https://www.antaranews.com/berita/791230/komaruddin-hidayat-
saling-menghargai-diperlukan-untuk-merawat-kebhinekaan
Komaruddin Hidayat: saling
menghargai diperlukan untuk
merawat kebhinekaan
Kamis, 24 Januari 2019 21:13 WIB
Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat. (FOTO.ANTARA)
Saat ini orang mudah terjebak pada generalisasi dan pelabelan terhadap
etnis tertentu
Jakarta (ANTARA News) - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Ciputat
Komaruddin Hidayat mengatakan untuk merawat kebhinekaan maka seluruh
masyarakatnya harus saling menghargai dan saling mendengar.
"Saat ini orang mudah terjebak pada generalisasi dan pelabelan terhadap
etnis tertentu, padahal yang mestinya dilakukan adalah kesediaan untuk
saling mengenalkan diri dan mendengarkan orang lain," kata Komaruddin
saat menghadiri acara Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia di
Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan Pancasila bukan sekedar pemersatu tetapi juga panduan
nilai bagi perjalanan bangsa yang mesti menjadi tolak ukur masyarakatnya.
Kemajemukan Indonesia di mana masyarakatnya terdiri dari beragam suku
dan agama maka munculah identitas dan afiliasi kultural.
Dia mengatakan semuanya harus melebur sebagai bangsa Indonesia
sekalipun masih dalam proses konsolidasi menjadi Indonesia.
Komaruddin mengatakan negara Indonesia dapat digolongkan menjadi /civic
nation /dimana yang menjadi perekat utama adalah /civic identity./
Dia mengatakan di dalam /civic nation/, setiap orang memiliki hak dan
kewajiban politik yang sama di depan hukum serta kesamaan hak dalam
mengaktualisasikan diri dalam merintis karier dan dalam meraih
kesejahteraan hidupnya.
"Dengan argumen di atas sesungguhnya Indonesia masuk kategori /civic
nation/ karena yang menjadi pemersatu dan identitas Indonesia adalah
kesepakatan dan cita-cita bersama untuk merdeka. Sebuah negara baru di
atas kekuasaan lokal yang secara ideologis diikat oleh ideologi
Pancasila," kata dia.
*Baca juga: Komaruddin: siapapun Presiden Indonesia harus menjaga
kebhinekaan
<https://www.antaranews.com/berita/654637/komaruddin-siapapun-presiden-indonesia-harus-menjaga-kebhinekaan>*
Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019