https://seword.com/politik/senjata-makan-tuan-pendukung-prabowo-mengulamakan-teroris-
melalui-hastag-jkwgagalcintaulama-5RCdj9aa4
Senjata Makan Tuan! Pendukung Prabowo Mengulamakan Teroris
Melalui Hastag JKWGagalCintaUlama
Mora Sifudan . 7 hours ago . 4 min read . 4.5k
Senjata Makan Tuan! Pendukung Prabowo Mengulamakan Teroris Melalui
Hastag JKWGagalCintaUlama
* Politik <https://seword.com/category/politik>
*
*
*
*
Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) memancing ancaman golput dari
pendukung Jokowi. Padahal sebenarnya pembebasan itu masih dalam kajian.
Hanya saja Yusril terlalu bergembira akan tugas yang diberikan Jokowi
untuk mengkaji pembebasan ABB. Yusril terlalu percaya diri akan berhasil
membebaskan ABB tanpa syarat dan membeberkannya ke Publik. Akibatnya,
pendukung Jokowi bereaksi keras.
Melihat pendukung Jokowi menentang keras dan mengancam akan golput,
pendukung Prabowo berusaha memanfaatkan situasi untuk memecah-belah
pendukung Jokowi. Berbagai cara mereka lakukan. Mulai dari berpura-pura
jadi ahoker garis keras, sampai berubah auto toleran kelas wahid. Dan
mereka sangat menikmatinya.
Tetapi saking terlalu menikmati, pendukung Prabowo tersentak ketika ABB
tidak jadi dibebaskan. Mereka kemudian melempar hastag ke media sosial:
#JKWBatalCintaUlama. Mereka kebablasan memosisikan ABB sebagai ulama.
Maksudnya sebenarnya mau mengatakan bahwa Jokowi gagal membebaskan
ulama. Tetapi secara tidak langsung mereka sedang terjebak telah
mengulamakan teroris. Masak teroris kelas kakap dikatakan ulama?
Padahal sejak awal, tidak ada pihak yang menyatakan bahwa pembebasan ABB
adalah bentuk cinta Jokowi terhadap ulama. Jokowi dan para pendukungnya
sendiri tidak menyebut dan menganggap ABB sebagai ulama. ABB tetap saja
dianggap sebagai teroris yang sudah menua dan hampir mampus sehingga
kemungkinan bisa dibebaskan atas dasar kemanusiaan. Alasan kemanusiaan
itu mengandaikan bahwa ABB tidak lebih dari manusia saja di mata
pemerintah, bukan orang penting, apalagi ulama.
Coba saja cari di internet. Mana ada pihak Jokowi yang menyebut ABB
sebagai ulama. Kalau pun ada yang menafsirkan pembebasan ABB sebagai
bukti bahwa Jokowi tidak anti-Islam atau cinta ulama, itu hanya sebatas
penafsiran saja, bukan hal utama. ABB tetap saja dianggap sebagai
teroris kelas kakap. Bahkan kasus pembebasan ABB itu sendiri semakin
memastikan bahwa ABB memang teroris karena rekam jejak keterorisannya
dibongkar kembali. Bukan keulamaan ABB yang tampak, melainkan
kedudukannya sebagai teroris sejati yang dipertontonkan ke publik.
Justru karena ABB dianggap teroris paling berbahaya meskipun sudah bau
tanah, makanya pendukung Jokowi berontak ketika mau dibebaskan. Kalau
ABB dianggap ulama, reaksi pendukung Jokowi tidak akan berontak kale….
Sekarang pendukung Prabowo masuk dalam jebakan yang mereka buat sendiri.
Mereka melempar hastag yang menyatakan pengakuan mereka bahwa ABB adalah
ulama. Hastag JKWBatalCintaUlama artinya Jokowi gagal membebaskan ABB.
Nah toh…. Kelihatan sekali mereka mengulamakan ABB.
Mengulamakan ABB sama saja dengan mengulamakan teroris. Mengulamakan ABB
sama saja pendukung Prabowo mengakui bahwa selama ini mereka memang
mendukung teroris. Karena tidak ada alasan untuk mengulamakan teroris
kecuali mereka memang mendukung teroris.
Pantasan elite-elite politik Prabowo terkesan kalem menanggapi
pembebasan ABB. Ternyata mereka sedang menanti-nantikan kebebasan ulama
(teroris paling dicari di dunia) mereka. Eh ternyata tidak jadi
dibebaskan…. Mereka malah kelihatan kecewa dan melempar hastag pula itu.
Mampus lu, cuk! Ketahuan belangmu.
Saya yakin netizen dan rakyat Indonesia apalagi pendukung Jokowi belum
menyadari ini. Kalau sudah menyadari, ya syukur. Maksud saya, ini adalah
kesempatan besar bagi pendukung Jokowi untuk menyerang balik setelah
dicoba diobrak-abrik.
Pendukung Jokowi sudah waktunya untuk bersatu menghantam para pendukung
teroris ini. Menghantam mereka balik dengan hastag yang mereka gulirkan
sendiri saya kira tidak akan menabrak idealisme pendukung Jokowi bukan?
Hastag yang saya usulkan adalah #KampretMengulamakanTeroris,
#ABBUlamaKampret, #ABBDiulamakanKampret, #UlamaKampret02Teroris,
#KampretDukungUlamaTeroris, #02UlamakanTeroris dan lain-lain dech, yang
penting mantul. Atau kalau ada hastag yang lebih mantul, ya silakan
diramekan. Pokoknya rame.
Soal pendukung kecewa kepada Jokowi saya kira sudah selesai dengan
jelasnya duduk persoalan. Bahwa kemarin kita sudah berdebat soal Jokowi
apakah kompromi terhadap teroris atau tidak, biarlah itu kita anggap
sebagai bukti bahwa pendukung Jokowi memang berkomitmen untuk mengkritik
apa yang perlu dikritik. Yang mungkin perlu diperhatikan oleh pendukung
Jokowi adalah memahami dan menunggu serta memberikan kritikan-kritikan
yang membangun.
Sudah saatnya kita menyerang. Kalau Anda masih ragu, cukup Anda lihat
dan perhatikan bahwa pendukung Prabowo sekarang malah mengatakan Jokowi
gagal cinta ulama padahal Jokowi gagal terperdaya teroris melalui Yusril.
Bagaimana dengan Yusril? Saya kira sudah cukup dia akan dijauhkan
orang-orangnya sendiri karena ulahnya sendiri. Bahwa manuver Yusril ini
cukup merugikan terhadap Jokowi, ya begitulah politik tidak selalu
seperti yang kita inginkan. Tetapi Yusril akan mendapat kerugiannya
sendiri dari para pengikut ABB.
Salam dari rakyat jelata <https://www.seword.co/author/warto>
editorchoice