Pengamat Soroti Tudingan Filipina soal Teroris asal Indonesia
CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 15:51 WIB
Bagikan :
Pengamat Soroti Tudingan Filipina soal Teroris asal IndonesiaKondisi
sebuah gereja di Jolo, Filipina usai diguncang bom. (NICKEE BUTLANGAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Institute for Policy Analysis of
Conflict (IPAC)*Sidney Jones
<https://www.cnnindonesia.com/tag/sidney-jones>* menyebut pengusutan
kasus *bom gereja <https://www.cnnindonesia.com/tag/bom-gereja>*di Pulau
Jolo, Mindanao, *Filipina
<https://www.cnnindonesia.com/tag/filipina>*bakal lebih sulit dari kasus
bom Surabaya pada 2018.
Sidney menjelaskan kondisi di Filipina sangat rumit karena banyak
kelompok teroris yang berseberangan dengan pemerintahan Rodrigo Duterte.
Sehingga akan sulit bagi aparat keamanan mengungkap identitas pelaku.
"Sebetulnya jauh lebih rumit keadaan di Filipina karena ada Abu Sayyaf,
ada MILF (Moro Islamist Liberation Front) ada beberapa orang lain.
Kelompok Abu Sayyaf sendiri paling sedikit 5-6 faksi yang didasarkan
suku dan tempat, sangat sulit untuk membedakan satu kelompok dan
kelompok lain," kata Sidney saat dihubungi/CNNIndonesia.com/, Sabtu (2/2).
Lihat juga:
Pelaku Bom Diduga Asal Indonesia, Menlu Tunggu Identifikasi
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190202101657-106-365917/pelaku-bom-diduga-asal-indonesia-menlu-tunggu-identifikasi/>
Dia menyebut banyak kemungkinan pelaku, termasuk teroris asing (foreign
terorist fighter). Dugaan ini berdasarkan klaim pemerintah Filipina
beberapa waktu lalu bahwa banyak teroris asing yang berkaitan dengan
ISIS masuk ke Pulau Jolo.
Sidney mengatakan saat ini kondisi di Filipina mirip seperti di
Surabaya. Belum ada satu pihak pun, termasuk pemerintah Filipina, yang
bisa dengan pasti memastikan identitas pelaku.
Pernyataan-pernyataan pemerintah Filipina, termasuk keterlibatan warga
negara Indonesia (WNI), hanya berdasarkan keterangan saksi yang belum
bisa dipastikan kebenarannya seratus persen.
Lihat juga:
Pelaku Bom Diduga Asal Indonesia, Menlu Tunggu Identifikasi
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190202101657-106-365917/pelaku-bom-diduga-asal-indonesia-menlu-tunggu-identifikasi/>
"Seperti dulu dengan bom Surabaya, Semua orang ingin tahu informasi
terakhir dan ada beberapa/statement/yang mungkin tidak selalu 100 persen
akurat. Tapi lambat laun diklarifikasi polisi," tuturnya.
Meski begitu, ia mengkhawatirkan pemerintahan Duterte selalu menyebut
pelaku pengeboman adalah WNI tanpa bisa mengungkapkan bukti. Hal ini
bakal membuat citra buruk Filipina di mata Indonesia.
"Memang kalau terus-menerus begini, ada/statement/yang keluar tanpa
dicek, tanpa didasarkan atas bukti memang/respect/untuk pemerintah
Filipina menurun di mata orang Indonesia," imbuh dia.
Lihat juga:
Filipina Gempur Abu Sayyaf dari Udara Usai Teror Bom
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190131164251-106-365460/filipina-gempur-abu-sayyaf-dari-udara-usai-teror-bom/>
Bom meledak di gereja Pulau Jolo, Mindanao, Filipina pada Minggu (27/1).
Tercatat 22 orang tewas dan lebih dari seratus orang luka-luka.
Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano mengklaim pelaku adalah
pasangan suami istri berkewarganegaraan Indonesia. Namun hal itu belum
bisa dipastikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.
"Kami mendengar kabar bahwa pelakunya warga Indonesia, dari kemarin saya
sudah berkomunikasi dengan otoritas Filipina namun sampai pagi ini belum
terkonfirmasi hasil identifikasinya," ucap Retno pada acara Diplomacy
Festival, di Universitas Andalas, Padang, Sabtu (2/2).*(dhf/wis)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com