Ceritanya kan soal naik turunkan kan harga kopra seenaknya .
Oom ini memang hebat, tapi dengan segala hormat, dia juga ada sejarah
hitamnya. Waktu masih jadi raja kopra, seenaknya menaik-turunkan harga
Soal check dan giro, kan ceritanya dia baru mulai kerja, tidak tahu
bedanya. Karena dapatnya giro, dimarahi bossnya karena masih harus tunggu
beberapa lama lagi.


Pada tanggal Sel, 29 Jan 2019 pukul 16.58 Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Di Indonesia ada giro ada check, giro tidak bisa diuangkan langsung tetapi
> harus melalui clearing dulu juga baru bisa clearing sesuai tanggal pada
> giro, sedang check bisa di-cash-kan langsung. Pengusaha umumnya bayar pakai
> giro karena lebih aman juga siapa yg meng-clearing-kan bisa
> diketahui/dilacak dan bisa di-cancel.
>
> Cerita dibawah sebenarnya hal yang umum saja kok dibilang sejarah hitam?
>
>
> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>
> Cerita bekas murid :
> Oom ini memang hebat, tapi dengan segala hormat, dia juga ada sejarah
> hitamnya. Waktu masih jadi raja kopra, seenaknya menaik-turunkan harga.
> Kita bilang waktu itu wajahnya bengis, tdk seperti Oom Liem yang Nampak
> friendly.
>
>
> Pertama tahun 1975 saya disuruh nagih ke Bimoli untuk pembelian mesin
> minyaknya dari Itali. Masih hijau belum tahu bedanya giro dengan check.
> Dibayar dengan giro, mundur lagi, dimarahi habis-habisan oleh boss
> sepulangnya ke kantor.
>
> Gara-gara anaknya Oey Tjie Gwan (Teguh Ganda Wijaya) yang kalau ke kantor
> pakai sepatu putih, sampai sekarang saya alergi sama pria yang bersepatu
> kulit warna putih.
>
> 
>

Kirim email ke