Loh seruan ente dgn link itu (mendukung Prabowo) koq dihubungkan dgn Gus Dur? Ada apa ini?
Kalau ente golput, kenapa link itu yg disebar? Moso’ ane salah berpersepsi? Ini hal pertama. Ini hal kedua: Mari kita bahas: Gus Dur dalam pemilu 2004 golput. Ini beserta seluruh keluarga ciganjur. Walaupun Yenny kampanye buat SBY ttp dia sendiri tetap golput. Gus Dur dalam pemilu 2009 juga golput. Sebabnya karena ada kecurangan dalam pilkada sebelumnya di jawa timur. Nah sekarang pemilu 2019, Gus Dur sdh meninggal. Yenny bilang jangan golput, pilih pakai akal! Kenapa? Lucunya ente ini terganggu kalau orang bilang jangan golput. Sedangkan ane yg gak bisa golput pemilu 2019 ini gak merasa terganggu dgn ente yg mau golput koq! Karena ane sadar golput itu sendiri adalah pilihan politik, bukannya tidak memilih! Yg ane permasalahkan adalah: kenapa ente sewot amat kalau orang2 mendukung Jokowi? Ini saja. Ente gak pernah ngomong mendukung Prabowo sebelumnya. Baru skrg ini ente kasih link itu yg bela2 prabowo ttp lucunya pake’ tangan Gus Dur yg bagi ane gak ada konteks waktunya sama sekali. Emangnya ente pikir kalau Gus Dur masih hidup, dia juga akan golput? Kenyataannya gak begitu loh dgn Yenny yg jelas2 mendukung Jokowi! Akhir kata: kenapa ente ngeles/lari dari membela Prabowo dgn link itu ke golput? Kalau ane salah berpersepsi, ya kasih tahu apa alasan ente utk ngepost link “prabowo yang paling ikhlas pada rakyat Indonesia” itu? Ane baca dan ikuti dgn teliti thread ini dimana ente itu menekankan “CAPRES” loh dimana dalam hal ini hanya 2 petarung Tangguh: Jokowi vs Prabowo. Ini yg ente tulis : “Akan lebih fair kalau kepemimpinan itu diukur dari sisi manusianya, kepribadiannya. Tapi karena ini konteksnya soal capres tentu yang dibutuhkan Rakyat adalah pemimpin yang mau, dan bisa, saling memahami dengan Rakyat. Untuk itu barangkali pendapat orang ini bisa menjadi masukan.” Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Thursday, February 7, 2019 3:12 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Prabowo Pelanggar Ham Berat mei 98 Khas pendukung buta Jokowi, ngamuk dulu nyembur dulu mikir belakangan. Itupun kalau ingat. Rapopo, yang penting galak sekalipun belum tentu ikut nyoblos. Heh Ngabalin, emangnya ngana nggak tau Gus Dur Golput? Pengetahuan cekak sok bikin kesimpulan mati ya rasain tersesat di dengkulmu sendiri. Ikuti dulu alurnya dari bawah sana, kenapa Megawati (pelanggar HAM di Aceh) menggandeng Prabowo jadi cawapresnya. Nanti keliatan Gus Dur bukan lagi bicara dukung-mendukung. Situ keliatannya mendukung dan menikmati sekali ya cekcok recehan kedua capres. --- nesare1@... wrote: Aduuuhhhhh itu omongon Gus Dur tahun berapa ya? Koq ente pake’ buat mendukung Prabowo? Bagusssalah sekarang baru keluar belangnya mendukung Prabowo nih yeahhhh!!!! Artinya apa sih kata Gus Dur “prabowo yang paling ikhlas pada rakyat Indonesia” itu? Terus perbandingannya siapa saat itu? Aduhhhh ente ini kayak presenter/jurnalis RMOL TV yg terkenal menyerang Jokowi yeah??? Ente dibayar berapa ya??? Aneh lagi tanya2 kenapa ya RMOL TV ini yg sebetulnya adalah bagian dari Jawa Post group ikut2an mendukung Prabowo?! Mungkin ente tahu jawabannya ya krn sbg orang dalam mestinya tahulah. Coba bagi2 ceritera buat kita2 yg kurang tahu ini!!! Ente ini tendensius banget ya omongan Gus Dur “prabowo yang paling ikhlas pada rakyat Indonesia” dihubungkan