Apa yang dikatakan Grace benar, tetapi seharusnya Grace juga melangkah lebih 
jauh mencabut dukungan terhadap Ma'ruf Amin yang fatwa-fatwanya merupakan biang 
kerok intoleransi. Dukungan terhadap Ma'ruf Amin sebenarnya sama dengan 
normalisasi intoleransi yang dikecam itu.---

Grace Natalie kecam fenomena "normalisasi intoleransi"

 Senin, 11 Februari 2019 21:40 WIB

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace 
Natalie mengingatkan sebuah fenomena yang dianggap dapat membahayakan persatuan 
masyarakat Indonesia, yakni normalisasi intoleransi.

"Pembiaran penyerangan atas kelompok yang berbeda keyakinan, penutupan tempat 
ibadah, meluasnya ceramah kebencian, lama-lama menjadi sesuatu yang kita anggap 
biasa. Inilah fenomena berbahaya yang disebut aktivis peneliti perempuan Sandra 
Hamid sebagai 'normalisasi intoleransi'," kata Grace di Festival 11 Yogyakarta 
di Graha Pradipta Jogja Expo Center, dalam keterangan tertulis, Senin. 

Dalam pidato politiknya yang berjudul "Musuh Utama Persatuan Indonesia" itu, 
Grace sangat menyayangkan fenomena ini karena dapat menimbulkan konflik yang 
akan menghancurkan toleransi di masyarakat.  

Grace di hadapan 2.000 hadirin yang terdiri dari pengurus, kader, dan 
simpatisan PSI, menjelaskan bahwa gejala normalisasi intoleransi adalah ketika 
masyarakat semakin menganggap intoleransi sebagai sesuatu yang normal.

"Gejala normalisasi intoleransi adalah ketika masyarakat semakin menganggap 
intoleransi sebagai sesuatu yang normal akibat meluasnya kampanye kultural yang 
mengajak orang hanya berpikir secara biner: hitam-putih. Kaum kita - musuh 
kita," papar Grace.

Di tengah gelombang normalisasi intoleransi yang semakin besar ini, Grace 
menegaskan, PSI tidak akan diam. PSI akan melawan segala bentuk ancaman bagi 
persatuan masyarakat Indonesia karena sesuai dengan perjuangan pokok PSI yaitu 
melawan intoleransi.

Ia menegaskan bahwa fenomena normalisasi intoleransi yang membahayakan inilah 
yang akan menjadi prioritas pertama yang harus PSI selesaikan, yaitu melawan 
segala bentuk ancaman bagi persatuan masyarakat.

Baca juga: PSI: Negara harus serius atasi persoalan intoleransi
Baca juga: PSI minta pemerintah tetapkan "intoleransi" sebagai ancaman nasional
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kirim email ke