https://www.harianterbit.com/nasional/read/103406/Ini-Alasan-Kenapa-Rizal-Ramli-Direshuffle-dari-Kabinet-Jokowi-Banyak-Tikus-dan-Pengpeng
*Ini Alasan Kenapa Rizal Ramli Direshuffle dari Kabinet Jokowi: Banyak
Tikus dan ‘Pengpeng’*

Danial

Kamis, 31 Januari 2019 - 11:24 WIB

[image: Ini Alasan Kenapa Rizal Ramli Direshuffle dari Kabinet Jokowi:
Banyak Tikus dan ‘Pengpeng’]Rizal Ramli bersama petani saat panen bersama

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (RR) mengungkapkan mengapa ia direshuffle
dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). RR direshuffle karena
banyak pihak yang tidak menginginkan kehadirannya di barisan pemerintahan
Jokowi karena kekritisannya lewat aksi ‘kepret’ terhadap kebijakan yang
berlawanan dengan kepentingan rakyat.

Hal ini diungkapkan tokoh perubahan ini pada tayangan video di akun
Twitternya @RamliRizal, siang ini. Dalam video tersebut terlihat RR dalam
sesi wawancara dengan Jaya Suprana.

Pada kesempatan itu pula Rizal menjelaskan, aksi ‘kepret’ dia lakukan hanya
untuk  mengingatkan agar tidak ada lagi praktek korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN) di dalam pemerintahan.

“Cuma ngingetin agar tidak ada KKN. Pak Jokowi pernah nanya, mengapa harus
kepret, Mas.. giniloh.. kalau kita mau panen padi di desa, tikusnya banyak
banget, jadi supaya hasil panen itu bisa buat rakyat kita harus kepret,
tikusnya pergi dan panen buat rakyat,” ungkap Rizal.

Ia juga mencontohkan, hal yang sama dengan mengurus negara, yang menurutnya
banyak tikusnya. Kita kepret tikus yang main di proyek listrik yang maksain
35 Ribu Mega Watt, kan saya kepret. Waktu itu saya dibantah-bantah, tapi
sekarang apa yang saya katakan terbukti.

“Kedua, kasus pengadaan pesawat Garuda, saya kepret juga, karena hati-hati
nanti Garuda rugi, dan apa? Beneran rugi bahwa tahun lalu sekitar 2016 rugi
2,4 triliun, 2017 rugi 3,2 triliun. Ini yang saya omongin 2,5 tahun lalu,”
tegas Rizal.

*Beri Solusi*

Namun, Rizal juga memberikan solusi terhadap kondisi yang dialami oleh
Garuda. “Makanya saya usulkan, Garuda hanya fokus pada domestik, sama Asia.
Karena Garuda pasti bisa ngalahin Japan Airlines (JAL),” lanjutnya.

Pada tayang video itu, Jaya Suprana mempertanyakan soal kepret tersebut
bahwa Rizal menghadapi pihak-pihak tertentu yang tidak dingin dikepret.
“Jadi ada pihak tertentu yang tidak ingin dikepret,”? jelas Jaya… “Yess,”
tegas Rizal.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB itu juga menjelaskan, saat
ini yang terjadi adalah skema penguasa yang merangkap sebagai pengusaha
(pengpeng). “Ini jelas bukan hanya politik, tapi penguasa yang merangkap
sebagai pengusaha. Jadi banyak konflik kepentingan. Waktu saya ‘ngepret’ di
Pelindo, orang gak ada yang percaya, tapi kan terbukti kerugian Pelindo
berapa triliun disana, dan terbukti juga ada pejabat tinggi yang punya
keluarga terus bisnis di Pelindo,” lanjut Rizal.

Namun, ketika banyak pihak yang tidak berpihak kepadanya, Rizal kemudian
mengaku tak kehabisan akal, karena menurutnya, ada teori lain, yakni
‘Rajawali Bangkit,’. Saya gak kehabisan akal, saya pakai ‘Rajawali
Bangkit’. Ini teorinya Bung Karno. Bongkar.. bangun.. bongkar.. bangun.
Karena kalau kita gak bongkar tatanan lama, kultur dan kebiasaan lama, kita
gak maju-maju,” tutupnya.

Kirim email ke