Minggu 03 Februari 2019, 06:30 WIB
 Serangan Bertubi-tubi Jokowi ke Prabowo 
https://news.detik.com/berita/4412006/serangan-bertubi-tubi-jokowi-ke-prabowo 
 Elza Astari Retaduari - detikNews
 

 Foto: Capres Petahana Joko Widodo. (Dok Biro Pers Kepresidenan).
 

 Jakarta - Capres petahana Joko Widodo 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 berbicara tajam dalam sehari. Ia balik menyerang rivalnya, Prabowo Subianto 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi?_ga=2.2266416.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 dengan bicara sejumlah isu secara bertubi-tubi.

Dalam satu hari, Jokowi melemparkan 'peluru' pernyataan yang menjadi counter 
dari serangan yang kerap menimpa pemerintahannya. Ia menyinggung beberapa 
pernyataan Prabowo yang menjadi kontroversi, mulai dari prediksi Indonesia 
bubar, Indonesia dikhawatirkan seperti Haiti, hingga hoax Ratna Sarumpaet.

Serangan bertubi-tubi itu disampaikan Jokowi dalam kampanyenya pada Sabtu 
(2/2/2019). Jokowi berbicara saat berkampanye di Surabaya, Jawa Timur, dan 
Semarang, Jawa Tengah.

 

 Bubar-Punah Saja Sendiri, Jangan Ajak Rakyat Indonesia!

Saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di MG Setos, 
Semarang, Jokowi menyinggung soal ada yang bilang Indonesia akan bubar dan 
punah. Dia meminta bila ada yang berbicara soal Indonesia bubar dan punah, 
jangan ajak-ajak rakyat Indonesia.

"Masa ada yang bilang Indonesia bubar dan Indonesia punah? Ya bubar sendiri 
saja, punah sendiri saja. Tapi jangan ajak-ajak kita rakyat Indonesia," kata 
Jokowi 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009.

Prabowo 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi?_ga=2.2266416.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 menyatakan adanya prediksi Indonesia bisa bubar pada 2030 berdasarkan novel 
fiksi karangan PW Singer dan August Cole. Kemudian soal Indonesia bisa punah 
disampaikan Prabowo dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra pada akhir 2018. 
Di hadapan para kader Gerindra dan elite timses Prabowo-Sandiaga, ia menyatakan 
pihaknya tidak boleh kalah di pilpres 
https://www.detik.com/pemilu/?_ga=2.115528838.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 kali ini. Sebab, menurutnya, elite yang berkuasa di Indonesia selalu gagal 
menjalankan amanah rakyat yang justru membuat negara bisa punah.


 Baca juga: BPN Prabowo soal Punah Sendiri: Jokowi Kerja Aja, Tak Usah Nyindir! 
https://news.detik.com/read/2019/02/02/213249/4411894/10/bpn-prabowo-soal-punah-sendiri-jokowi-kerja-aja-tak-usah-nyindir
 
"Marilah kita tumbuhkan optimisme. Jangan sampai ada yang ngomong lagi, 
Indonesia akan bubar 2040, jangan sampai ada lagi yang ngomong Indonesia akan 
punah, tidak! Kita harus menatap ke depan dengan rasa optimisme yang tinggi," 
tegas Jokowi.

Di hadapan pendukungnya, Jokowi menegaskan tidak pernah takut. Jokowi juga 
menepis takut lantaran terkesan diam menjawab serangan selama 4 tahun memimpin 
Indonesia.

"Bapak-Ibu perlu tahu. Saya tidak pernah takut apa pun. Saya tidak pernah takut 
untuk apa pun untuk bangsa dan negara kita. Tidak ada rasa takut sekali pun di 
hati saya. Tak ada. Jadi, kalau 4 tahun sering diam, saya itu tak ada rasa 
takut apa pun di hati saya," ujar Jokowi dengan nada berapi-api.


Jangan Ada yang Ngomong Lagi Selang Darah Dipakai 40 Kali

Jokowi 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut satu selang darah di RSCM 
dipakai 40 orang. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berbicara mengenai 
optimisme dalam Deklarasi Forum Alumni Jawa Timur untuk Jokowi di Tugu 
Pahlawan, Jl Pahlawan, Surabaya.

"Jangan ada ngomong lagi nanti selang darah dipakai 40 kali. Jangan sampai ada 
ngomong lagi tempe setipis ATM," kata Jokowi.

