Saatnya impor penumpang.
Dengan fasilitas bebas visa, akomodasi gratis 6 bulan pertama 
(boleh ajak 1 teman/pasangan), uang saku untuk berdua, naik LRT
dengan percuma minimal 5 jam/hari (isi absen elektronik, ada 
uang lembur) + asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, kematian, 
dari perusahaan asuransi rujukan worldbank (bukan BPJS).

Rapopo, yang penting kelihatan penuh. Bila perlu ngutang lagi untuk beli 
gerbong tambahan.Beresǃ 
-
Biaya Operasi LRT Sumsel Melonjak, Pemda Akui Kajian TakMendalam

Reporter:ParlizaHendrawan (Kontributor)
Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Kamis, 7 Februari 2019 16:00 WIB

TEMPO.CO,Palembang - Pembangunan sarana dan prasarana Light RailTransit 
(LRT)Sumatera Selatan disebut memiliki sejumlah kelemahan. Hal ini 
disampaikanoleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya. Selain 
kurangnyakajian yang mendalam, proyek tersebut dinilai terkesan asal jadi 
karena harusselesai sebelum pembukaan Asian Games pada Agustus tahun 2018 lalu.
Akibatnya,kata Mawardi, proyek tersebut belum mampu mendorong sebagian besar 
masyarakatberalih ke angkutan masal itu. "Mungkin pengkajiannya agak kurang 
danterburu-buru karena ada Asian Games," ucapnya, Kamis, 7 Februari2019.

Karena masihminimnya jumlah orang yang menggunakan LRT, menurutMawardi, 
pendapatan LRT dari penjualan tiket belum bisa menutupi biayaoperasional. 
Sementara subsidi dari pemerintah pusat yang bernilai ratusanmiliar rupiah 
terancam dicabut karena membebani anggaran.

Oleh sebabitu, Mawardi bersama dengan pihak Kementerian Perhubungan akanmencari 
solusi agar LRT tetap beroperasi. "Karena kami tidak mungkinmensubsidi LRT," 
ujarnya.

PresidenJoko Widodo atau Jokowi sebelumnya sempat menjajal kereta ringan 
LightRail Transit atau LRT pertama di Indonesia pada pertengahan Juli 2018lalu. 
Jalur LRT Palembang sepanjang 22,3 kilometer ini memiliki 13 stasiununtuk 
menaikkan dan menurunkan penumpang.

Ketua DPRDSumatera Selatan, Aliandra Gantada, mengatakan, pemerintah 
daerahSumatera Selatan dan kota Palembang punya kewajiban untuk turut 
sertamengajak masyarakat mengoptimalkan penggunaan LRT tersebut. Meskipun 
pemerintahdaerah pada dasarnya sebetulnya tak wajib menanggung biaya 
operasionalLRT.

Selain itu,menurut Aliandra, PT. KAI selaku operator diminta meningkatkan 
sosialisasi agarLRT bisa jadi solusi transportasi massal. "Perlu terobosan 
untuk menarikminat makin banyak penumpang," katanya.

Sebelumnya, Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - 
Sandiaga Uno,Suhendra Ratu Prawiranegara, menilai pembangunan infrastruktur di 
era presidenJoko Widodo atau Jokowi tak efisien. Ia mencontohkan pembangunan 
Light RailTransit (LRT) di Palembang yang menurutnya justru membebani keuangan 
negara.

"Sampaihari ini, pemasukan dari LRT Palembang tidak memenuhi target. Pemerintah 
haruskeluarkan biaya Rp 10 miliar per bulan untuk operasional, sementara 
pemasukannyahanya Rp 1 miliar. Ada gap Rp 9 miliar yang harus disubsidi dan ini 
mau sampaikapan?" kata Suhendra di media center BPN, Kebayoran Baru, 
JakartaSelatan, Rabu, 5 Februari 2019.

Suhendra mempertanyakanfungsi pembangunan LRT di Palembang yang terkait Asian 
Games 2018. Menurutdia, prioritas dalam Asian Games adalah venue-venue 
perlombaan. "Tapi saatitu seolah-olah LRT yang menjadi proyek utama yang 
mensukseskan Asian Games diPalembang," tutur dia.

Kirim email ke