https://seword.com/politik/karma-dibayar-tunai-buni-yani-dipenjara-ahok-lepas-beban-y-uBpfAHN
Karma Dibayar Tunai, Buni Yani Dipenjara, Ahok Lepas Beban
Manuel Mawengkang . 3 hours ago . 4 min read . 0
Karma Dibayar Tunai, Buni Yani Dipenjara, Ahok Lepas Beban
* Politik <https://seword.com/category/politik>
*
*
*
*
Ini bukan permainan. Ini adalah sebuah hal yang benar-benar menjadi
hukum sebab akibat. Siapa yang menabur, dialah yang menuai. Sebuah
sistem kehidupan itu dinamakan dengan /flow of energy/. Energi itu kekal.
/The law of conservation of energy/, adalah sebuah hukum yang ada dan
mengatur perjalanan hidup baik secara dunia besar alias makrokosmos, dan
dunia kecil alias mikrokosmos. Ini menjadi sebuah hal yang paling mendasar.
Siapa yang menabur kebaikan, dia akan menuai kebaikan kelak. Tapi siapa
yang menabur kejahatan, dia akan menuai kejahatan pula. Karmapala,
menjadi penjamin keadilan bagi dunia ini. Sekali lagi, Ahok yang pernah
dizalimi, tidak membalasnya dengan kejahatan. Kenapa?
Karena Ahok tahu bahwa jika ia membalas kejahatan dengan kejahatan, hal
buruk akan ia terima. Tapi ia diam. Ia berdoa dan tenang di dalam
penjara Mako Brimob. Sekarang langit menyatakan keadilannya. Dengan Buni
Yani, pengedit dan penyebar video Ahok itu ditangkap, Karma sudah
dibayar tunai.
Sudah beberapa lama kita menunggu kapan eksekusi terhadap Buni Yani
dilakukan. Kita tahu bahwa UU yang dilanggar, bukan dibuat oleh Jokowi.
Tapi UU yang dilanggar oleh Buni Yani, Ahmad Dhani dan berbagai
pelanggar-pelanggar UU ITE ini, dibuat oleh Fadli Zon, Fahri Hamzah dan
kawan-kawan. Hanya saja, kepentingan politik mereka saja yang membuat UU
itu seolah-olah dibuat oleh Jokowi.
Bahkan Andi Arief pun mengatakan dengan jelas bahwa Jokowi yang
memenjarakan Ahmad Dhani dan Buni Yani. Padahal semua dibuat di DPR.
Mereka duduk bersama, melihat dan merencanakan UU yang mereka akan
aplikasikan di Indonesia. UU ini menjadi UU yang mengikat semua orang.
Artinya, presiden pun harus tunduk dengan UU ini. Jika ada yang
melanggar, tentu harus diselesaikan secara hukum.
Jika Ahok BTP dianggap melanggar UU mengenai penistaan agama, maka Buni
Yani dan Ahmad Dhani juga menjadi sosok yang harus diproses hukum juga.
Rocky Gerung juga siap-siap diproses hukum. Mereka membuat hukum yang
harus dijalankan.
UU itu disahkan oleh lembaga legislatif, dijalankan oleh lembaga
eksekutif, dan dikontrol oleh lembaga yudikatif. Artinya, Fadli Zon dan
Fahri Hamzah CS lah yang membuat Buni Yani, Ahmad Dhani, dan Rocky
Gerung menangis termehek-mehek.
Ini adalah produk bersama. Jadi jika salahkan Jokowi, tentu itu menjadi
sebuah kekonyolan yang tidak bisa dibicarakan lagi. Kekonyolan yang
hakiki adalah Andi Arief. Konyol, mungkin menjadi nama tengah Andi
Arief. Ia Andi Konyol yang tidak arif.
Orang ini benar-benar lucu jika mempersalahkan dan menumpahkan cawan
pahit itu kepada Joko Widodo. Ini menjadi sebuah bagian yang paling ucul
alias lucu terbalik.
Sekarang semua sudah berbalik. Semua berbalik 180 derajat. Tuhan tidak
tidur. Tuhan itu tetap ada di singgasana-Nya yang ajaib, memperlihatkan
peristiwa-peristiwa yang tidak bisa diterima oleh nalar. Terkadang kita
harus melongo dan terbengong-bengong melihat cara kerja Tuhan di dunia
ini. Semua begitu halus dan ternyata mendadak Tuhan bayar tunai.
Jika para pembaca melarang penulis untuk membawa-bawa Tuhan karena akan
jadi mirip sebelah, Anda salah. Penulis justru tidak sedang
mempolitisasi Tuhan seperti kaum sebelah. Tapi begini. Tuhan itu adalah
pribadi yang hidup, menjadi penjamin dan pribadi yang menjamin juga akan
keadilan, kebenaran keindahan dan segala sesuatu yang baik, tetap ada di
dunia ini.
Maka dunia ini masih layak dihidupi, karena ada Tuhan yang hidup. Inilah
yang dperlihatkan. Keadilan, kebenaran, keindahan dan semuanya yang baik
itu, masih ada dan masih menjadi sumber pengharapan bagi orang-orang
yang dizalimi.
Buni Yani akhirnya dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan Gunung Sindur.
Dia yang menjatuhkan Ahok yang sekarang ingin dipanggil BTP, dia juga
lah yang ikutan jatuh dalam kasus yang sama. Membuat kegaduhan bangsa
ini. Ditangkap, diciduk. Sungguh peristiwa yang begitu mengharukan.
Semua orang terharu melihat Buni Yani. Menangis bahagia.
Karma sudah dibayar tunai. Sudah Pak BTP, nikmati hari-harimu di alam
bebas ini. Buatlah vlog. Kamu bisa memotong kata-kata mu sesuka hatimu.
Now, you’re the master of your words. Jadikan vlog mu sebagai tempat
menyalurkan dendam video dipotong.
Begitulah karma-karma.
/#JokowiLagi/
Untuk artikel tampan lainnya, bisa dilihat di sini:
https://seword.com/author/mawengkang