Pernyataan soal selang darah pasien di RSCM pernah dipakai oleh 40 orang 
dikatakan Prabowo dalam ceramah akhir tahun yang digelar di kediamannya di 
Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/12/2018). Sementara 
itu mengenai tempe setipis ATM pernah dilontarkan pasangan Prabowo, Sandiaga 
Uno 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi?_ga=2.2266416.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 yang mengkritisi kenaikan harga pangan.


Pertanyakan Hoax Pemukulan Ratna Sarumpaet

Di Surabaya, Jokowi juga berbicara mengenai kasus pemukulan eks Jurkamnas 
Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet yang ternyata adalah kebohongan. Kubu 
Prabowo-Sandiaga sempat ramai mempertanyakan peran pemerintah yang tidak 
mengusut kejadian tersebut.

Setelah elite-elite di tim Prabowo-Sandiaga bersuara keras, Ratna Sarumpaet 
https://www.detik.com/tag/ratna-sarumpaet/?_ga=2.10654260.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009akhirnya
 mengaku tidak mengalami kekerasan. Ia ternyata menjalani operasi plastik 
sehingga mukanya lebam-lebam. Akibat kebohongannya itu, Ratna Sarumpaet harus 
berurusan dengan hukum dan kini ditahan.


 Baca juga: Pengacara: Ratna Sarumpaet Tak Pernah Dibesuk Tim Prabowo Selama 
Ditahan 
https://news.detik.com/read/2019/01/31/181447/4409174/10/pengacara-ratna-sarumpaet-tak-pernah-dibesuk-tim-prabowo-selama-ditahan
 
Jangan sampai ada ngomong lagi muka lebam-lebam dipukuli dan dianiaya, padahal 
operasi plastik. Dipikir masyarakat itu nggak ngerti. Masyarakat kita sekarang 
ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, apalagi yang ada di hadapan saya ini para 
intelektual," tutur Jokowi.

Dia mempertanyakan soal hoax pemukulan Ratna hingga lebam-lebam tersebut. 
Jokowi 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 menduga hal itu ingin di arahkan ke pihaknya.

"Apa sih maksudnya dulu-dulu? Ini bonyok kabeh, bonyok semuanya, ini mau 
diarahkan ke mana sebetulnya? Mau diarahkan ke saya, bahwa yang menganiaya itu 
adalah kelompoknya 01. Mau diarahkan ke saya, tahu. Ngomong-nya panjang seperti 
itu," tukasnya.


Tak Mau Indonesia Disamakan dengan Haiti

Jokowi 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 pun tampak kesal Indonesia disamakan dengan Haiti, negara miskin di Benua 
Amerika. Perbandingan Indonesia dengan Haiti sebelumnya disampaikan capres 
Prabowo Subianto. Prabowo menyebut kekayaan Indonesia hanya dinikmati 
segelintir orang.

"Kalau semua kita ecer-ecer begini, kita sudah bertahun-tahun ngecer-ngecer 
anggaran, hasilnya apa? Baunya saja nggak kelihatan, sehingga mesti ada tahapan 
besar. Karena negara kita negara besar, Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Jadi 
jangan dibandingkan negara kita yang sudah masuk G20 dimasukkan dengan negara 
Haiti, Haiti. Ya kan?" kata Jokowi.

Menurut Jokowi, membandingkan Indonesia dengan Haiti tidaklah berimbang. Ini 
juga mengingat Indonesia masuk dalam G-20.

"Negara Haiti. Ya, gimana kalau ekonom atau orang yang ngerti ekonomi makro, 
ngomong, ya senyum-senyum membandingkan, bukan apple to apple seperti itu," 
terang Jokowi.

Prabowo 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi?_ga=2.2266416.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 menyamakan Indonesia dengan negara-negara kecil di Afrika saat menjadi 
pembicara di acara Pengajian yang digelar di Gedung Pusat MTA, Solo, Minggu 
(23/12/2018). Haiti masuk dalam daftar negara yang jadi contoh Prabowo.

"Artinya apa, kita setingkat dengan negara miskin Afrika. Setelah 73 tahun 
merdeka, Indonesia setingkat Rwanda, Sierra Leone, Haiti, Chad dan pulau-pulau 
kecil yang tidak kita ketahui di mana letaknya," kata Prabowo.