dengan “pencalonan kepresidenan” dan lucunya omongan Gus Dur dulu dibawa ke jaman sekarang!!!! Aduhhhh eling eling!!!! Nesare From: ajeg Berhubung link youtube di bawah kena sensor hantu blau coba kirim ulang yang ini <https://www.youtube.com/embed/WWw-XXUCQIQ> yang Paling Ikhlas Pada Rakyat Indonesia On Wednesday, February 6, 2019, 2:58:18 AM GMT+7, ajeg wrote: Menilai kerja dua orang ini tidak bisa dengan ukuran kekuasaan. Jabatan mereka beda. Jabatan tertinggi Jokowi adalah presiden. Jabatan tertinggi Prabowo, panglima kostrad. Yang satu jabatan sipil, satunya lagi militer. Presiden tugasnya memberi perintah. Panglima melaksanakan perintah. Kalau mau dipaksakan ya yang harus dinilai pertama adalah kemampuan memimpin organisasi. Akan lebih fair kalau kepemimpinan itu diukur dari sisi manusianya, kepribadiannya. Dan Ahok barangkali punya referensi lebih lengkap karena pernah dekat dengan keduanya. Tapi karena ini konteksnya soal capres tentu yang dibutuhkan Rakyat adalah pemimpin yang mau, dan bisa, saling memahami dengan Rakyat. Untuk itu barangkali pendapat orang ini bisa menjadi masukan. https://www.youtube.com/embed/WWw-XXUCQIQ <http://https:/www.youtube.com/embed/WWw-XXUCQIQ> --- lusi_d@... wrote: Ada yang bisa menjelaskan perbuatan baik apa yang dikerjakan kedua capres Jokowi maupun Prabowo terkait pelanggaram HAM, masalah kedaulatan nasional, soal hak-hak demokrasi, masalah lingkungan, perkembangan ekonomi selama masa kekuasaannya? Am Tue, 5 Feb 2019 08:35:48 +0800 schrieb ChanCT : > Itulah KESALAHAN FATAL Megawati, berani-beraninya menggandeng Prabowo > jadi cawapres, ... yg berakibat GAGAL melanjutkan jabatan Presiden! > > > Sunny ambon 於 5/2/2019 2:22 寫道: > > * > > *Sekarang banyak yang bersorak-sorak tentang pelanggaram HAM > > terkait Prabowo di masa lalu, tetapi ketika Megawati menggandeng > > Prabowo sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Umum di masa > > lalu, agaknya suara bisu yang berlangsung.* > > > > On Sat, Feb 2, 2019 at 1:42 AM ChanCT wrote: > > > > Sungguh SANGAT BODOH kalau sengaja membutakan diri tidak berani > > melihat dikedua kubu capres juga ada jenderal pelanggar HAM, > > kekuatan Islam radikalis, ataupun koruptor, dan, ... > > olehkarenanya secara kwalitatif tidak ada bedanya! Artinya, JELAS > > TIDAK BISA dikatakan wakil rakyat dalam arti sesungguhnya! > > > > Yang jadi masalah, yang menamakan diri pejuang revolusioner, > > pembela rakyat sejati itu bisa dan berani tidak menentukan mana > > capres yang lebih jelek, lebih jahat! Dan menentukan taktik > > JANGAN BIARKAN yang lebih jelek dan lebih jahat itu berhasil pegang > > kekuasaan yang diperkirakan akan LEBIH MENCELAKAKAN rakyat > > banyak, ...! > > > > > > > > Tatiana Lukman 於 2/2/2019 4:02 寫道: > > > >> Bukannya mereka tidak tahu para militer pelanggar berat HAM > >> yang duduk di pemerintahan Jokowi!! Mereka sengaja menutup > >> mata....Dan juga bukannya mereka tidak tahu Jokowi sendiri juga > >> pelanggar HAM, utang nyawa 41 tani yang mati dalam konflik > >> tanah...Pokoknya saling serang dua kubu akan terus > >> berlangsung...Memang memuakkan menyaksikan hipokritnya para > >> pendukung PYM!!! > >> > >> On Friday, February 1, 2019, 6:28:37 AM GMT+1, Sunny ambon > >> wrote: > >> > >> Kalau Prabowo pelanggar HAM berat, lantas bagaimana dengan > >> jenderal-jendel lain dalam tachta kekuasaan Jokowi? > > > > >
