Lah emangnya duit = najis? Apakah bung pegang duit sekarang? Najis ndak?
Lalu siapa yg bayar hutang itu? Apa hubungan duit dgn IMF dan bank dunia? Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Thursday, January 24, 2019 4:21 AM To: GELORA_In <[email protected]>; Sahala Silalahi <[email protected]>; [email protected]; Gol <[email protected]>; Sie Tik Tan <[email protected]>; Oman Romana <[email protected]>; Harry Singgih <[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Harsono Sutedjo <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; [email protected]; Billy Gunadi <[email protected]>; Tjoa <[email protected]>; Andreas Sungkono <[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Nunu Nugroho <[email protected]> Subject: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Sri Mulyani: Utang Bukan Sesuatu yang Najis ---- Sri Mulyani: Utang Populer karena Sekarang Musim Politik Ya jelas bukan najis untuk anda, sang Menteri!! bukan anda dan keluarga anda yang harus menderita untuk bayar utang!! Tidak aneh kata-kata pembelaan keluar dari agennya IMF dan Bank Dunia!! On Wednesday, January 23, 2019, 7:49:55 PM GMT+1, Awind [email protected] <mailto:[email protected]> [temu_eropa] <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397806/sri-mulyani-utang-bukan-sesuatu-yang-najis?tag_from=wp_beritautama Rabu, 23 Jan 2019 22:54 WIB Sri Mulyani: Utang Bukan Sesuatu yang Najis Hendra Kusuma - detikFinance <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397806/sri-mulyani-utang-bukan-sesuatu-yang-najis?tag_from=wp_beritautama> Share 0 <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397806/sri-mulyani-utang-bukan-sesuatu-yang-najis?tag_from=wp_beritautama> Tweet 0 <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397806/sri-mulyani-utang-bukan-sesuatu-yang-najis?tag_from=wp_beritautama> Share 0 <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397806/sri-mulyani-utang-bukan-sesuatu-yang-najis?tag_from=wp_beritautama#komentar> 25 komentar <https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/01/23/c90dfd31-ab83-4451-897e-91735fbcd041_169.jpeg?w=700&q=80> Foto: Hendra Kusuma/detikFinance FOKUS BERITA Utang RI Tembus Rp 4.000 Triliun <https://finance.detik.com/indeksfokus/3466/utang-ri-tembus-rp-4-000-triliun> Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencatat, mengelola, dan menggunakan utang pemerintah dengan prinsip kehati-hatian. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir soal pengelolaan utang pemerintah. Hal itu diungkapkan saat menjadi pembicara kunci di acara Rakernas Kementerian Agama Tahun 2019 dengan tema "Akselerasi Manajemen Keuangan Kementerian Agama" di Hotel Shangri-La, Jakarya, Rabu (23/1/2019). Menurut Sri Mulyani, utang itu bukan sesuatu hal yang dilarang selama pengelolaannya dilakukan dengan baik dan memenuhi kaidah-kaidah aturan perundang-undangan dan tujuannya demi percepatan pembangunan. "Utang itu bukan sesuatu yang najis," kata Sri Mulyani. Baca juga: Sri Mulyani: Utang Populer karena Sekarang Musim Politik <https://finance.detik.com/read/2019/01/23/204900/4397648/4/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik> Ia menambahkan, pemerintah menjamin pengelolaan utang saat ini sudah baik karena sudah mempertimbangkan seluruh risiko yang ada. Rasio utang bahkan terus dijaga agar tidak sampai membebani keuangan negara. Ia bahkan rela mempertaruhkan predikat sebagai menteri terbaik dunia. Menurut Sri Mulyani, predikat 'menteri terbaik dunia' tak mungkin disematkan padanya bila ia tak mampu mengelola keuangan negara dengan baik. "Saya ingat yang membicarakan mengenai utang, harusnya kamu dalam mengelola utang harus teliti, catatlah utang secara teliti dan hati-hati, ya saya mengikuti itu, kalau saya tidak mengikuti itu