apa Trump nanti nggak protes ya dibilang pakai semburan fitnah? hahahaha Jokowi 
bukan hanya lawan Prabowo saja nantinya, juga Putin dan Trump.
 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 

 Untuk melihat debat, click situs. Mereka sudah dikasi pertanyaan tetapi ….. 
silahkan senyum manis hehehehehe Kalau Jokowi bilang propaganda PKI akan lebih 
hebat lagi.
 
 
 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190205171432-32-366639/tim-cakra-19-ungkap-propaganda-rusia-yang-dimaksud-jokowi?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop
 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190205171432-32-366639/tim-cakra-19-ungkap-propaganda-rusia-yang-dimaksud-jokowi?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop
 
 
 
 
 
 
 Tim Cakra 19 Ungkap Propaganda Rusia yang Dimaksud Jokowi CNN Indonesia | 
Rabu, 06/02/2019 06:41 WIB
 Bagikan :    
 Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
 
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Cakra 19, salah satu tim pemenangan 
pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Andi Widjajanto menyatakan propaganda Rusia yang 
dimaksud Jokowi ialah modus operandi penyebaran hoaks yang disebut Operasi 
Semburan Fitnah atau Firehose of Falsehood.

Menurutnya, operasi itu digunakan oleh Rusia dalam krisis Crimea, Ukrania, dan 
perang sipil di Suriah antara tahun 2012 hingga 2017.

"Propaganda Rusia yg dimaksud Pak Jokowi mengarah ke modus operandi yang 
dikenal sebagai Operasi Semburan Fitnah," ujar Andi dalam keterangan tertulis, 
Selasa (5/2).


 
 Lihat juga:  TKN: 'Propaganda Rusia' Bukan Merujuk Negara, tapi Konsultan
 Sebelumnya, saat berkampanye di Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (3/2), 
Jokowi menyebut ada tim sukses yang menggunakan 'propaganda Rusia' dalam 
kampanye Pilpres 2019.

Andi menjelaskan operasi ini muncul di Rusia di dekade 1870 melalui gerakan 
Narodniki. Gerakan itu muncul untuk menjatuhkan Czar atau penguasa Rusia lewat 
berbagai isu-isu negatif. 

"Hasilnya, muncul ketidakpercayaan masif dari rakyat Rusia terhadap sistem 
politik yang kemudian dikapitalisasi oleh Lenin di Revolusi Oktober 1917," 
ujarnya.
 Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (REUTERS)
 Lebih lanjut, mantan Sekretaris Kabinet itu mengatakan evolusi paling mutakhir 
dari Operasi Semburan Fitnah muncul di beberapa pemilihan umum, seperti di 
Amerika Serikat, Brazil, dan Brexit (British exit).

Khusus Pilpres AS 2016, Andi berkata itu merupakan puncak dari Operasi Semburan 
Finah. Ia menyebut Donald Trump yang kala itu bertarung dengan Hillary Clinton 
melibatkan konsultan politik Roger Stone yang mahir dalam menebar kampanye 
negatif secara ofensif melalui tiga taktik, yakni serang, serang, dan serang.

Bahkan, ia menyebut ada terabasan data pribadi melalui alogaritma Cambridge 
Analytica.
 Lihat juga:  Sandi Imbau BPN Tak Tanggapi Jokowi soal Konsultan Rusia
 "Ada juga indikasi gelar pasukan siber dengan kode topi hitam atau bintang 
emas yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menggelar bots yang mampu 
memainkan operasi tagar secara masif," ujar Andi.

Cara Tangkal Operasi

Andi mengatakan tujuan Operasi Semburan Fitnah agar dusta dapat mengalahkan 
kebenaran. Operasi itu, lanjutnya, ingin menghancurkan kepercayaan publik 
kepada otoritas politik, termasuk media.

"Operasi Semburan Fitnah akan merusak demokrasi, karena itu harus dihancurkan," 
ujar Andi.

Andi lantas membeberkan cara yang paling efektif untuk menghancurkan Operasi 
Semburan Fitnah adalah dengan menelanjangi bagaimana operasi ini dilakukan dan 
melakukan intervensi media untuk mematikan taktik yang dipakai. 
 Sejumlah pakar politik menyebut Presiden Trump memainkan taktik firehouse of 
falsehood di PIlpres AS 2016. (REUTERS/Carlos Barria)
 Beberapa pihak yang telah turut serta menghancurkan operasi itu, di antaranya 
Whatsapp, Facebook, PoliticaWace, Corona, hingga i-wulung. 

Mereka, kata Andi, menghancurkan operasi itu dengan membatasi jumlah pesan yang 
bisa diteruskan oleh satu akun, mematikan akun-akun Saracen yang melakukan 
aktivitas ilegal, hingga dengan membuka anomali permainan medsos yang dilakukan 
oleh pasukan-pasukan siber.

Diketahui, kubu timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun para pendukungnya 
beberapa kali melontarkan pernyataan yang belum terbukti kebenarannya atau 
bahkan dibuktikan tidak benar oleh aparat.
 Lihat juga:  Bukan Rusia, BPN Sebut Konsultan Prabowo Ada di Bojong Koneng
 Misalnya, penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet, kedatangan tujuh kontainer 
surat suara yang sudah tercoblos dari China, selang cuci darah di RSCM dipakai 
oleh 40 pasien, Jokowi keturunan PKI, hingga kedatangan Laksamana Cheng Ho ke 
Tanah Air bagian dari invasi China ke Indonesia.

Terkait hal ini, pihak Rusia menyatakan tidak ikut campur dalam urusan politik 
dalam negeri Indonesia, yang dianggap sebagai sahabat dekat dan mitra penting. 

Kedubes Rusia menjelaskan istilah yang kini digunakan "oleh kekuatan-kekuatan 
politik tertentu di Indonesia" itu direkayasa oleh Amerika Serikat ketika 
pemilihan umum pada 2016 lalu. Saat itu, AS menuding Rusia mengintervensi 
pilpres di negaranya demi kemenangan Donald Trump.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon juga ikut 
berkomentar terkait pernyataan Jokowi soal taktik propaganda Rusia tersebut. 
"Mohon maaf atas pernyataan Presiden Jokowi yang grasa-grusu," kata Fadli dalam 
cuitannya di Twitter.

Di kubu yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief juga 
menilai Jokowi telah membuat malu Indonesia di mata Rusia karena menggunakan 
istilah propaganda Rusia.

"Setelah PSI, kini Jokowi membuat malu Indonesia di mata Rusia. Malunya itu 
karena pengetahuan terbatas," ucap Andi melalui pesan singkat, Senin (4/2). 
 
 
 
 
 
 



Kirim email ke