*https://kumparan.com/wiji-nurhayat/ombudsman-catat-data-impor-pangan-er
<https://kumparan.com/wiji-nurhayat/ombudsman-catat-data-impor-pangan-er>*
a-jokow*i-lebih-tinggi-daripada-sby-1548754680759668578*

29 Januari 2019 4:55 WIB
1
1
Ombudsman Catat Data Impor Pangan Era Jokowi Lebih Tinggi daripada SBY
Pekerja mengangkat karung isi beras di Gudang Beras Bulog. (Foto: ANTARA
FOTO/Abriawan Abhe)
Impor pangan
<https://kumparan.com/@kumparanbisnis/lawan-mafia-pangan-mentan-ingin-petani-untung-dan-konsumen-tersenyum-1548386669768514636>masih
menjadi masalah klasik bagi Indonesia. Dikenal sebagai negara agraris,
Indonesia
<https://kumparan.com/@kumparanbisnis/lawan-mafia-pangan-mentan-ingin-petani-untung-dan-konsumen-tersenyum-1548386669768514636>justru
rutin mengimpor pangan dari berbagai negara.
Komisioner Ombudsman, Alamsyah Saragih, pun mencoba membandingkan data
impor pangan seperti beras, jagung, gula, dan garam, pemerintah saat ini
dengan sebelumnya. Dia menilai, di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo,
impor pangan jauh lebih besar dibandingkan era Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY).
“Data beras semenjak tahun 2015 efektif dari Januari total yang diimpor itu
ada 4,7 juta ton. Namun demikian, kalau kita dibandingkan dengan impor
beras selama pemerintah sebelumnya total impor di periode SBY mencapai
angka sedikit lebih tinggi itu 6,5 juta ton,” ujar Alamsyah di Diskusi
Publik ‘Jokowi Raja Impor?’ di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta
Pusat, Selasa (29/1).
Pada impor beras, Alamsyah mendata dari 2015 hingga 2018 untuk periode
Jokowi. Sedangkan di era SBY, dia mencatatnya sejak 2010 sampai 2014.
Pekerja memindahkan beras medium untuk kebutuhan operasi pasar awal tahun
2019 di gudang Perum Bulog. (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)
"Itu (impor beras) 6,5 juta ton dalam 5 tahun. Sementara 4,7 juta ton dalam
4 tahun. Saya tidak tahu apakah tahun depan akan bertambah lagi kalau
nambah jadi remis atau bisa lebih,” tambahnya.
Sedangkan di 3 komoditas pangan lainnya yaitu jagung, gula, dan garam,
impor di era Jokowi lebih besar dibandingkan SBY. Untuk impor gula saja,
Jokowi sudah mengimpor 17,2 juta ton. Sedangkan 5 tahun masa SBY hanya 12,7
juta ton. Hal yang sama juga terjadi pada jagung dan garam.
“Kalau boleh bilang posisinya 3-1 kalau pertanyaannya siapa yang lebih
banyak impor,” ujarnya.
Ke depan, dia bilang bahwa perhatian utama pemerintah harus menekan laju
impor pangan. Pemerintah harus punya cara untuk menggenjot produksi pangan
di dalam negeri.
“Maka siapapun yang menjadi presiden ke depan, apabila dalam 100 hari kerja
tidak memiliki satu kerangka penguatan kelembagaan sosial ekonomi petani
maka kami pastikan 5 tahun lagi akan hal yang sama,” sebutnya.

Kirim email ke