Dan apa nasihat Lagarde menghadapi badai ekonomi global ini?? Hindari 
proteksionisme!!! Ha...ha.. jelaslah, supaya ekonomi nasional negeri-negeri 
Dunia Ketiga terus dihancurkan guna membantu ekonomi negeri-negeri imperialis 
yang akan terus mengirim modalnya untuk explotasi kekayaan alam dan pembangunan 
infrastruktur dan kirim barang dagangannya ke pasar negeri-negeri Dunia 
Ketiga!!!! Makanya kita bilang beban krisis dunia selalu dikenakan kepada 
rakyat negeri-negeri Dunia Ketiga dan juga Dunia Pertama!!! Masih ada yang 
belum percaya bagaimana rakyat dipaksa menanggung beban krisis itu? Penghapusan 
subsidi, pajak semakin tinggi untuk rakyat pekerja, harga kebutuhan hidup yang 
terus melonjak, biaya pendidikan dan kesehatan yang terus melonjak....Ada yang 
masih ngotot negeri dunia pertama makmur?? Lihat saja sudah berapa bulan rompi 
kuning di Perancis protes untuk upah layak, pajak tinggi bukan kepada rakyat 
tapi kepada lapisan yang hidup di bagian atas piramid!!!
Peringatan IMF: Badai Ekonomi Global Mendekat
MARKET - Prima Wirayani, CNBC Indonesia 11 February 2019 07:15


Dubai, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Minggu 
memperingatkan pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk bersiap 
menghadapi badai ekonomi yang mungkin terjadi karena pertumbuhan global yang 
meleset dari perkiraan.

"Kita melihat perekonomian yang tumbuh lebih lambat dari apa yang telah kita 
antisipasi," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dalam acara World 
Government Summit di Dubai, dilansir dari AFP.

Bulan lalu, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi globalnya tahun 
inimenjadi 3,5% dari 3,7% yang diperkirakan di Oktober tahun lalu.


Lagarde mengutip apa yang ia sebut dengan "empat awan" sebagai faktor utama 
yang menjadi risiko ekonomi global. Mantan menteri keuangan Prancis itu juga 
memperingatkan bahwa badai bisa saja menyerang.


| Foto: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde 
saat Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention 
Center, Nusa Dua, Bali (REUTERS / Johannes P. Christo) |


Risiko-risiko tersebut termasuk ketegangan perdagangan dan kenaikan tarif 
impor, pengetatan pasar keuangan, ketidakpastian terkait hasil Brexit dan 
dampaknya serta berlanjutnya perlambatan ekonomi China, ujar Lagarde.

Ia menambahkan bahwa ketegangan perdagangan yang utamanya terjadi antara 
Amerika Serikat (AS) dan China telah berdampak secara global.

"Kita tidak tahu ke mana ini [perang dagang] akan berjalan dan apa yang kita 
tahu adalah hal ini telah mulai berdampak pada perdagangan, pada keyakinan dan 
pada pasar," ucapnya. Ia juga memperingatkan pemerintah untuk menghindari 
proteksionisme.

Lagarde tak lupa mengingatkan pemerintah akan risiko yang disebabkan oleh 
naiknya bunga utang dalam konteks meningkatnya jumlah pinjaman pemerintah, 
perusahaan, dan rumah tangga.

"Ketika ada terlalu banyak awan, hanya perlu satu petir untuk memulai badai," 
ujarnya.

Kirim email ke