim email ke