Export revolusi untuk dirikan khilafah global........... Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 11.17 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > > *Apakah Kementrian Agama dan MUI serta konco-konco bin sahabat telah > melakukan tugas toleransi dengan baik menuju sempurna? Tahun lalu tiga > gereja di Surabaya di bom.* > > > > http://www.sinarharapan.co/internasional/read/6161/sebut_pelaku_bom_di_gereja_pasangan_wni__kemlu_ri_sesalkan_f > > > *Sebut Pelaku Bom di Gereja Pasangan WNI, Kemlu RI Sesalkan Filipina* > > Sabtu , 02 Februari 2019 | 08:35 > > [image: Sebut Pelaku Bom di Gereja Pasangan WNI, Kemlu RI Sesalkan > Filipina]Sumber Foto reuters > Bom di sebuah gereja di Filipina. > > > > > JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyesalkan pernyataan > pemerintah Filipina yang menyebut pelaku peledakan gereja di Pulau Jolo > adalah pasangan asal Indonesia. Menurut Kemlu pernyataan tersebut > disampaikan tanpa verifikasi sebelumnya. > > "Kita sangat menyesalkan pihak Filipina untuk kesekian kalinya membuat > pernyataan tentang WNI terlibat tindakan terorisme di Filipina tanpa proses > verifikasi terlebih dahulu," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan > Hukum Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal saat dihubungi, Jumat (1/2/2019). > > Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao sebelumnya mengatakan dua pelaku > serangan bom bunuh diri di gereja Katolik Pulau Jolo adalah pasangan WNI. > Serangan itu menyebabkan 22 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka. > > Menurut Ao, kedua palaku dibimbing oleh kelompok Abu Sayyaf. Tujuan > pasangan itu menurutnya, adalah memberi contoh dan mempengaruhi teroris > Filipina untuk melakukan bom bunuh diri. > > Kemlu RI juga masih berupaya mendapatkan kepastian warga negara kedua > pelaku lewat pihak keamanan Filipina. Namun belum ada bukti yang menyatakan > kedua pelaku adalah WNI karena proses identifikasi belum selesai."Sejauh > ini aparat keamanan Filipina belum punya bukti bahwa itu adalah WNI karena > pengecekan DNA juga belum selesai," ujar Lalu seperti dikutip *detik.com > <http://detik.com>.* > > Selain Kemlu, Polri juga sedang mengecek kebenaran soal pasangan > suami-istri asal Indonesia yang menjadi eksekutor bom gereja di Filipina. > Polri sedang menunggu informasi dari pihak Densus 88 Antiteror dan Atase > Kepolisian Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Filipina. > > "Saya dengar seperti itu di media. Kami belum dapat informasi (resmi)-nya.. > Masih kami cari informasinya," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes > Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta > Selatan, Jumat (1/2/2019). > > > >