tidak mungkin jadi menteri keuangan terbaik dunia, tidak mungkin," tegas Sri Mulyani. Baca juga: Sri Mulyani: Negara Maju Punya Utang Lebih Banyak <https://finance.detik.com/read/2019/01/23/185432/4397486/4/sri-mulyani-negara-maju-punya-utang-lebih-banyak> (hek/dna) =============== https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397648/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik Rabu, 23 Jan 2019 21:00 WIB Sri Mulyani: Utang Populer karena Sekarang Musim Politik Hendra Kusuma - detikFinance <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397648/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik> Share 0 <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397648/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik> Tweet 0 <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397648/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik> Share 0 <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4397648/sri-mulyani-utang-populer-karena-sekarang-musim-politik#komentar> 22 komentar <https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2017/01/03/8839425f-8328-434f-bada-48b8bada05fd_169.jpg?w=700&q=80> Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Maikel Jefriando FOKUS BERITA Utang RI Tembus Rp 4.000 Triliun <https://finance.detik.com/indeksfokus/3466/utang-ri-tembus-rp-4-000-triliun> Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang menjadi topik populer karena saat ini tahun politik. Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara di acara Rakernas Kementerian Agama Tahun 2019 dengan tema Akselerasi Manajemen Keuangan Kementerian Agama di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (23/1/2019). Awalnya Sri Mulyani menjelaskan mengenai APBN Indonesia yang masih didesain dengan defisit, yaitu pendapatan lebih kecil dibanding belanja negara. "Kalau total belanja lebih banyak dari penerimaan maka kita defisit, defisit itu didanai oleh utang, yang sekarang populer karena musim politik," kata Sri Mulyani. Baca juga: Kurangi Utang, Prabowo-Sandi bakal Pangkas Proyek Infrastruktur <https://finance.detik.com/read/2019/01/23/185518/4397525/5/kurangi-utang-prabowo-sandi-bakal-pangkas-proyek-infrastruktur> Menurut Sri Mulyani Utang pemerintah itu sudah ada sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto dan kini ramai karena musim politik. "Padahal dari sananya utang itu sudah ada," ujar Sri Mulyani. Baca juga: Sri Mulyani: Negara Maju Punya Utang Lebih Banyak <https://finance.detik.com/read/2019/01/23/185432/4397486/4/sri-mulyani-negara-maju-punya-utang-lebih-banyak> Mengutip data APBN KiTa, Jakarta, Selasa (22/1/2019), utang pemerintah pada Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Angka ini naik Rp 22,33 triliun dari bulan November yang sebesar Rp 4.395,97 triliun. Utang ini terdiri dari pinjaman serta penerbitan Surat Utang Negara (SBN). Pinjaman yang ditarik pemerintah di 2018 tercatat mencapai Rp 805,62 triliun. Baca juga: Kritik soal Utang, BPN: Cicilan Lebih Besar dari Anggaran Infrastruktur <https://finance.detik.com/read/2019/01/23/184542/4397483/5/kritik-soal-utang-bpn-cicilan-lebih-besar-dari-anggaran-infrastruktur> Sebagian besar sisanya, merupakan hasil penerbitan SBN pemerintah di 2018 yang mencapai Rp 3.612,69 triliun atau 81,77% dari total utang pemerintah pusat. Surat berharga negara tersebut dibagi menjadi dua yakni denominasi rupiah yang mencapai Rp 2.601,63 triliun dan denominasi valas yang mencapai Rp 1.011,05 triliun. Yang jelas, total utang pemerintah yang sebesar Rp 4.418,30 triliun itu sama dengan 29,98% dari produk domestik bruto (PDB) yang berdasarkan data sementara Rp 14.735,85 triliun. Itu berarti utang pemerintah masih jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60% dari PDB. (hek/hns)
