Kenang Jasa Kiai NU, Said Aqil Sindir Pengusung Khilafah
CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 06:31 WIB
Bagikan :
Kenang Jasa Kiai NU, Said Aqil Sindir Pengusung KhilafahKetua Umum PBNU
Said Aqil Siroj. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
(PBNU) KH Said Aqil Siroj menyindir kelompok masyarakat yang tiba-tiba
menyampaikan konsep khilafah di Indonesia. Padahal, kata Said mereka
yang meneriakkan khilafah tak ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Said saat memberikan pidato dalam peringatan
hari lahir (Harlah) ke-93 NU, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).
Said mengaku heran dengan mereka yang terus mengampanyekan khilafah.
"Eh tiba-tiba ada orang enggak ikut berjuang, enggak berkeringat,
tiba-tiba muncul khilafah, ini/piye/. Enggak ikut berjuang, enggak ikut
keringat, (serukan) khilafah," kata Said.
Said sebelumnya sempat menyinggung peran sejumlah kiai NU yang terlibat
langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dia menyebut keteguhan
pendiri NU, Hasyim Asy'ari saat diminta bersujud ke arah timur oleh Jepang.
Lihat juga:
Doakan Jokowi Menang, Said Aqil Tak Mau Dicap Kampanye
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190131160710-32-365449/doakan-jokowi-menang-said-aqil-tak-mau-dicap-kampanye/>
Menurut Said, kakek Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu
menolak dan akhirnya ditahan di sebuah penjara di Mojokerto. Di dalam
penjara, kata Said, kiai yang kerap disebut sebagai hadratussyekh itu
mendapat siksaan dari tentara Jepang.
"Satu bulan di penjara di Mojokerto, keluar dari penjara Kiai Hasyim
Asy'ari tangan kananya tidak bsia bergerak," ujarnya.
Selain itu, Said menyebut beberapa kiai NU lainnya yang menolak tunduk
terhadap penjajah, mereka di antaranya Kiai Mahfud Sidiq, Kiai Jan
Mustofa dari Tasikmalaya, Kiai Hamid Rusdi dari Malang, hingga Kiai
Ilyas dari Lumajang.
Menurutnya para kiai itu mendapat siksaan dari penjajah, hingga berujung
kematian.
"Itulah pengorbanan para ulama Nahdlatul Ulama dalam memertahankan
kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Said mengajak seluruh warga Nahdliyin sebagai pewaris para
kiai-kiai tersebut tetap menjaga amanah untuk tidak tunduk kepada
pihak-pihak yang ingin memecah belah. Said pun mencontohkan keteguhan
Gus Dur yang menolak tunduk kepada pemerintah Orde Baru.
"Dia tetap memegang prinsip ketika benar beliau katakan iya. Ketika
salah beliau katakan tidak. Itulah Gus Dur. Kita sekarang membutuhkan
Gus Dur yang lain," kata dia.
*
NU dan Muhammadiyah*
Di sisi lain, Said yang telah menjadi Ketum PBNU dua periode itu juga
merasa bersyukur karena Indonesia memiliki kelompok sosial keagamaan
seperti NU dan Muhammadiyah. Said lantas membandingkan dengan negara
lain di Timur Tengah maupun Afrika yang dilanda konflik karena tak
memiliki kelompok sosial tersebut.
"Alhamdulillah kita mempunyai struktur sosial yang jelas yang andil
sangat besar dalam membangun kekuatan/civil society/atau sarekat," ujarnya.
Said menegaskan NU akan ikut menyukseskan pemilihan umum, baik itu
pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden pada 17 April 2019,
dengan damai, aman serta nyaman. Said pun sempat mendoakan Presiden Joko
Widodo yang maju sebagai petahana bisa kembali menang.
"Mari NU menyukseskan pemilu itu dengan damai, aman, nyaman, santai,
bila perlu habis/nyoblos,/dangdutan," kata dia.
Lihat juga:
Jokowi Amini Doa Said Aqil agar Menang di Pilpres 2019
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190131170907-32-365475/jokowi-amini-doa-said-aqil-agar-menang-di-pilpres-2019/>
*(ugo)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com