https://tekno.tempo.co/read/1174584/satelit-rusia-pantau-ledakan-misterius-di-atmosfer-diklaim-alien/full&view=ok
Satelit Rusia Pantau Ledakan Misterius di
Atmosfer, Diklaim Alien
Reporter:
Terjemahan
Editor:
Erwin Prima
Senin, 11 Februari 2019 19:57 WIB
Satelit Rusia Pantau Ledakan Misterius di Atmosfer. Kredit: Sputnik News
<https://statik.tempo.co/data/2019/02/11/id_818856/818856_720.jpg>
Satelit Rusia Pantau Ledakan Misterius di Atmosfer. Kredit: Sputnik News
*TEMPO.CO*, *Moskow* - Sebuah teleskop ultraviolet yang dipasang di
satelit
<https://tekno.tempo.co/read/1170560/pemerintah-targetkan-satelit-multifungsi-satria-siap-2023>
Rusia Lomonosov telah menangkap ledakan cahaya di atmosfer Bumi, yang
sifat fisiknya belum dijelaskan sejauh ini.
Hal itu disampaikan direktur Institut Penelitian Fisika Nuklir di
Universitas Negeri Rusia Mikhail Panasyuk dalam sebuah wawancara dengan
Sputnik News, 11 Februari 2019.
Baca: Pemerintah Targetkan Satelit Multifungsi Satria Siap 2023
<https://tekno.tempo.co/read/1170560/pemerintah-targetkan-satelit-multifungsi-satria-siap-2023>
Baca: Pemerintah Gaet 5 Operator Fasilitasi Internet Cepat dari Satelit
<https://tekno.tempo.co/read/1170556/pemerintah-gaet-5-operator-fasilitasi-internet-cepat-dari-satelit>
"Dengan bantuan teleskop, kami telah memperoleh hasil yang lebih penting
daripada yang kami perkirakan. Sepertinya kami telah menemukan fenomena
fisik baru ... Kami belum mengetahui sifat fisik ini ... Misalnya,
selama penerbangan Lomonosov di ketinggian beberapa lusin kilometer,
kami telah memantau beberapa kali 'ledakan' cahaya yang sangat kuat.
Tetapi di bawahnya semua jelas, tidak ada badai, tidak ada awan," kata
Mikhail Panasyuk.
Karena para ilmuwan tidak dapat memberikan penjelasan yang meyakinkan
atas ledakan cahaya misterius di atmosfer Bumi itu, salah satu teori
konspirasi secara aneh mulai mengklaim bahwa peristiwa ini bisa menjadi
tanda invasi alien yang akan datang.
Para ahli teori konspirasi ini percaya bahwa alien mungkin telah
mencapai atmosfer Bumi, dan mereka mungkin sedang menguji senjata kuat
mereka sebelum mengarahkannya ke manusia, sebagaimana dikutip IB Times.
Beberapa penganut teori konspirasi lain berpendapat bahwa fenomena
langit yang tidak dapat dijelaskan ini bisa menjadi tanda kiamat yang
akan segera terjadi. Menurut para ahli teori ini, dunia akan melalui
akhir zaman, dan bulan super darah baru-baru ini merupakan indikasi
bahwa hari kiamat siap untuk mengubah Bumi menjadi neraka.
Satelit astronomi Rusia Mikhailo Lomonosov dari Moscow State University
diluncurkan ke orbit Bumi pada tahun 2016.
Satelit itu dirancang untuk mengamati fenomena sementara di atmosfer
atas Bumi serta mempelajari karakteristik radiasi magnetosfer planet dan
untuk penelitian kosmologis dasar. Bobotnya 625 kilogram.
Satelit <http://www.tempo.co/tag/satelit> ini dilengkapi dengan teleskop
ruang angkasa untuk mengukur spektrum energi dan komposisi kimiawi sinar
kosmik berenergi tinggi dari orbit dekat-Bumi. Selain itu, ada sistem
instrumental yang dipasang untuk mempelajari semburan sinar gamma kosmik
dan magnetosfer dekat Bumi.
SPUTNIK NEWS | IB TIMES