Tepis Soal Kritik terhadap Pembangunan Infrastruktur, termasuk Tol

Kubu Prabowo-Sandiaga 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi?_ga=2.2266416.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 kerap mengkritik kebijakan Jokowi yang menggalakkan pembangunan infrastruktur. 
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dalam beberapa kali kesempatan 
menyoroti pembangunan tol di era pemerintahan Jokowi yang menggunakan utang.

Jokowi lalu menjelaskan alasannya keukeh tetap melaksanakan pembangunan 
infrastruktur. Ia juga mempersilakan bila ada yang mengkritik kebijakannya itu.


 Baca juga: Walkot Semarang: Mereka yang Bully Jalan Tol, Tapi Lewat Jalan Tol 
https://news.detik.com/read/2019/02/02/232343/4411968/10/walkot-semarang-mereka-yang-bully-jalan-tol-tapi-lewat-jalan-tol
 
"Kalau jalan ini ada, siap, Tol Trans Jawa siap, Tol Trans Sumatera siap, 
kecepatan distribusi barang, mobilitas orang, ini akan bersaing dengan negara 
lain, itu akan cepat sekali. Silakan ada orang ngomong kepada saya, 'Pak, kita 
nggak mau makan jalan tol,'" ujar Jokowi di Semarang.

Dia pun menilai akan sulit menjelaskan kepada orang yang tak paham ekonomi 
makro, apalagi kepada orang yang memang membenci dirinya, maka penjelasan apa 
pun tak akan nyambung.

"Ya kalau nggak ngerti teori ekonomi makro, sulit saya menjelaskan. Atau kalau 
memang benci dan nggak senang, dijelaskan kayak apa ya nggak nyambung," ucap 
Jokowi 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009.


Duga Ada Tim Sukses yang Siapkan Propaganda ala Rusia yang Semburkan Dusta dan 
Hoax

Jokowi tampaknya kesal dengan banyaknya hoax yang menimpa dirinya. Dia 
mengatakan persoalan terkait banyaknya hoax dan fitnah itu karena adanya upaya 
adu domba ala asing. 

Pasangan cawapres Ma'ruf Amin 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf?_ga=2.2217264.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 ini lalu menyebut hal tersebut dilakukan oleh tim sukses, meski tak mengungkap 
gamblang timses yang dimaksud. Jokowi menyebut timses itu menyiapkan propaganda 
ala Rusia.

"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap 
saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus 
diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual," ucap Jokowi di Surabaya.

BPN Prabowo-Sandiaga 
https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi?_ga=2.2266416.1015337020.1549077076-2100508342.1547923009
 mempertanyakan timses apa yang dimaksud Jokowi. Kubu pasangan nomor urut 02 
itu tidak merasa menggunakan strategi penyebaran hoax ala Rusia seperti yang 
disampaikan sang petahana.


Saya Kurus, Tapi Tidak Takut!

Dalam kampanyenya di Semarang, Jokowi juga menyatakan komitmennya membela 
kepentingan bangsa. Meski berpawakan kurus, eks Gubernur DKI Jakarta ini 
mengaku tidak pernah takut menghadapi apa pun demi Indonesia.

"Orang banyak lihat, saya ini kurus, iya saya ini kurus. Tapi perlu 
Saudara-saudara ketahui, saya tidak pernah takut apa pun untuk... saya tidak 
pernah takut apa pun untuk kepentingan nasional kita, untuk kepentingan bangsa 
kita, untuk kepentingan rakyat," kata Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu pun mencontohkan komitmennya untuk memberantas 
penangkapan ikan secara ilegal. Jokowi memerintahkan Menteri Kelautan dan 
Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal yang illegal fishing.

"Waktu saya perintahkan Menteri Susi menenggelamkan kapal illegal fishing. Lalu 
lalang, kapal-kapal asing 7.000 hingga 13 ribu kapal, lalu lalang mengambil 
sumber daya alam laut kita, banyak yang menyampaikan kepada saya. Sulit Pak, 
hati-hati. Yang backup ini-ini. Saya perintahkan kepada Bu Susi, ini perintah, 
perintah saya. Kalau memang perlu ditenggelamkan, ditenggelamkan. Kalau perlu 
dibom, dibom," papar Jokowi.

"Tanya pada Susi. Tanya pada Susi, tanya pada Susi. Tanya pada Menteri Susi. 
mengulangi perintah saya, sampai tiga kali," imbuhnya.

Kirim email ke